Main Article Content

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris semakin menjadi kebutuhan esensial di era globalisasi. Anak-anak, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap sumber belajar Bahasa Inggris, sering menghadapi kesulitan dalam mempelajari bahasa asing ini. Kegiatan pada pengabdian ini adalah melakukan pelatihan komunikasi interaktif yang memanfaatkan bahasa daerah sebagai jembatan untuk menstimulasi minat dan kemampuan berbicara Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Desa Lubuk Damar. Metode yang digunakan adalah  Participatory Action Research, dengan memberikan pelatihan komunikasi interaktif kepada 2 orang guru dan 10 orang siswa selama 7 JP baik langsung maupun melalui WAG. Pelatihan interaktif yang melibatkan bahasa daerah membuat proses belajar lebih menyenangkan dan mengurangi hambatan bahasa. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya dan keberagaman bahasa daerah yang perlu disesuaikan dengan konteks lokal. Pelatihan ini disarankan dapat diberikan lagi di sekolah yang masih menggunakan metode komunikasi satu arah hingga dapat menstimulasi minat siswa terhadap Bahasa Inggris dan menambah pengetahuan guru-guru terhadap cara berkomunikasi yang tepat sesuai kebutuhan.

Keywords

Kemampuan Berkomunikasi Bahasa Inggris Era Globalisasi

Article Details

References

  1. Bungin, B. (2009). Sosiologi Komunikasi Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.
  2. Chambers, R. (2014). Rural development: Putting the Last First. Routledge.
  3. Cummins, J. (2017). Multilingualism in Classroom Instruction: “I think it’s helping my brain grow”. Scottish Languages Review, 33, 5-18.
  4. Dewi, N. P., & Hadi, S. (2012). Metodologi Penelitian Aksi Partisipatif (PAR) dalam Konteks Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.
  5. Junaidi, M. (2020). Implementasi Pembelajaran Aktif di Sekolah Dasar: Studi Kasus di Desa Kalimukti. Jurnal Pendidikan.
  6. Nugraha, M. F., Hendrawan, B., Pratiwi, A. S., Permana, R., Saleh, Y. T., Nurfitri, M., & Husen, W. R. (2020). Pengantar Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Edu Publisher.
  7. Nugroho, H. (2014). Model Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Bahasa. Alfabeta.
  8. Olsson, L., Opondo, M., Tschakert, P., Agrawal, A., Eriksen, S., Ma, S., & Zakieldeen, S. (2014). Livelihoods and Poverty. In Climate Change 2014 Impacts, Adaptation and Vulnerability: Part A: Global and Sectoral Aspects (pp. 793-832). Cambridge University Press.
  9. Rahmat, H., & Jannatin, M. (2018). Hubungan Gaya Mengajar Guru dengan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris. El Midad: Jurnal Jurusan PGMI, 10(2), 98-111.
  10. Wero, L., Laksana, D. N. L., & Lawe, Y. U. (2021). Integrasi Konten dan Konteks Budaya Lokal Etnis Ngada dalam Bahan Ajar Multilingual untuk Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar. Mimbar PGSD Undiksha, 9(3), 515-522.
  11. Wiryanto. (2008). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: P.T. Grasindo.
  12. Yin, R. K. (2009). Case Study Research: Design and Methods (Vol. 5). Sage.