Main Article Content

Abstract

Dayah Diniyah Darussalam has provided a safe house for survivors of violence. This dayah, led by Teungku Inong, has consistently protected women and children who are victims of violence since 2000. Now the dayah has begun implementing ecological-based activities. The purpose of this study is to determine how the system of empowering women and children who are victims of violence with an ecotheological approach in Dayah Diniyah Darussalam. This study uses a qualitative method with a Descriptive Analysis approach. Data collection is carried out using observation, interviews and documentation searches. The results show that the ecotheological program at the Darussalam Diniyah dayah has been running since 2024. However, long before that, the Teungku at the dayah had provided study materials on ecotheology, environmental fiqh and the like. There is a program called Meulampoh Aneuk Beut ue Dayah (Meutuah). There are five Meutuah programs, namely Vegetable Gardening, Catfish Cultivation, Honey Cultivation, Bamboo Crafts and Waste Processing. However, there are still obstacles to implementing ecotheology-based dayah. First, some communities perceive dayah as a place for growing vegetables, not for reciting the Quran. Second, the Tengku Inong (indigenous people) still perceive negative views toward the program, even from highly educated individuals. Third, the environmental fiqh curriculum at Dayah Diniyah Darussalam has not yet been implemented. Fourth, government guidance and direction are still needed to realize ecotheology-based dayah.


 


Keywords: Dayah Diniyah Darussalam, Ecotheology, Violence, Economy, Women and Children

Keywords

Dayah Diniyah Darussalam Ecotheology Violence Economy Women and Children

Article Details

How to Cite
Mellyan, M., & Junaidi, J. (2025). Ecotheology as a pathway to economic empowerment for survivors of violence against women and children: Evidence from dayah diniyah darussalam. Jurnal Anifa: Studi Gender Dan Anak, 6(2), 88-101. https://doi.org/10.32505/anifa.v6i2.12879

References

  1. Aditama. (2024). Ekoteologi: Islam dan kristen bicara lingkungan. Yogyakarta: Rahayu Press.
  2. Al Fadhli, dkk, (2025). Ekoteologi Islam: Menjelajahi hubungan spiritual antara manusia, alam, dan tuhan dalam tradisi islam, al fahdli, dkk. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam, Volume 6 Nomor 1 e-ISSN: 2723-0422.
  3. Fahrur Rozi. (2022). Konsep maqasid syari’ah perspektif pemikiran Al-Juwaini dan Al-Ghazali” dalam iqtisodina:jurnal ekonomi syariah dan hukum islam, Volume 5 Nomor 1.
  4. Hendy Setiawan, dkk. (2022). The ecotheological movement of the muhammadiyah environmental council in response to the environmental governance crisis," Millah: Journal of Religious Studies 21, No. 3 61–90, https://journal.uii.ac.id/Millah/article/view/23712.
  5. Heriyudanta, M. (2016). Modernisasi pendidikan pesantren perspektif Azyumardi Azra. Mudarrisa Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 8(1), 145–172. https://doi.org/10.18326/mdr.v8i1.145-172
  6. https://kemenag.go.id/opini/meneguhkan-pesantren-sebagai-model-pendidikan-berbasis-cinta-dan-ekoteologi-U1trM, diakses 19 Oktober 2025
  7. https://rri.co.id/index.php/hukum/1532773/dp3a-kekerasan-perempuan-anak-di-aceh-capai-1700-kasus, diakses 12 Oktober 2025
  8. https://www.jurnalperempuan.org/warta-feminis/perempuan-dan-ekologi-pentingnya-melibakan-perspektif-perempuan-dalam-masalah-lingkungan, diakses 10 Oktober 2025
  9. Ismail Fajrie Alatas. (2018). Ecology, and society: Environmental ethics in Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  10. Maghfur Ahmad. (2015). ekologi berbasis syariah: Analisis wacana kritis pemikiran Mudhofir Abdullah, Jurnal Hukum Islam (JHI), Volume 13, Nomor 1, (57-69).
  11. Mahmud Yusuf. dkk. (2023). Green economy financing according to fiqh al-biah as part of maqashid sharia” dalam jurnal Pena Justisia Media Komunikasi dan Kajian Hukum 21(1) DOI:10.31941/pj.v21i1.2725. https://www.researchgate.net/publication/367029194_ Gr.
  12. Mohammad Dzaky Aziz Mahbub. (2019). Ekoteologi dalam Al-Qur’an: Relasi antara manusia dan alam," Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, https://digilib.uinsa.ac.id/38139/.
  13. M. Nur Kholis. (2012) Menelisik ekologis dalam Al-Qur’an," Esensia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 13, No. 1 85–98, https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/esensia/article/download/141-04/694.
  14. M. Ridwan. (2013). Fiqh ekologi, membangun fiqh ekologis untuk pelestarian kosmos, Journal Mazahib,D // DOI: 10.21093/mj.v12i2.331. Fiqh Ekologi Membangun Fiqh Ekologis Untuk Pelestarian Kosmos.
  15. Rachmatika Lestari dan Safrida. (2025). Dinamika pemberdayaan ekonomi perempuan korban kekerasan rumah tangga: tindakan pemerintah kabupaten Aceh Barat, Jurnal Trias Politika, Vol 8. No.1 : 122 – 135
  16. Rahwan. (2016). Membangun fiqh ekologi berbasis maslahah” dalam Jurnal Lisan Al-Hal, Volume 10, No. 1
  17. Ramadhan, N. F. (2021). Peran UN Women dalam memberantas kekerasan seksual di ruang publik di Indonesia periode 2016–2019 [Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
  18. Saepul Anwar. (2025). Maqashid syariah dan ekoteologi: Paradigma Islam dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ibadah/maqashid-syariah-dan-ekoteologi-paradigma-islam-dalam-menjaga-keberlanjutan-bumi/, diakses 19 Oktober 2025
  19. Siti Maimunah. (2022). Ekoteologi dalam Islam dan pentingnya menjaga alam. Jakarta: Rahma.
  20. Waheda Binti H. Abdul Rahman dan Ali Mutakin. (2023). Fiqh ekologi; Upaya merawat lingkungan hidup berbasis konsep maqashid syariah, Syariah Jurnal of Fiqh Studies, Volume 1 (2)
  21. DP3A Aceh sebut kasus KDRT di Aceh Terus Meningkat. (2021). InfoPublik. https://infopublik.id/kategori/nusantara/866221/dp3a-aceh-sebut-kasus-kdrt-di-aceh-terus-meningkat, diakses 1 Oktober 2025
  22. Laksono, B. A., & Rohmah, N. (2019). Pemberdayaan masyarakat melalui lembaga sosial dan pendidikan. Jurnal Pendidikan Nonformal, 14(1), 1. https://doi.org/10.17977/um041v14i1p1-11
  23. Pratiwi, R., Wardhani, W. N. R., Prabowo, S., Amaniyah, F., & Rohim, F. (2022). Pemberdayaan santripreneur di pesantren: kajian kepemimpinan perempuan (nyai) dalam meningkatkan keterlibatan santriwati dalam berwirausaha. Jurnal Iqtisaduna, 8(2), 98–110. https://doi.org/10.24252/iqtisaduna.v8i2.31321
  24. Sazali, M. (2023). Pesantren dan konservasi lingkungan (studi kasus di pondok pesantren Darumuhyiddin Nw Lombok Timur ). Komunitas, 14(1), 120–128. https://doi.org/10.20414/komunitas.v14i1.6197
  25. Sumantri, A., Raharyanti, F., Jalaludin, J., Jauharoh, S. N. A., Azizah, R., & Khairunnisa, M. (2023). Pemberdayaan Dakwah Sanitasi Pesantren Di Pesantren Jagat Arsy, Tangerang Selatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 120–128. https://doi.org/10.14710/jkli.23.1.120-128
  26. Supriyanti, I., Nuraini, R., Su’aidi, M. Z., Chasanah, I., Qomariyah, D. L., & Marpuah, S. (2023). Quranic approach for brief nap and its relations with moral development: A case study at PPTQ Rodliyatan Mardiyah. Journal of Quranic Sciences and Research, 4(1). https://doi.org/10.30880/jqsr.2023.04.01.001
  27. Urrosyidah, U. U. U., & Alfi, I. (2022). Pemberdayaan santri dalam meningkatkan kemandirian pangan oleh kelompok santri tani millenial di pondok pesantren Al Ihya Ulumaddin Kabupaten Cilacap. Icodev, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.24090/icodev.v3i1.6435
  28. Wijaya, N. K., & Aini, S. (2020). pemberdayaan santri dalam pengembangan ekonomi kreatif “kimi bag” di pondok pesantren Al Qohar Klaten. Dimas Jurnal Pemikiran Agama Untuk Pemberdayaan, 20(1), 23. https://doi.org/10.21580/dms.2020.201.5124
  29. Wijayanti, R., Sulastriningsih, K., Sagita, W., & Prihantiningsih, A. (2024). Pemberdayaan kesehatan anak usia sekolah pada kelompok anak pesantren di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 7(6), 2439–2446. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i6.14327