Main Article Content

Abstract

This study aims to analyze the sanctions imposed on perpetrators of child rape from the perspective of Islamic criminal law and to compare them with the provisions contained in Law Number 12 of 2022 concerning Sexual Violence Crimes. This research is motivated by the need to assess the extent to which the national legal system accommodates the principles of moral and spiritual justice emphasized in Islamic law. The methodology employed is normative legal research using a library research approach and a comparative case approach. The data sources consist of primary legal materials such as laws and court decisions, as well as secondary legal materials including literature on criminal law and both classical and contemporary fiqh texts. The findings reveal that Islamic criminal law provides a more comprehensive basis for imposing sanctions, as it emphasizes the protection of honor (al-‘irdh) and life (al-nafs), through the application of hudud or ta‘zir punishments to achieve substantive justice. Meanwhile, Law No. 12 of 2022 is more oriented toward procedural justice and victim protection. Therefore, integrating Islamic legal values is essential to strengthen both the effectiveness and moral dimensions of law enforcement against perpetrators of child rape.

Keywords

Legal Review Sanctions Child Rape

Article Details

How to Cite
Kinaryosi, R., & Iwan, I. (2025). Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Sanksi Bagi Pelaku Pemerkosaan Anak; Analisis UU. No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Legalite : Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam, 10(2), 89-105. https://doi.org/10.32505/legalite.v10i2.12836

References

  1. Apanda, Epan, dan Noor Azizah. “Legal Protection for Victims of Sexual Harassment on Social Media from the Perspective of Islamic Criminal Law.” Istinbath: Jurnal Hukum 20, no. 2 (2023): 123–135. https://doi.org/10.32332/istinbath.v20i02.9772.
  2. Ariani, Nevey Varida. “Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam Upaya Melindungi Kepentingan Anak.” Jurnal Media Hukum 21, no. 1 (2014): 1. https://doi.org/10.18196/jmh.v21i1.1160.
  3. Darsi, dan Halil Husairi. “Tazir dalam Perspektif Fiqh Jinayat.” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum 16, no. 2 (2018): 2. https://doi.org/10.32694/qst.v16i2.787.
  4. Fachruddin, Khalid, dan Yadi Harahap. “Child Justice System in Uqubat Dropping of Child Sexual Abuse of Children: (Case Study of Meulaboh Syar’iyah Court Decision Number 1/JN.Anak/2022/MS.Mbo).” Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam 8, no. 1 (2023): 109–122. https://doi.org/10.25217/jm.v8i1.2970.
  5. Fatimah, Siti, dan Mustiqowati Ummul Fithriyyah. “Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di Kota Pekanbaru.” Jurnal Desentralisasi dan Kebijakan Publik 4, no. 2 (2023): 2. https://doi.org/10.30656/jdkp.v4i2.7199.
  6. Ihsan Sumarsono, Muammar. “Perlindungan Hukum terhadap Anak yang Menjadi Korban Eksploitasi Seksual oleh Mucikari dan Calo di Kota Pontianak Ditinjau dari Sudut Viktimologi.” Jurnal Hukum Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura 2, no. 3 (2014): 1–9.
  7. Irwanto, Dedi. “Efektivitas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kota Medan dalam Penanganan Tindak Kekerasan terhadap Perempuan.” Universitas Pembangunan Panca Budi, 2022.
  8. Iskandar, Salma Amelinda. “UU TPKS: Upaya Negara Hukum yang Membahagiakan Rakyatnya?” Souvereignty 2, no. 3 (2023): 3.
  9. Lubis, Muhammad Ansori, dan Lestari Victoria Sinaga. “Tindak Pidana Eksploitasi Seksual (Perkosaan) oleh Orang Tua Tiri terhadap Anak di Bawah Umur (Studi Putusan PN Medan No. 1599/Pid.B/2007/PN Mdn).” Jurnal Rectum: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana 2, no. 2 (2020): 2. https://doi.org/10.46930/jurnalrectum.v2i2.638.
  10. Marsaid. “Perlindungan Hukum Anak Pidana dalam Perspektif Maqasid Asy-Syariah (Studi Kasus Penanganan Anak Pidana di Lembaga Pemasyarakatan Jambi).” Disertasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/14709/.
  11. Mayasari, Seva, dan Noor Azizah. “A Review of Islamic Criminal Law on Non-Penal Policies in Combating Sexual Violence in Banda Aceh City.” Al-Maqasid: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan 11, no. 1 (2025): 63–91. https://doi.org/10.24952/almaqasid.v11i1.15282.
  12. Mustika, Vina, dan Iwan. “Restitusi terhadap Korban Kekerasan Seksual di LPSK Medan: Analisis Hukum Pidana dan Hukum Pidana Islam.” Legalite: Jurnal Perundang-undangan dan Hukum Pidana Islam 9, no. 2 (2024): 117–131. https://doi.org/10.32505/legalite.v9i2.9224.
  13. Nasrullah, Mochammad Ridho, Ariawan Gunadi, dan Indah Siti Aprilia. “Pelecehan Seksual atas Dasar Suka Sama Suka Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014.” Jurnal Serina Sosial Humaniora 1, no. 1 (2023): 105–108. https://doi.org/10.24912/jssh.v1i1.24489.
  14. Nasution, Faisal Nawi. “Tinjauan Hukum Islam terhadap Pemidanaan Anak Pelaku Pemerkosaan dalam Hukum Positif.” Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar’i 4, no. 2 (2017): 153–202. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v4i2.7872.
  15. Nova, Efren, dan Edita Elda. “Implikasi Yuridis Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual terhadap Korban dalam Sistem Peradilan Pidana Terpadu yang Berkeadilan Gender.” UNES Law Review 5, no. 2 (2022): 564–579. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i2.361.
  16. Nuraida, Afni, dan Itok Dwi Kurniawan. “Analisis Pertimbangan Hakim Mengabulkan Permohonan Restitusi bagi Anak Korban Tindak Pidana Persetubuhan.” Verstek 12, no. 1 (2024): 117–127. https://doi.org/10.20961/jv.v12i1.80555.
  17. Nurisman, Eko. “Risalah Tantangan Penegakan Hukum Tindak Pidana Kekerasan Seksual Pasca Lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 4, no. 2 (2022): 170–196. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.170-196.
  18. Pratama, Iqhbal Putra, dan Iwan. “Tinjauan Yuridis terhadap Eksploitasi Anak (Studi Komparasi Eksploitasi Anak di Jalanan dan Konten Kreator).” Journal of Law, Society, and Islamic Civilization 12, no. 2 (2024): 83–93. https://doi.org/10.20961/jolsic.v12i2.93364.
  19. Rokhmadi. “Hukuman Rajam bagi Pelaku Zina Muhshan dalam Hukum Pidana Islam.” At-Taqaddum 7, no. 2 (2017): 2. https://doi.org/10.21580/at.v7i2.1209.
  20. Rosyid, Muhammad Aenur, dan Hoirun Nisa. “Kualitas Kesaksian Testimonium de Auditu pada Putusan Mahkamah Syar’iyah Aceh terhadap Tindak Pidana Perkosaan Anak.” Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 9, no. 1 (2023): 1. https://doi.org/10.15642/aj.2023.9.1.76-91.
  21. Sari, Seva Maya, dan Toguan Rambe. “Tindakan Preventif terhadap Kekerasan Seksual di Kampus (Studi di UIN Sumatera Utara dan UIN Syahada Padangsidimpuan).” Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam 11, no. 2 (2024): 174–183. https://doi.org/10.32832/yustisi.v11i2.16673.
  22. Sufrizal, Muhammad Alwin Abdillah, dan M. Anzaikhan. “Analisis Hukuman Tazir dan Metode Istinbath Hukum Perspektif Imam Malik.” Dusturiyah: Jurnal Hukum Islam, Perundang-undangan dan Pranata Sosial 13, no. 2 (2023): 2. https://doi.org/10.22373/dusturiyah.v13i2.19367.
  23. Wahyuni, Fitri. “Sanksi Pidana Pemerkosaan terhadap Anak menurut Hukum Pidana Positif dan Hukum Pidana Islam.” Jurnal Media Hukum 23, no. 1 (2016). https://doi.org/10.18196/jmh.2015.0071.95-109.