Main Article Content

Abstract

Meningkatnya intensitas penggunaan game online di kalangan remaja telah menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti gangguan tidur, penurunan konsentrasi, serta gejala emosional yang mengarah pada perilaku adiktif digital. Namun, pemahaman siswa terhadap risiko ini masih tergolong rendah, dan belum tersedia program preventif yang komprehensif di sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa SMA Negeri 7 Prabumulih terhadap bahaya game online addiction melalui pendekatan psikoedukatif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif selama dua jam pelajaran dengan materi seputar ciri-ciri adiksi, dampaknya, serta strategi pengendalian diri. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kognitif, afektif, dan partisipasi siswa. Mereka mulai memahami risiko adiksi, menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya manajemen waktu, serta berkomitmen untuk mengubah kebiasaan digital mereka. Kegiatan ini membuktikan bahwa psikoedukasi merupakan strategi efektif dalam membangun literasi digital dan kontrol diri pada remaja. Kolaborasi dengan pihak sekolah dan keberlanjutan tindak lanjut menjadi kunci dalam mencegah adiksi digital sejak dini.

Keywords

Psikoedukasi Adiksi Remaja Game Online

Article Details

How to Cite
Oktaviana, R., & Yani, S. (2025). Psikoedukasi Bahaya Adiksi Game Online untuk Meningkatkan Kesadaran Remaja di SMA Negeri 7 Prabumulih. Connection: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 214-226. https://doi.org/10.32505/connection.v5i2.11730

References

  1. Ebrahimi, A., Khorasani, P., & Andalib, S., Ahmadi M, Mousavi SMH. (2024). Developing and validating of educational-therapeutic package based on psychological flexibility for nurses in the intensive care unit of COVID-19: Application of grounded theory. Journal of Education and Health Promotion. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11414870/
  2. Hidayatullah, M., Ahda, A. Z., Aziza, E. N., Hairina, Y., & Mulyani, M. (2022). Psikoedukasi untuk meningkatkan pemahaman tentang bullying pada Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqamah Banjarmasin. Connection: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 61-70. https://doi.org/10.32505/connection.v2i2.4768
  3. Kusumaningrum, D. (2021). Adiksi game online: Dampak dan pencegahannya. Jurnal Medika Hutama, 2(4), 1231–1233. https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/255
  4. Masyita, Nur. (2021). Tinjauan Sosiologis Pecandu Game Online (Studi Kasus Di Lingkukungan Kassi Kebo Kelurahan Baju Bodoa Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros). (Skripsi) Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin: Makassar
  5. Novrialdy, Eryzal. (2019). Kecanduan Game Online pada Remaja: Dampak dan Pencegahannya. Buletin Psikologi. 27(2). 148 - 158. https://jurnal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/view/47402/pdf
  6. Putrianti, F. G., Wijayanti, A., & Listiyani, L. R. (2024). Psikoedukasi untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya kecanduan games online pada remaja. PLAKAT: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat, 6(1), 23–26. http://dx.doi.org/10.30872/plakat.v6i1.13546
  7. Rahayu, P. P., & Irsyadiyah, A. U. (2022). Psikoedukasi tentang kesehatan mental dan psikopatologi pada masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdira), 2(2), 73–81. https://doi.org/10.31004/abdira.v2i2.135
  8. Rahmawaty, R., Thalib, S. B., & Aryani, F. (2021). Perilaku game online, dampak dan penanganannya (studi kasus pada siswa di SMP Negeri 2 Rantepao). PINISI Journal of Education, 1(1), 1–8. http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/25325
  9. Renidayati, & Suhaimi. (2018). Program assertiveness training dan program psikoedukasi keluarga sebagai model dalam prevensi adiksi game online pada remaja di Kota Padang. Jurnal Sehat Mandiri, 13(1), 10–12. https://doi.org/10.33761/jsm.v13i1.8
  10. Safarina, N. A., Cut Ita Zahara, Cut Natasya Mairiva Syakilla, Indah Utari, Kania Alisyah Fatimah, Suhaibatul Aslamiyah, Cut Nurul Munawarah, & Dian Fazila. (2024). Psikoedukasi Kesehatan: Pentingnya Menerapkan Pola Hidup Sehat Pada Remaja Pemain Game Online Di Lhokseumawe. Jurnal Pengabdian Kolaborasi Dan Inovasi IPTEKS, 2(3), 893–899. https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i3.849
  11. Said, Akbar Andi dan Ahmad, (2018). Pengaruh Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di Kelas X SMA Negeri 16 Makasar. Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM, 5.(1). https://doi.org/10.26858/sosialisasi.v0i0.12127
  12. Septiana, Najla. (2021). Pendekatan Psikoedukasi dalam Upaya Perubahan Perilaku Pada Anak Jalanan. (Skripsi), Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: Jakarta
  13. Sukmandari, N. M. A., & Septina, M. I. S. (2024). Hubungan Bermain Game Online Dengan Kesehatan Mental Anak. HOPE: The Journal of Public Health, 6(2), 78–85. https://ejournal.pkkb.ac.id/index.php/hope/article/view/267
  14. WHO (n.d.). Gaming Disorder. Retrieved June 14, 2025, from World Health Organization website: https://www.who.int/standards/classifications/frequently-asked-questions/gaming-disorder#
  15. Wicaksono, I. A., & Dwihandono, S. B. (2023). Sosialisasi Psikoedukasi Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak di Desa Dewi Kecamatan Bayan. Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 65–72. https://journal.ummat.ac.id/index.php/jpmb/article/view/13735
  16. Zeine, F. (2024). Bridging the gap between tradition and innovation in psychotherapy: The promise of awareness integration theory. PLOS Mental Health. https://doi.org/10.1371/journal.pmen.0000095