PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

TELAAH ATAS PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

  • Ida Nurjanah . UIN Sunan Kalijaga

Abstract

Kondisi pendidikan di masing-masing negara tentu berbeda. Hal ini bisa disebabkan adanya perbedaan suku, bahasa dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan yang bisa menerima berbagai perbedaan tersebut yaitu melalui pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural di Indonesia sendiri telah diwacanakan oleh pakar pendidikan sudah sejak lama. Salah satunya tokoh pendidikan itu adalah Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, yang sudah membuat konsep-konsep dan pemikiran tentang pendidikan multikultural. Ia merupakan pakar yang berkecimpung di dunia pendidikan bahkan banyak para tokoh lain maupun konsep pendidikan yang ada di Indonesia saat ini adalah merujuk pada pemikiran beliau. Corak pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah bersifat nasionalis dan universal. Nasionalistik, karena pendidikannya berdasar pada prinsip budaya bangsa, sedangkan universal adalah menghendaki pendidikan yang bisa diterima dan dinikmati oleh berbagai kelompok, golongan, ras, suku, bangsa, agama dan budaya. Sehingga dari pemikirannya tersebut menitikberatkan pada ajaran budi pekerti, kemerdekaan, kemanusiaan dan budaya bangsa (multikultural).  

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Nov 13, 2018
How to Cite
., Ida Nurjanah. PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA. Al - Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 539-559, nov. 2018. ISSN 2550-0686. Available at: <http://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/ikhtibar/article/view/560>. Date accessed: 20 feb. 2019.
Section
Articles
Abstract viewed = 0 times