Main Article Content

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh budaya organisasi dalam program Amsilati terhadap peningkatan kemampuan santri dalam membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Miftahul Falah Gedebage. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pimpinan pesantren, pengajar, santri, dan santri senior yang terlibat dalam program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi dalam program Amsilati berbasis nilai-nilai Islami, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pembelajaran, khususnya dalam menghafal dan memahami kaidah tata bahasa Arab. Sistem manajemen yang melibatkan santri senior berkontribusi pada peningkatan produktivitas santri dan pengajar. Faktor internal dan eksternal turut memengaruhi implementasi budaya Amsilati. Budaya organisasi ini juga menjadi solusi strategis untuk meningkatkan pemahaman kitab kuning, sehingga Pondok Pesantren Miftahul Falah dapat memperkuat dan mengembangkan model serupa pada program lainnya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa program Amsilati telah menjadi budaya yang populer di kalangan santri dan memberikan manfaat signifikan bagi seluruh peserta.


 

Keywords

Budaya organisasi pesantren, kepemimpinan, metode amtsilanti

Article Details