Main Article Content

Abstract

Tulisan ini membahas kegiatan penguatan keberagamaan yang inklusif pada Muslim di Pekanbaru melalui perjumpaan dan dialog bertema puasa dalam tradisi lintas agama dan kepercayaan. Metode pengabdian dilakukan dengan menyelenggarakan kegiatan kolaboratif dengan komunitas lintas agama dan kepercayaan. Metode pengabdian tersebut dipilih lantaran sejumlah studi menyatakan inklusifitas beragama seringkali dipicu rendahnya intensitas perjumpaan lintas iman maupun upaya terstruktur untuk saling memahami doktrin dan tradisi keagamaan di luar agamanya. Subyek pengabdian mayoritas merupakan Muslim muda di Pekanbaru sebanyak 50 peserta dengan fasilitator enam orang dari komunitas lintas iman seperti Nahdlatul Ulama dan Ahmadiyah, Kristen, Hindu, Bahai dan Penghayat Kepercayaan Parmalim dan Kejawen. Dari kegiatan ini para peserta diharapkan mendapatkan wawasan tentang tradisi puasa dalam komunitas lintas agama sekaligus jaringan sosial yang berguna bagi penguatan interfaith relation. Berdasarkan evaluasi setengah tahun setelah kegiatan, tim pengabdi menemukan peningkatan interaksi antar peserta kegiatan dengan komunitas lintas agama baik melalui silaturahmi atau kolaborasi program kegiatan untuk penguatan tata kelola keagamaan

Keywords

Inklusivitas Beragama Dialog Agama Relasi Antar Iman

Article Details

How to Cite
Ansor, M., Pakpahan, S., Habibi, M., Masyhur, L. S., & Hermanto, B. (2025). Melawan Narasi Pekanbaru Intoleran: Penguatan Inklusivitas Beragama Melalui Dialog Pengalaman Puasa dalam Tradisi Lintas Agama dan Kepercayaan . Connection: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 165-180. https://doi.org/10.32505/connection.v5i2.12162

References

  1. Afandi, Agus, Nabiela Laily, Noor Wahyudi, Muchammad Helmi Umam, Ridwan Andi Kambau, Siti Aisyah Rahman, Mutmainnah Sudirman, Jamilah, Nurhira Abdul Kadir, Syahruni Junaid, Serliah Nur, Rika Dwi Ayu Parmitasari, Nurdiyanah, Marzuki Wahid, and Jarot Wahyudi. 2022. Metodologi Pengabdian Masyarakat. edited by Suwendi, A. Basir, and J. Wahyudi. Jakarta: Kementerian Agama.
  2. Alit. 2024. Suku Asli Anak Rawa. Jogyakarta: Zahir Publishing.
  3. Andyarini, Esti Novi, Sarita Oktorina, and Hamim Rosidi. 2020. “Strengthening Self Capacity of Ex-Localization of Prostitution Community at Bangunsari Surabaya for Economic Independence through Asset Based Community-Driven Development (ABCD) Approach.” Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4(2):278–97. doi: 10.29062/engagement.v4i2.293.
  4. Anon. 2025. “Biduk #04: Mengupas Tradisi Puasa Lintas Agama Dan Peran Negara Dalam Keberagaman.” Https://Www.Indragiri.Com. Retrieved July 10, 2025 (https://www.indragiri.com/2025/03/biduk-04-mengupas-tradisi-puasa-lintas.html?m=1).
  5. Ansor, Muhammad. 2014. “‘We Are from the Same Ancestors’’: Christian-Muslim Relations in Contemporary Aceh Singkil.’” Al-Albab 3(1):3–24. doi: 10.24260/alalbab.v3i1.92.
  6. Ansor, Muhammad. 2024. Berebut Paling Saleh: Muslim Puritan Dan Tradisionalis Di Pedesaan Aceh Tamiang. Depok: Rajawali Pers.
  7. Ansor, Muhammad, and Laila Sari Masyhur. 2013. “Religion, Marginality and Power Relations: Religious Conversion and Religiosity of the Indigenous People in Penyengat.” Al-Albab 2(2):169–86. doi: 10.24260/alalbab.v2i2.34.
  8. Ansor, Muhammad, and Laila Sari Masyhur. 2023. “Satu Kampung Enam Iman: Penguatan Integrasi Sosial Melalui Perayaan Tujuh Liku Pada Suku Asli Anak Rawa Di Siak, Riau.” Connection: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3(1):1–16. doi: 10.32505/connection.v3i1.6242.
  9. Ansor, Muhammad, Laila Sari Masyhur, Bambang Hermanto, and Mhmd Habibi. 2024. “Penguatan Kemitraan Lintas Iman Muslim Dan Bahai Melalui Bincang Diskursus Keragaman (BIDUK) #01 ISAIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau.” Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2(1):46–56.
  10. Ansori, Arif, Abdul Aziz Al Haq, Muhammad Abrar, Suryadi, Erico Alfayed, Sri Ayu Lestari, Nurwidia Ningsih, Melani Nur Intan, Sovie Fadila, Multisari Rambe, and Laila Sari Masyhur. 2025. “Pendampingan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Melalui Ecobrick, Ecoprint, Dan Bank Sampah.” Menara Riau 19(1):44–57. doi: 10.24014/menara.v19i1.31556.
  11. Arbesmann, Rudolph. 1951. “Fasting and Prophecy in Pagan and Christian Antiquity.” Traditio 7:1–71. doi: 10.1017/S0362152900015117.
  12. Azdajic, Dejan. 2019. “Dialogue Beyond Belief: The Role of Participation in Religious Practices as the Meeting Point for Muslim Christian Encounter.” Transformation: An International Journal of Holistic Mission Studies 36(3):196–209. doi: 10.1177/0265378819852273.
  13. Byrnes, Melissa K. 2017. “Ramadan in the Republic: Imperial Necessity and Local Religious Assistance to Muslim Migrants.” French Cultural Studies 28(1):5–16. doi: 10.1177/0957155816678592.
  14. Dugan, Kathleen M. 1995. “Fasting For Life: The Place of Fasting in the Christian Tradition.” Journal of the American Academy of Religion LXIII(3):539–48. doi: 10.1093/jaarel/LXIII.3.539.
  15. Grayman, Jesse Hession. 2012. “Humanitarian Encounters in Post-Conflict Aceh, Indonesia.” Harvard University.
  16. Hasbullah, Hasbullah, Wilaela Wilaela, Masduki Masduki, Jamaluddin Jamaluddin, and Imron Rosidi. 2022. “Acceptance of the Existence of Salafi in the Development of Da’wah in Riau Islamic Malay Society.” Cogent Social Sciences 8(1):2107280. doi: 10.1080/23311886.2022.2107280.
  17. Hopkins, Peter, Katherine Botterill, Gurchathen Sanghera, and Rowena Arshad. 2017. “Encountering Misrecognition: Being Mistaken for Being Muslim.” Annals of the American Association of Geographers 107(4):934–48. doi: 10.1080/24694452.2016.1270192.
  18. Jahroni, Jajang. 2015. “The Political Economy of Knowledge: Salafism in Post-Soeharto Urban Indonesia.” Boston University.
  19. Jahroni, Jajang. 2020. “Saudi Arabia Charity and the Institutionalization of Indonesian Salafism.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 58(1):35–62. doi: 10.14421/ajis.2020.581.35-62.
  20. Johnston-Bloom, Ruchama Jerusha. 2013. “Oriental Studies and Jewish Questions: German-Jewish Encounters with Muhammad, the Qur’an, and Islamic Modernities.” The University of Chicago.
  21. Khotimah, Khotimah, and Imron Rosidi. 2020. “Negotiating Piety and Radicalism: A Study Among Muslim Youth in Pekanbaru, Indonesia.” Jurnal Ilmiah Peuradeun 8(3):633. doi: 10.26811/peuradeun.v8i3.377.
  22. Maestri, Gaja, and Sarah M. Hughes. 2017. “Contested Spaces of Citizenship: Camps, Borders and Urban Encounters.” Citizenship Studies 21(6):625–39. doi: 10.1080/13621025.2017.1341657.
  23. Mahally, Abdul Halim. 2025. “Korupsi Dan Puasa Komprehensif.” Https://Riaupos.Jawapos.Com. Retrieved July 10, 2025 (https://riaupos.jawapos.com/petuah-ramadan/2255804450/korupsi-dan-puasa-komprehensif).
  24. Masyhur, Laila Sari, Bambang Hermanto, Alimuddin Hassan Palawa, Muhammad Ansor, and Muhammad Al Amin. 2024. “Penguatan Moderasi Beragama Guru Dan Penyuluh Agama Islam Riau Melalui Workshop Virtual Literasi Keagamaan Lintas Budaya.” Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4(2):78–87. doi: 10.59458/jwl.v4i2.83.
  25. Nazri, Nur Hidayah. 2025. Desa Pancasila Di Tepi Sungai Siak. Pekanbaru.
  26. Possamai, Adam, Kathleen Openshaw, Pedram Khosronejad, Ayesha Rasheed, and Aisha Mubashar. 2022. “Ramadan: Devotion, Compassion, and Purification in Sydney.” Contemporary Islam 16(2–3):193–207. doi: 10.1007/s11562-022-00497-3.
  27. Qurtuby, Sumanto Al. 2013a. “Interreligious Violence, Civic Peace, and Citizenship: Christian and Muslim in Maluku, Eastern Indonesia.” Boston University.
  28. Qurtuby, Sumanto Al. 2013b. “Peacebuilding in Indonesia: Christian–Muslim Alliances in Ambon Island.” Islam and Christian–Muslim Relations 24(3):349–67. doi: 10.1080/09596410.2013.785091.
  29. Rosadi, Andri. 2022. “Deprived Muslims and Salafism: An Ethnographic Study of the Salafi Movement in Pekanbaru, Indonesia.” Religions 13(10):911. doi: 10.3390/rel13100911.
  30. Rosidi, Imron. 2023. “Harun Nasution’s Influence on Shaping Muslim Intellectual’s Development in Indonesia.” Contemporary Islam. doi: 10.1007/s11562-023-00523-y.
  31. Rubaidi, Rubaidi, Masdar Hilmy, Ali Mas’ud, and Kunawi Basyir. 2023. “Resisting the Surge of Salafism among Malay and Javanese Muslims: The Dynamics of the Tarekat Naqshbandiya and Qadiriya Wa Naqshbandiya in Promoting Peaceful Islam in Riau Sumatera.” Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam 13(1):1–31. doi: 10.15642/teosofi.2023.13.1.1-31.
  32. Salahuddin, Nadhir, Afida Safriani, Moh. Ansori, Mohammad Hanafi, Nabiela Naily, Advan Navis Zubaidi, Rizka Safriani, Muchammad Helmi Umam, Wahyu Ilaihi, Amal Taufiq, and Endratno Pilih Swasono. 2015. Panduan KKN ABCD UIN Sunan Ampel Surabaya: Asset Based Community-Driven Development. edited by Sulanam. Surabaya: LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya.
  33. Schmidt, Leonie. 2012. “Urban Islamic Spectacles: Transforming the Space of the Shopping Mall during Ramadan in Indonesia.” Inter-Asia Cultural Studies 13(3):384–407. doi: 10.1080/14649373.2012.689708.
  34. Shaker, Reza. 2021. “‘Saying Nothing Is Saying Something’: Affective Encounters with the Muslim Other in Amsterdam Public Transport.” Annals of the American Association of Geographers 1–19. doi: 10.1080/24694452.2020.1866488.
  35. Syafii, Muhammad. 2017. “Konflik Kebebasan Beragama Di Pekanbaru Riau.” Mohammadsyafiie.Blogspot.Com. Retrieved July 10, 2025 (https://mohammadsyafiie.blogspot.com/2017/06/kebijakan-dan-penegakan-hukum-yang.html).
  36. Voloder, Lejla. 2012. “Secularism, Society, and Symbols of Religion: Bosnian Muslim Australians Encounter Christmas.” Pp. 71–86 in Flows of Faith. Dordrecht: Springer Netherlands.
  37. Yosarie, Ikhsan, and Halili Hasan. 2025. Indeks Kota Toleran Tahun 2024. edited by S. Insiyah. Jakarta: Pustaka Masyarakat Setara.
  38. Yunas, Santi. 2024. “DPRD Geram, Pekanbaru Disebut Kota Intoleran.” Https://Www.Rri.Co.Id. Retrieved (https://www.rri.co.id/daerah/1557334/dprd-geram-pekanbaru-disebut-kota-intoleran).