Main Article Content
Abstract
Pengabdian ini bertujuan untuk melihat peranan play therapy dalam mengembangkan interaksi siswa pada SMP 8 kota jambi. Pada kegiatan pelaksanaan PKM ini menggunakan setting klasikal dengan menggunakan play therapy dalam mengembangkan interaksi sosial siswa melalui metode berikut: 1) Metode Sosialisasi: Melalui metode ini dilakukan proses penanaman atau transfer kebiasaan pada satu generasi kepada generasi berikutnya bisa melalui bentuk individual, kelompok dan masyarakat. Metode ini digunakan untuk memberi beberapa penjelasan tentang interaksi sosial dan panduan play therapy, serta jejak pendapat. 2) Metode play therapy: Metode ini dikembangkan dengan dasar konsep yang telah matang,. Melalui metode ini siswa dilatih untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang baik dalam melakukan kerja sama dan melatih kontak sosial antar siswa. Adapun hasil dalam PKM dan hasil dari kegiatan PKM ini juga terlihat dalam praktik dan workshop siswa sangat tertarik dengan metode ini karena dalam metode ini tidak hanya menekankan pada pembentukan dinamika interaksi sosial namun juga menekankan pada membangun dinamika anggota kelas sehingga dalam pelaksanaan peserta layanan memperoleh kemampuan dinamika dalam mengembangkan interaksi sosial. Adapun kesimpulan dari PKM ini dapat meningkatkan Interaksi sosial siswa melalui metode play therapy.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Dwistia, H., Latif, S., & Widiastuti, R. (2013). Hubungan Interaksi Sosial Peserta Didik Dengan Prestasi Belajar. Bimbingan Dan Konseling, 1–12.
- Haas, M. De, Aroyo, A. M., Brain, R., Barakova, E., Design, I., Haselager, W., & Smeekens, I. (2016). The Effect Of A Semi-Autonomous Robot On. IEEE, 376–381.
- Hatiningsih, N. (2013). Play Therapy Untuk Meningkatkan Konsentrasi Pada Anak Attention Deficit Hyperactive Disorder (AdHD). Jipt, 01(02), 324–342.
- Katrhhryn, G., David, G., & Rebecca, F. Y. (2016). Konseling Anak-Anak (B. Sarwiji (ed.); 4th ed.). PT.
- Loban, M. N., Wibowo, M. E., & Purwanto, E. (2017). Jurnal Bimbingan Konseling Model Bimbingan Kelompok menggunakan Games untuk Meningkatkan Hubungan Interpersonal Siswa Abstrak. Jurnal Bimbingan Konseling, 6(1), 54–61.
- Marimbun. (2021). Meningkatkan Minat Membaca Mahasiswa Melalui Bimbingan Kelompok Topik Tugas. Jurnal KOPASTA, 8(1), 54–65. https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/kopastajournal/article/view/2978
- Marimbun, M. (2019). Minat Membaca dan Implementasinya dalam Bimbingan dan Konseling. ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 2(2), 74–84. https://doi.org/10.32505/ENLIGHTEN.V2I2.1361
- Marimbuni, M., Syahniar, S., & Ahmad, R. (2017). Kontribusi Konsep Diri dan Kematangan Emosi Terhadap Penyesuaian Diri Siswa dan Implikasinya Dalam Bimbingan Dan Konseling. Insight Jurnal Bimbingan Konseling, 6(2), 165–175. https://doi.org/10.21009/insight.062.05
- Mirahmadi, Z., & Alamdarloo, G. H. (2016). The Effectiveness of Group Play Therapy on Social Skills of Female Students With Intel-lectual Disability. In Physical Treatments (Vol. 6, Issue 2).
- Pendidikan, M., Kebudayaan, D. A. N., & Indonesia, R. (2014). Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomor 111 tahun 2014.
- Putri, D. A. W. M. (2014). Gestalt play therapy untuk menangani masalah penyesuaian sosial : studi kasus pada siswa taman. seminar nasional riset inovatif.
- Setiawan, D., & Lianawati, A. (2020). Group Play Therapy efektif meningkatkan interaksi sosial teman sebaya di PKBM Mandiri Surabaya. Electronic) Pusat Kajian BK Unindra-IKI, 257(2), 257–263. https://doi.org/10.26539/teraputik.42433
- Sumarno, H. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial (Widiyantoro (ed.); 1st ed.). Solo Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
- Suwarjo, & Eliasa. (2011). Permainan (Games) dalam Bimbingan dan Konseling. Paramitra Publishing.
- Witarsa, R., Hadi, R. S. M., Nurhananik, & Haerani, N. R. (2018). Pengaruh penggunaan gadget terhadap kemampuan interaksi sosial siswa sekolah dasar. pedagogik, vi, 9–20.