Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena peranan budaya literasi pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, khususnya di sekolah penggerak, dengan fokus pada kontribusi sekolah dalam membentuk budaya literasi yang berkelanjutan. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman dan makna budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini melibatkan pendidik dan siswa sebagai subjek utama. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi tema dan subtema yang muncul dari data kualitatif. Pemahaman tentang konsep budaya literasi, peran pendidik, dan dampak budaya literasi pada sekolah penggerak menjadi fokus utama penelitian ini. Hasil penelitian ini sekolah penggerak telah melakukan upaya internalisasi budaya literasi disekolah, hal ini berdampak pada skor literasi disekolah diatas kemampuan literasi minimal. Literasi yang terbangun terfokus pada literasi membaca dan menulis. Kendala yang muncul dalam pengembangan literasi yang lain terletak pada akses pengembangan kemampuan guru berfokus pada diversifikasi kegiatan budaya literasi selain itu perlu pemenuhan terhadap    diversifikasi jenis buka dengan mempertimbangkan keminatan siswa.


 

Keywords

Budaya Literasi Fenomenologi Sekolah Penggerak Literasi Numerasi

Article Details

How to Cite
Muzakki, M. A., Putri, A. R., & Zaiyar, M. (2023). Studi Fenomenologi Peranan Budaya Literasi Pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah di Sekolah Penggerak. Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan, 10(2), 1-12. https://doi.org/10.32505/ikhtibar.v10i2.7387

References

  1. Abidin, Y., Mulyati, T., & Yunansah, H. (2021). Pembelajaran literasi: Strategi meningkatkan kemampuan literasi matematika, sains, membaca, dan menulis. Bumi Aksara.
  2. Anwas, E. O. M., Afriansyah, A., Iftitah, K. N., Firdaus, W., Sugiarti, Y., Supandi, E., & Hadiana, D. (2022). Students’ Literacy Skills and Quality of Textbooks in Indonesian Elementary Schools. International Journal of Language Education, 6(3), Article 3. https://doi.org/10.26858/ijole.v6i3.32756
  3. Ataro, G. (2020). Methods, methodological challenges and lesson learned from phenomenological study about OSCE experience: Overview of paradigm-driven qualitative approach in medical education. Annals of Medicine and Surgery, 49, 19–23. https://doi.org/10.1016/j.amsu.2019.11.013
  4. Ekowati, D. W., Astuti, Y. P., Utami, I. W. P., Mukhlishina, I., & Suwandayani, B. I. (2019). Literasi Numerasi di SD Muhammadiyah. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 3(1), Article 1. https://doi.org/10.30651/else.v3i1.2541
  5. Genlott, A. A., & Grönlund, Å. (2013). Improving literacy skills through learning reading by writing: The iWTR method presented and tested. Computers & Education, 67, 98–104. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2013.03.007
  6. Halim, A. (2022). Signifikansi dan Implementasi Berpikir Kritis dalam Proyeksi Dunia Pendidikan Abad 21 Pada Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 3(03), 404–418.
  7. Hidayah, L. (2017). Implementasi Budaya Literasi di Sekolah Dasar Melalui Optimalisasi Perpustakaan: Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri di Surabaya. JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan), 1(2), Article 2. https://jim.unisma.ac.id/index.php/JU-ke/article/view/791
  8. Patilima, S. (2022). Sekolah Penggerak sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar.
  9. Permatasari, F. (2019). Problematika Penerapan Gerakan Literasi Sekolah. Jurnal Koulutus, 2(1), 138–143.
  10. Sari, V. P., & Sayekti, I. C. (2022). Evaluasi pelaksanaan asesmen kompetensi minimum (AKM) pada kompetensi dasar literasi membaca peserta didik sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(3), 5237–5243.
  11. Satriawan, W., Santika, I. D., & Naim, A. (2021). Guru Penggerak Dan Transformasi Sekolah Dalam Kerangka Inkuiri Apresiatif. Al-Idarah : Jurnal Kependidikan Islam, 11(1), Article 1. https://doi.org/10.24042/alidarah.v11i1.7633
  12. Selvi, K. (2008). Phenomenological Approach in Education. In A.-T. Tymieniecka (Ed.), Education In Human Creative Existential Planning (pp. 39–51). Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-1-4020-6302-2_4
  13. Shafiei Sarvestani, M., Mohammadi, M., Afshin, J., & Raeisy, L. (2019). Students’ Experiences of E-Learning Challenges; a Phenomenological Study. Interdisciplinary Journal of Virtual Learning in Medical Sciences, 10(3), 1–10. https://doi.org/10.30476/ijvlms.2019.45841
  14. Sumo, M., Mansur, M., & Hidayat, T. (2023). Strengthening Literacy: Assistance by the AKMI Service Team 2022. Al-Ridha: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 15–26.
  15. Syofyan, H., Susanto, R., Wijaya, Y. D., Vebryanti, V., & P, M. T. (2019). PEMBERDAYAAN GURU DALAM LITERASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA. International Journal of Community Service Learning, 3(3), Article 3. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v3i3.20816