Main Article Content

Abstract

The rise of abortion often results in pros and cons to the application of sanctions, while the judge's consideration is also determined by the basis or element of the abortion action. This study aims to find out how the application of criminal sanctions to the criminal act of abortion.  Then review whether the judge's consideration of the decision case Number: 6 / Pid.Sus-Anak / 2018 / PT. Jmb is based on the principle of justice, the principle of legal certainty and the principle of legal expediency.  This research uses normative legal research methods. This study uses primary and secondary sources of legal materials. The techniques used in collecting research data are interviews, observations and documentation. Meanwhile, data analysis from this study was carried out based on descriptive analysis, where data analysis consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of criminal sanctions for the criminal act of abortion in the decision of case Number: 6 / Pid.Sus-Anak / 2018 / PT. Jmb is in accordance with applicable regulations, namely based on article 48 of the Criminal Code Jo. article 75 paragraph 2 of Law number 36 of 2009 That the judge in deciding the case has applied / considered the principles of justice, certainty, and legal expediency for the defendant in accordance with the facts of the field.

Keywords

Legal Sanction Criminal Act Abortion

Article Details

How to Cite
Harmain, I., Abdi Prawira, I., & Zulpadli, R. (2023). Analisis Putusan Nomor. 6/Pid.Sus-Anak/2018/PT Jmb Tentang Sanksi Pidana Terhadap Tindak Pidana Aborsi Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam. Legalite : Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam, 8(1), 40-57. https://doi.org/10.32505/legalite.v8i1.5109

References

  1. Abba, Gabrillin. “Bebaskan Anak Perkosaan, Putusan Pengadilan Tinggi Jambi Diapresiasi.” Kompas.Com. August 28, 2018. https://nasional.kompas.com/read/2018/08/28/15010791/bebaskan-anak-korban-perkosaan-putusan-pengadilan-tinggi-jambi-diapresiasi.
  2. Ansor, Ulfah Mariah. Aborsi Perspektif Fiqh Kontemporer. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Univeritas Indonesia, 2002.
  3. ARDI, MUHAMAD KHALIF. “Penerapan Pidana Terhadap Pelaku Perbarengan Tindak Pidana (Studi Putusan No. 1422/Pid/B/2014/PN.Bdg).” Universitas Mataram, 2016. http://eprints.unram.ac.id/3702/.
  4. Arwansyah, Mustamam, and Didik Miroharjo. “Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Aborsi Secara Illegal (Studi Putusan Nomor 88/Pid.Sus/2018/PN.Tka).” Jurnal Ilmiah Metadata 4, no. 2 (2022): 410–29.
  5. Bar, Pid B P N, and Johny Krisnan. “Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan ( Studi Pada Putusan Nomor,” 2019, 707–22. https://doi.org/10.30868/am.v10i02.3078.
  6. Budi, Utomo. Abortus Di Indonesia: Suatu Telaah Pustaka. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1985.
  7. Dainty, Maternity. Asuhan Kebidanan Komunitas: Disesuaikan Dengan Rencana Pembelajaran Kebidanan. Yogyakarta: Andi, 2017.
  8. Deddy, Mulyana. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018.
  9. Departemen Agama RI. Al-Qur’an Dan Terjemahannya. Jakarta: Kumudasmoro Grafindo Semarang, 1994.
  10. Dosma, Pandapotan. “Penerapan Pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak (Studi Kasus Putusan PN:587/Pid.Sus/2014/PN.Stb).” Universitas Hasanuddin, 2015.
  11. Dwi, Budhi, and Bhekita Suryani. Kamus Lengkap Kedokteran. Jakarta: Padi, 2016.
  12. Harsanti, Intaglia. “Dampak Psikologis Pada Wanita Yang Mengalami Abortus Spontan.” Jurnal Pikologis 4, no. 1 (2010).
  13. Hesti, Kurniasih. Buku Saku Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: Trans Info Media, 2017.
  14. Lidiany, Hikmah Nurul. “Aspek Sosiologis Aborsi Provokatus Criminalis Dalam Prespektif Hukum Islam.” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010.
  15. Mahrus, Ali. Dasar-Dasar Hukum Pidana. Jakarta: Sinar Grafika, 2012.
  16. Muhdiono. “Aborsi Menurut Hukum Islam.” UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2002.
  17. Muladi. “Teori-Teori Dan Kebijakan Pidana.” Bandung: Alumni, 1992.
  18. Munarif. “Analisis Perbandingan Hukum Aborsi Menurut Hukum Islam Dengan Hukum Pidana Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum Dan Ekonomi Islam 4, no. 1 (2022): 73–86.
  19. Nurul, Irfan. Gratifikasi Dan Kriminalitas Seksual. Jakarta: Amzah, 2014.
  20. ———. Hukum Pidana Islam. Jakarta: Amzah, 2016.
  21. Poernomo, Bambang. Hukum Pidana: Kumpulan Karangan Ilmiah. Jakarta: Bina Aksara, 1982.
  22. Pramana, Putra. “Analisis Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi Di Kota Makassar.” Universitas Bosowa, 2022.
  23. R, Wiyono. Sistem Peradilan Pidana Anak Di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2015.
  24. Raharjo, Sapto. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Jakarta: Buana Ilmu Populer, 2017.
  25. Rukiyah, Yeyeh Ali, and Lia Yulianti. Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan). Jakarta: Trans Info Media, 2010.
  26. Sapiudin, Shidiq. Fikih Kontemporer. Jakarta: Prenadamedia Group, 2016.
  27. Susanti, Yuli. “Perlindungan Hukum Bagi Pelaku Tindak Pidana Aborsi (Abortus Provocatus) Korban Perkosaan.” Mizan: Jurnal Ilmu Hukum 9, no. 1 (2020): 51.
  28. Vanny, Rahma. “Kronologi Kasus Pemerkosaan Terhadap Saudari Kandung.” Idntimes.Com. October 27, 2021. www.idntimes.com/news/indonesia/amp/vanny-rahman/setelah-diperkosa-kakak-gadis-jambi-15-tahun-kini-dibui-karena-aborsi.
  29. Departemen Kesehatan RI. “Data Angka Aborsi”. http//ejournal.litbang. depkes. do,id/index. php/hsr/article/view/2992.
  30. Gloarium. “Pengertian Perlindungan Hukum Menurut Para Ahli”, Http://Tesishukum.com.
  31. Gloarium. Pengertian Perlindungan Hukum Menurut Para Ahli. Http://Tesishukum.Com/Diakses 20 Maret 2020.
  32. Pengertian Aborsi menurut Para Ahli. https://duniabidan.com/knowledge/apa-itu-aborsi-pengertian-aborsi-menurut-para-ahli.html, diakses pada 14 April 2022.
  33. Tirtaatmaja. termuat dalam halaman website https://juandamauludakbar.wordpress.com yang diunduh pada tanggal 01 November 2021.
  34. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan