Main Article Content
Abstract
Di era milenial, Kebudayaan Indonesia merupakan hasil dari proses panjang akulturasi berbagai pengaruh luar, termasuk dari agama Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen. Proses akulturasi tersebut secara tidak langsung telah membentuk serta mempengaruhi nilai-nilai, norma, sistem sosial, dan hukum dalam kebudayaan lokal. Islam, sebagai agama mayoritas di Indonesia, memiliki peran penting dalam membentuk sistem nilai dan moral masyarakat, termasuk dalam praktik pendidikan anak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik pendidikan anak dalam perspektif kearifan lokal masyarakat Sunda serta relevansinya dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yaitu dengan menggali makna dari pengalaman dan realita sosial yang dialami masyarakat Sunda dalam mendidik anak. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai integrasi nilai-nilai Islam dengan budaya lokal dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini.