Main Article Content

Abstract

Administrasi pemerintahan yang tertib dan berbasis teknologi informasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel di Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, masih ditemukan berbagai permasalahan dalam pengelolaan administrasi kependudukan, seperti keterbatasan kemampuan aparatur dalam pemutakhiran data, lemahnya sistem pembaruan kartu keluarga, rendahnya pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi, serta minimnya pemanfaatan teknologi informasi. Kondisi tersebut menghambat efisiensi pelayanan publik dan menurunkan tingkat kepuasan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan Negeri Batu Merah dalam mengelola administrasi kependudukan secara tertib, efektif, dan berbasis teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan lima tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penyusunan program keberlanjutan. Kegiatan dilaksanakan selama delapan jam dan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas aparatur negeri dan unsur masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan tingkat kehadiran peserta mencapai 100%, peningkatan pengetahuan sebesar 73%, dan tingkat kepuasan mencapai 92%. Luaran kegiatan meliputi sistem basis data kependudukan berbasis Excel, template formulir digital, prosedur standar operasional, dan sistem pengarsipan hybrid. Implementasi program ini mampu mempercepat waktu pelayanan dari 5–7 hari menjadi 2–3 hari serta meningkatkan kepuasan masyarakat dari 65% menjadi 88%. Model pengelolaan administrasi ini direkomendasikan sebagai praktik baik bagi negeri-negeri lain di Kecamatan Sirimau

Keywords

Administrasi Pemerintahan Penataan Administrasi Kependudukan Pelayanan Publik Pengabdian Masyarakat Teknologi Tepat Guna

Article Details

How to Cite
Fadli, Z., Rengifurwarin, Z. A., Bahasoan, A., & Madjid, L. (2025). Peningkatan Kapasitas Administrasi Pemerintahan melalui Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi Tepat Guna di Batu Merah Ambon. Connection: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 309-321. https://doi.org/10.32505/connection.v5i2.12584

References

  1. Arsjad, M. F. (2018). Peranan aparat desa dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan desa di Desa Karyamukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Journal of Public Administration Studies, 1(1), 45-58.
  2. Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. Sage Publications.
  3. Chevalier, J. M., & Buckles, D. J. (2022). Participatory action research: Theory and methods for engaged inquiry (2nd ed.). Routledge.
  4. Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2023). Designing and conducting mixed methods research (4th ed.). Sage Publications.
  5. Green, G. P., & Haines, A. (2021). Asset building and community development (5th ed.). Sage Publications.
  6. Guijt, I. (2021). Participatory monitoring and evaluation in the 21st century: Evolving opportunities and challenges. American Journal of Evaluation, 42(2), 168-185. https://doi.org/10.1177/1098214020934069
  7. Hasanah, U., & Wijaya, A. (2022). Digital transformation challenges in rural government administration: A case study of East Java villages. Journal of Public Administration Research, 15(3), 245-261.
  8. Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2023). The action research planner: Doing critical participatory action research (4th ed.). Springer.
  9. Kindon, S., Pain, R., & Kesby, M. (2021). Participatory action research approaches and methods: Connecting people, participation and place (2nd ed.). Routledge.
  10. McTaggart, R. (2022). Participatory action research: International contexts and consequences. Educational Action Research, 30(1), 15-32. https://doi.org/10.1080/09650792.2021.1933409
  11. Pratama, R., Sari, D., & Kusuma, B. (2021). Strengthening village administration through information technology: Lessons from Indonesian local governance. International Journal of Public Sector Management, 34(2), 189-205. https://doi.org/10.1108/IJPSM-08-2020-0213
  12. Pratiwi, S., & Suharto, E. (2021). Capacity building for digital village administration: A longitudinal study in Central Java. Public Administration and Development, 41(4), 178-192. https://doi.org/10.1002/pad.1958
  13. Rahmawati, N., Budiono, P., & Setiawan, H. (2023). Appropriate technology for rural administration: Excel-based population database implementation. Technology in Society, 72, 102-115. https://doi.org/10.1016/j.techsoc.2022.102115
  14. Sanders, E. B. N., & Stappers, P. J. (2022). Co-creation and the new landscapes of design. CoDesign, 18(1), 5-19. https://doi.org/10.1080/15710882.2021.1997949
  15. Setiawati, B., & Suparti, H. (2024). Kapabilitas pemerintahan desa dalam collaborative governance. PubBis: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis, 8(1), 39-49. https://doi.org/10.35722/jurnalpubbis.v8i1.948
  16. Supriyanto, Nourma Ulva Kumala Devi, & Handoyo, M. (2024). Sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) berbasis digitalisasi di Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 9(1), 1-12.
  17. Suryanto, A., Dewi, L., & Rahman, F. (2023). Digital divide in village administration: Evidence from East Java districts. Government Information Quarterly, 40(2), 301-318. https://doi.org/10.1016/j.giq.2023.101742
  18. Tihurua, F. S., Bahasoan, A., & Rengifurwarin, Z. A. (2023). Implementasi sistem informasi administrasi kependudukan dalam meningkatkan pelayanan publik di tingkat desa. Jurnal Administrasi Publik, 15(2), 78-92.
  19. Wardani, K., & Kusuma, T. (2022). SIAK implementation and its impact on rural public service delivery. Asian Journal of Public Administration, 44(3), 412-428. https://doi.org/10.1080/02598272.2022.2089654