PERKEMBANGAN INTELEKTUAL PADA MASA DINASTI BUWAIHI

Main Article Content

Mohd. Nasir

Abstract

Perkembangan ilmu pada masa dinasti Buwaihi adalah konsekwensi
logis dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan yang telah berjalan
lama. Mulai dari usaha penerjemahan, keterbukaan terhadap budaya
lain dan pergesekan antara berbagai aliran pemikiran yang terjadi
dalam umat Islam sendiri. Selain itu, terdapat juga faktor lain yang
langsung mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ilmu
pengetahuan pada masa dinasti bani Buwaihi. Pertama, tumbuhnya
kota-kota ilmu dan budaya. Selain Bagdād sebagai kota besar, muncul
pula kota-kota lain seperti, Cordova, Kairo dan Bukhara. Di daerah
bani Buwaihi juga muncul kota ilmu pengetahuan selain Baṣrah dan
Kufah, yaitu Rayy, Iṣfahān dan Syirāz. Kedua, maraknya majelis-
majelis ilmu yang didirikan oleh berbagai amir dan wazir. Majelis ilmu
ini dapat dikelompokkan kepada 3 bentuk: majlis al-umara’, majelis
al-wuzara’ dan majelis al-‘ulama. Ketiga, perpustakaan dan Dar al-
‘ilm. Para ulama dan wuzara’ serta banyak orang kaya berlomba-
lomba mendirikan perpustakaan dan Dar al-ilm.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
NASIR, Mohd.. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL PADA MASA DINASTI BUWAIHI. At-Tafkir, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 182 – 200, jan. 2017. ISSN 2620-5858. Available at: <http://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/10>. Date accessed: 25 mar. 2019.
Section
Articles