Main Article Content

Abstract

The tradition of mangaji during the death is a form of acculturation of Minangkabau culture and Islam, perceived as part of the prophetic traditions. However, some people interpret this tradition as bid'ah, and even, some others accused the practice as haram because it was part of jÄhiliyyah traditions. This living hadith study is going to investigate the practice using a phenomenological approach during field research. The result of this study indicates the tradition of mangaji during the death in the Lareh Nan Panjang community is an acculturation between Islamic teachings based on the Qur'an and hadith. Historically mangaji refers to the interpretation of Shaykh Burhanuddin, a scholar who spread Islam in Padang Pariaman during the sixteenth and sevententh centuries. The syaikh changed the people's habits of grieving at death with reciting verses of the Qur'an, á¹£alÄwÄt, ẓikir, taḥlÄ«l and prayers ‘led by tuangku or labai. These recitations have been compiled in the mangaji guidebook. In a nutshell, mangaji has many values including worships, educations, empathies, maintaining harmonies, helpings and caring, solidarities, brotherhoods and affections.

Article Details

How to Cite
Agus, E. S., Zulfadli, M., Wendry, N., & Sari, D. P. (2021). RETRACTION: Acculturation of Islam and a Local Culture on the Mangaji Kamatian: a Local Wisdom in Lareh Nan Panjang Community Padang. Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis, 4(1), 54 - 67. https://doi.org/10.32505/al-bukhari.v4i1.2358

References

  1. Abdillah, Abu. Argumen Ahlussunnah wal Jamaah. Ciputat Timur: Pustaka Ta’awun, 2011.
  2. Abdullah, Taufik. Islam di Indonesia, Sepintas Lalu beberapa Segi. Jakarta: Tintamas 1974.
  3. Abdusshomad, Muhyiddin. Hujjah NU Akidah- Amaliah – Tradisi. Surabaya: Khalista, 2008.
  4. Ansori, Isnan. Pro Kontra Tahlilan dan Kenduri Kematian. Jakarta: Rumah Fiqih Publising, 2019.
  5. Arifani, Moh. Anif. Model Pengembangan Dakwah Berbasis Budaya Lokal, Vol. 4, No. 15. (Bandung: Jurnal Ilmu Dakwah, 2010),
  6. Azril. Wawancara langsung, di Ampalu, tanggal 18 Juli 2020 pukul 16:00 WIB
  7. Bin Jarullah, Abdullah. Tata Cara Mengurus Jenazah. Jakarta: al-Sulay, 2001.
  8. Dt. Bandaro Putiah, Damsuar. Wawancara langsung, di Ampalu, tanggal 28 Juli 2020 pukul 13:00 WIB
  9. Dt. Erlangga (toko adat/ 42 tahun), diwawancarai pada tanggal 01 Juli 2020, jam 15:00 WIB
  10. H. Burhan. Wawancara langsung, di Badinah, tanggal 18 Agustus 2020 pukul 10:00 WIB
  11. Hadija, Penelitian Mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Alauddin Makassar, Judul Integritas Budaya Islam pada Tradisi Upacara Adat Kematian di Masyarakat Kajang” Makassar: UIN Alauddin, 2018.
  12. Harfin Zuhdi, Uhammad. Dakwah dan Dialektika Akulturasi Budaya.”Religia, Vol. 15, No. 1.(2012).
  13. Hudri, Misbah. dkk. Tradisi Makkhuluhuwallah dalam Ritual Kematian Suku Bugis (Studi Living Qur’an tentang Pembacaan Surat Al-Ikhlas).” Maghza: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, IAIN Purwokerto 3 (2) 2018.
  14. Khairunnas. Wawancara langsung, di Kampung Baru, tanggal 21 Agustus 2020 pukul 19:30 WIB
  15. Munar, Ali. Wawancara langsung, di Ampalu Tinggi, tanggal 14 Agustus 2020 pukul 14:00 WIB
  16. Rohmah, Nihayatur. “Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal (Memahami Nilai-Nilai Ritual Maulid Nabi di Pekalongan),” Al-Mabsut: 9, no. 2.(1 September 2015).
  17. Saputra, Edriagus. Tradisi Menghiasi Hewan Kurban pada Masyarakat Kenagarian Bawan. Fokus: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan 4 (1) ( 2019)
  18. Somad, Duski. Syekh Burhanuddin dan Islamisasi Minangkabau; Syarak Mendaki Adat Menurun. Jakarta: The Minang Foundation, 2002.
  19. Syafrizal. Wawancara langsung, di Ampalu, tanggal 19 Agustus pukul 19:00 WIB
  20. Tuangku Bagindo, Syafrizal Efendi. Wawancara Langsung, pada tanggal 29 Juni 2020, pada pukul 09.00 WIB
  21. Syamsuir. mangaji Kematian. Lubuk Pandan, tt, 2009.
  22. Syamsurizal, wawancara langsung, di Ampalu, pada tanggal 25 Juli 2020 pada pukul 15.00 WIB
  23. Tuangku Ibrahim, Andrianto. Wawancara langsung, di Padusunan, pada tanggal 28 Juli 2020, pukul 20.00 WIB.
  24. Tuangku Kuniang, Jupmaidi Ilham. Wawancara langsung, di Bungin, tanggal 20 Juli 2020 pukul 19:00 WIB
  25. Tuangku Kuniang, Satria Efendi. Wawancara langsung, di Ampalu, tanggal 3 Agustus 2020, pukul 20:00 WIB
  26. Tuangku Sidi, M. Nizaf. Wawancara langsung, di Santok, tanggal 27 Juli 2020 pukul 19:00 WIB
  27. Yanti, Novi. wawancara langsung, pada tanggal 23 Agustus 2020, pada pukul 10.00 WIB