Main Article Content

Abstract

Penelitian ini ingin menganalisis pengaturan autopsi dalam perpektif hukum Islam, menganalisis pelaksanaan autopsi di provinsi Aceh, dan ingin mengetahui kendala pelaksanaan autopsi pada masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis sosiologis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan hasil: Pertama, Dalam kondisi tertentu, autopsi dibenarkan menurut hukum Islam. Beberapa ulama berpendapat bahwa autopsi forensik melanggar rasa hormat mayat karena memotong atau menghancurkan tulang. Akan tetapi, sebagian ulama membenarkan autopsi dengan dalih menciptakan manfaat di bidang keselamatan, keadilan dan kesehatan. Kedua, Autopsi di Aceh dilaksanakan berdasarkan Pasal 133 KUHAP. Untuk penegakan hukum, jenazah dikirim ke ahli medis untuk perawatan yang layak, dengan penghormatan terhadap jenazah, dan label identitas jenazah, lokasi, dan stempel. Kemudian penyidik mengeluarkan surat permintaan dan autopsi dilakukan setelah keluarga dihubungi, atau dua hari kemudian jika keluarga menolak autopsi atau keluarga tidak dapat ditemukan. Selanjutnya dilakukan autopsi, meliputi pemeriksaan luar dan dalam, meliputi: sayatan (sectioning), pengangkatan organ dalam, pemeriksaan masing-masing organ dalam satu per satu, pemulihan organ dalam tubuh, jahitan, dan pemeriksaan penunjang. Kemudian dikembalikan ke pihak keluarga untuk proses mandi, kafan dan penguburan. Organ internal yang dikeluarkan kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuh atau disimpan dalam stoples yang diisi formalin untuk dipelajari atau diteliti. Ketiga, Hambatan pelaksanaan autopsi di Aceh adalah Pola pikir masyarakat yang terbatas, kurangnya keahlian petugas penegak hukum, kurangnya kesadaran dan pemahaman keluarga korban, biaya untuk melakukan autopsi, keterbatasan fasilitas untuk melakukan autopsi, dan kurangnya sumber daya manusia sebagai dokter bedah autopsi.


 

Keywords

Bedah Mayat Perspekif Hukum Islam Di Aceh

Article Details

How to Cite
Bastiar, Azzubaily, & Iswandi. (2022). BEDAH MAYAT DITINJAU DARI PERSPEKIF HUKUM ISLAM (STUDI PENELITIAN DI PROVINSI ACEH). Legalite : Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam, 7(1), 30-58. Retrieved from http://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/legalite/article/view/4544

References

  1. Al-Qur’an dan Terjemahnya.
  2. A. Amir, Autopsi Medikolegal. (Medan: Percetakan Ramadhan, 2004).
  3. A.C. Michalos, Philosophy of Science: Historical, Social, and Value Aspects, dalam P.T Durbin, A Guide to the Culture of Science, Technology, and Medicine, (Free Press, New York, 1980).
  4. Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam (1st ed.). (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hooeve. 1996).
  5. Abdul Muim, Idries, Agung legowo, Tjiptomartono, Penerapan Ilmu Kedokteran Forensik dalam Proses Penyidikan (Jakarta: Sagung seto, 2011).
  6. Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Al-Sheikh, Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsir (Cet. I, Kairo: 1994M).
  7. Abu Yasid, Fiqh Realitas (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005).
  8. Agunnaike and Tijani Awolabi, ‘Anatomy : A Chronological Review of the Evolution of Context and Content Anatomy : A Chronological Review of the Evolution of Context and Content’, Asian Journal of Medicine and Health, 4.4 (2017).
  9. Ahmad Sarwat, Seri Fiqih Kehidupan: Kedokteran (Jakarta: DU Publishing, 2011).
  10. Ahsanul Khalisin, Euthanasia Dalam Perpektif Hukum Pidana Islam, (Makasar: Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, 2016).
  11. Al-Imam Abul Fida Ismail Ibnu Kasir Al-Dimasyqi, Tafsir Ibnu Kasir (Bandung: Sinar baru lgensindo, 2000).
  12. Al-Lajnah Al-Daimah li Al-Buhuts Al-‘Ilmiyyah, Tasyriḥ Juṣṣatu al-Muslim, Majallah AlBuhuṣ Al-Ilmiyyah, Jilid 1 poin ke 4.
  13. Allert Benedicto Leuan Noya, Tujuan Dibalik Prosedur Otopsi, https://alodokter.com, diakses 18/07/2019.
  14. Al-Syarṭawi, Hukmu Al-Tasyrih wa jiraḥatu alTajmil, Makalah pada Majallah al-Dirasat, jilid 12.
  15. Alvin S. Johnson, SosioAlogi Hukum, Cetakan ke 3, (Jakarta: Asdi Mahastya, 2006).
  16. Amelia Fransiska Rompas, Kajian Yuridis Pasal 134 Tentang Bedah Mayat dalam penegakan Hukum Pidana Indonesia, (Vol.III/No.1/Jan-Mar/2015) diakses 20/06/2019.
  17. Andi Fitriani. (et.al.,) “Hambatan Dalam Penerapan Asas Peradilan Sederhana, Cepat, dan Biaya Ringandi Pengadilan Negeri Palu”Legal Opinion, dalam http://fakultas hukum Untad.ac.id/jurnal.
  18. Anthony Csabafi, The Concept of State Jurisdiction in International Space Law: A Study in the Progressive Development of Space Law in the United Nations, (The Hague, Netherlands, 1971).
  19. Anwarul Yaqin, ‘Legal Research and Writting Malaysia’, (Malayan Law Journal SDN BHD, 1, 2007).
  20. Ariel Zemach, Reconciling Universal Jurisdiction With Equality Before The Law, Texas International Law Journal, Volume 47, Issue 1, 2011.
  21. Asjmuni A. Rahman, Asjmuni A. Rahman , Qaidah-Qaidah Fiqih (Qawa`idul Fiqiyah) (Jakarta: Bulan Bintang, 1976).
  22. Bakry, H. Nazar, Fiqh & Ushul Fiqh, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003).
  23. Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: UI-Press, 1997).
  24. Bebby Yesica Debora Sagai, ‘Aspek Hukum Terhadap Autopsi Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Menggunakan Racun’, Lex Crimen, VI.8 (2017).
  25. Christopher E Cosans, ‘History of Classical Anatomy’, (Science & Society, 2016).
  26. D. Sugono, Kamus Bahasa Indonesia. (Jakarta: Depdiknas Pusat Bahasa. 2008).
  27. David M. Trubeck, Toward a Social Theory of Law: An Essay of the Study of Law and Devloment, Yale Law Journal, Vol. 81, 1972.
  28. Dendy Sugono, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Depdiknas Pusat Bahasa, 2008).
  29. Dyah Hastuti, Perspektif Hukum Islam Terhadap Otopsi (Studi Kasus Di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta) (Yogyakarta: Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, 2009).
  30. Endang Rahayu, Kamus Kesehatan, (Jakarta: Team Penerbit, 2014).
  31. Fauzan Budi Prasetya, Seperti ini Proses Otopsi Mayat Untuk Cari Tahu Penyebab Kematiannya, diakses dari https://hellosehat.com (10//).
  32. Fazlur Rahman, Health and Medicine in the Islamic Tradition (New York: Rossroad Publishing Company, 1999).
  33. Filza Elfrizza Pratiwi, Analisis Efektivitas Autopsi Mayat Korban Tindak Pidana dalam Upaya Menemukan Kebenaran Material ) https://digilib.unila.ac.id diakses 17/6/2019.
  34. FW Kayes, ‘Postmortem Pathology. A Manual of Postmortem Examinations and the Interpretations to Be Drawn Therefrom. A Practical Treatise for Students and Practitioners’, JAMA, XLII.2 (1904).
  35. H J Maryam, ‘Perkembangan Kedokteran Dalam Islam’, Sulesana, 6.2 (2011).
  36. H. Nazar Bakry, Fiqh & Ushul Fiqh (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003).
  37. Hafidz Muftisany, Autopsi dalam Pandangan Ulama, https://m-republiks.co.id.
  38. Harol D. Lasswell dan Abraham Kaplan, Power and Society, (Yale University Press, New York, 1950).
  39. https://DalamIslam.com ,Hukum Membedah Mayat dalam Islam.
  40. https://www.honestdocs.id/autopsi-otopsi.amp.
  41. https://www.sehatq.com/artikel/saat-autopsi-mayat-ini-yang-sebenarnya-dilakukan-timdokter. Hukum Bedah Mayat, https://sulutiptek.com.
  42. I Made Pasek Diantha, Metodologi Penelitian Hukum Normatif Dalam Justifikasi Teori Hukum (Jakarta: Prenanda Media Group, 2017).
  43. Ibnu Qudamah, Minhajul Qashidin (Jalan Orang-Orang Yang Mendapat Petunjuk) (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2007).
  44. Imam al-Suyuthi, al-Asybah wa al-Nazhair fi Qawaid wa Furu Fiqh al-Syafi’i, Tahqiq oleh Muhammad Hasan Ismail al-Syafi’i, (Beirut: Dar al-Kutub Ilmiyah,2005).
  45. Indra Makie, ‘Fungsi Otopsi Forensik Dan Kewenangan Kepolisian Republik Indonesia Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)’, Lex Privatum, 4.5 (2016).
  46. Iwan Aflanie, Nila Nirmalasari, dan Hendry Muhammad, Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal,Cet. I, (Jakarta: Rajawali Pers).
  47. Iwan Aflanie, Nila Nirmalasari, dan Hendry Muhammad, Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal (Cet I, Jakarta: Rajawali Pers).
  48. J.K. Mason and R.A. McCall, J. K. Mason & R.A. McCall Smith, Forensic Medicine for Lawyers (London: Butterworths, 1986).
  49. J.K. Mason and R.A. McCall, J. K. Mason & R.A. McCall Smith, Forensic Medicine for Lawyers (London: Butterworths, 1986).
  50. Jamal Moosavi, ‘The Place of Avicenna in the History of Medicine’, Avicenna Jounal of Medical Biotechnology, 1.1 (2009), 3–8; Turmudi, ‘Ijtihad Pada Masa Kotemporer (Konteks Pemikiran Islam Dalam Fiqh Dan Ushul Fiqh)’, IAIN Tribakti Kediri, 25.1 (2014).
  51. James E. Dougherty dan Robert L. Pfaltzgraff, Contending Theories of International Relations, (Haper and Row, New York, 1990).
  52. Janice Du Mont and Deborah White, The Uses and Impacts of Medicolegal Evidence in Sexual Assault Cases: A Global Review (Geneva: WHO publications, 2007).
  53. Jimly Asshiddiqie, Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi,(BIP, Jakarta, 2007).
  54. Jimly Asshiddiqie, Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi, (Jakarta: BIP, 2007).
  55. Jimly Asshidiqie, Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara, Ed. Pertama, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011).
  56. Kamal Mahmud, Bedah Mayat dari Segi Hukum Islam. (Jakarta: Pustaka Panjimas).
  57. Kastubi.“Fungsi Bedah Mayat Forensik (Autopsi) Untuk Mencari Kebenaran Materiil Dalam Suatu Tindak Pidana.” Jurnal Spektrum Hukum (Vol. 13/No. 1/April 2016).
  58. Kholid, Fatwa: Bagaimana Tentang Membedah Mayat, https://klikuk.com/fatwabagaimana-tentang-membedah-mayat/#respond.
  59. Kitab Undang-undang Tentang Kesehatan dan Kedokteran (Yogyakarta: Buku Biru, 2012).
  60. KUHP(Kitab Undang-undang Hukum Pidana) & KUHAP(Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana) (Cet. II: Pusataka Buana, 2014 ).
  61. M Law and others, ‘Necropsy or Autopsy ? It ’ S All About Communication !’, Veterinary Pathology, 49.2 (2012).
  62. M Sigit, ‘Muhammad Tambrin: Ini Pandangan Islam Seputar Otopsi Jenazah!’, Derektorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, 2016..
  63. M. Ali Hasan, Masail Fiqhiyah Al-Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000).
  64. M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, vol. 8.
  65. M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, vol. 4.
  66. M. Soekary Erfan Kusuma, dkk, Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal (Surabaya: Fakultas Kedokteran Universitas Erlagga).
  67. M. Soekry Erfan Kusuma, Ilmu Kedokteran Forensik Dan Medikolegal (Surabaya: Universitas Airlangga Press, 2012).
  68. Made Agus and Gelgel Wirasuta, ‘Analisis Toksikologi Forensik Dan Interpretasi Temuan Analisis’, Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences, 1.1 (2008).
  69. Mahjuddin, Masail Al-Fiqh (Kasus-Kasus Aktual dalam Hukum Islam) (Jakarta: Kalam Mulia, 2019).
  70. Marhcel Maramis, ‘Tinjauan Yuridis Terhadap Otopsi Medikolegal Dalam Pemeriksaan Mengenai Sebab-Sebab Kematian’, Jurnal Hukum Unsrat, 21.5 (2018).
  71. Muhammad Al-Mukhtar Al-Syinqiṭi, AḥkamAl-Jiraḥaḥ Al-Ṭibbiyah wa Al-Atsar AlMurattabah ‘alaiha, (Jeddah: Maktabah Al-Sahabah, 2008).
  72. Muhammad Arifin, Islam Danakulturasi Budaya Lokal Di Aceh (Studi Terhadap Ritual Rah Ulei Di Kuburan Dalam Masyarakat Pidie Aceh), Jurnal Ilmiah Islam Futura, Vol. 15.No. 2, Februari 2016.
  73. Muhammad Hatta, ‘Perdebatan Hukuman Mati Di Indonesia: Suatu Kajian Perbandingan Hukum Islam Dengan Hukum Pidana Indonesia’, Jurnal Miqot, XXXVI.2 (2012).
  74. Muhammad Hatta, ‘The Position of Expert Witnesses in Medical Malpractice Cases in Indonesia’, Al-Ahkam: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 29.1 (2018).
  75. Muhammad Hatta, Zulfan, Srimulyani, Autopsi Ditinjau Dari Perspekif Hukum Positif Indonesia Dan Hukum Islam, dalam jurnal Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, Volume 19, No. 1, Juni 2019.
  76. Muhammad Shuhufi, Ijtihad dan Fleksibilitas Hukum Islam (Makassar: Alauddin University Press, Cet.I 2012).
  77. Muhammad Tambrin, Pandangan Islam Seputar Autopsi Jenazah, https://bimasislam.kemenag.go.id diakses 7/9/2021.
  78. Muhammad Yasir, Bedah Mayat dalam Tinjauan Hukum Islam, https://almanhaj.or.id, diakses 10/07/2021.
  79. Mutawalli Asy Sya’rawi, Anda Bertanya Islam Menjawab, 1st edn, (Jakarta: Gema Insani Press, 1992).
  80. Neil L. Kao, ‘The Benefits of Performing Autopsies’, Arch Intern Med, 158.680–692 (1998).
  81. Notonagoro, Politik Hukum dan Pembangunan Agraria, (Jakarta: Aksara, 1984).
  82. Nurhayati, ‘Kesehatan Dan Pengobatan Dalam Tradisi Islam: Kajian Kitab Shahih Al-Bukhari’, Ahkam, 2.XVI (1990).
  83. Qanun Aceh, No. 6 Tahun 2014 tentan Jinayat dan Qanun Aceh No. 7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat.
  84. R. Wiratno,et. al., Ahli-Ahli Pikir Besar tentang Negara dan Hukum,(Jakarta: PT. Pembangunan, 1958).
  85. Rober A. Dahl, Modern Political Analiysis, Ed. ke-4, (Englewood Cliff, New Jersey, 1983).
  86. Rohimi Hj. Shapiee, Malaysia dalam Pembangunan-Refleksi Undang-Undang dalam Menghadapi Cabaran Globalisasi, Malaysia Journal of Law and Society, (2) 1998.
  87. Roni Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Ghalia Indonesia, Semarang, 1988.
  88. S. Shidiq, Fikih Kontemporer. (Jakarta: Prenadamedia Group, 2016).
  89. Sapiudin Shidiq, Fikih Kontemporer (Jakarta: Prenadamedia Group, 2016).
  90. Scott A. Wagner, Color Atlas Of Autopsy, (London: CRC Press, 2005).
  91. Seyed Hadi Chavoushi, ‘Surgery for Gynecomastia in the Islamic Golden Age Al-Tasrif of Al-Zahrawi (936-1013 AD)’, ISRN Surgery, 69.7 (2012).
  92. Shidarta, Pokok-pokok Filsafat Hukum., (Jakarta, 2003).
  93. Soejono Soekanto, Penelitian Hukum: Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: Rajawali, 1986.
  94. Sudikno Mertokusumo, Teori Hukum, Cetakan ke 1, (Yogyakarta: Universitas Atma Jaya, 2011).
  95. Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, 3rd edn (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2005).
  96. Suwardi Sagama, Analisis Konsep Keadilan, Kepastian Hukum dan Kemanfaatan Dalam Pengelolaan Lingkungan,Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol XV, No. 1 (Juni 2016).
  97. Sya’rawi, Mutawalli Asy, Anda Bertanya Islam Menjawab, 1st edn (Jakarta: Gema Insani Press, 1992).
  98. Turmudi, Ijtihad Pada Masa Kotemporer (Konteks Pemikiran Islam dalam Fiqh Dan Ushul Fiqh). IAIN Tribakti Kediri, 25(1), 2014).
  99. Yasid, Abu, Fiqh Realitas, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005).