Main Article Content

Abstract

Ketidakmampuan beradaptasi secara cepat dapat menimbulkan tekanan psikologis, problematika adaptasi kultural yang dialami oleh santri baru di Pondok Pesantren Ummul Quro. Fokus utama kajian ini adalah pada tantangan yang muncul akibat perbedaan latar belakang budaya antara santri dan lingkungan pesantren, termasuk gaya hidup, kebiasaan harian, serta nilai-nilai sosial dan keagamaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap santri baru serta pihak pengelola pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi budaya menjadi proses kompleks yang dipengaruhi oleh kesiapan individu, sistem pendidikan pesantren, dan dukungan sosial yang tersedia di lingkungan pondok. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa santri baru menghadapi beberapa bentuk kesulitan seperti perasaan terasing, tekanan psikologis, serta kesenjangan komunikasi antar budaya. Namun demikian, adanya orientasi program, peran senior, dan pendekatan pelatihan spiritual membantu mempercepat proses penyesuaian.

Keywords

Adaptasi kultral Problematika sosial Santri Baru

Article Details

How to Cite
laili, amirul, maulidi, muhammad, putri, nandia kalam, hadi, ahmad samsul, hidayatullah, mohammad syarif, anam, robitul, & makki, ismail. (2025). Problematika Adaptasi Kultural Santri Baru di Pondok Pesantren Ummul Quro . Syifaul Qulub: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 6(01), 58-68. https://doi.org/10.32505/syifaulqulub.v6i01.11628

References

  1. Alfarisi, S., Mulyanto, M., & Waspodo, W. (2022). Adaptasi Pola Pendidikan Pesantren Pada Santri Baru Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Di Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Education and development, 10(3), 530-532.
  2. Agustina, I. (2006). Studi Deskriptif Mengenai Penyesuaian Sosial di Lingkungan Sekolah pada Siswa SMP Islam Terpadu. Universitas Padjajaran Bandung.
  3. Ali, M., & Asrori, M. (2004). Psikologi Remaja. Jakarta: Bumi Aksara.
  4. Andren, T., & Gustafsson, B. (2004). Patterns of social assistance receipt in Sweden. International Journal of Social Welfare, 13(1), 55–68.
  5. Arip, M. A. S. M., Bakar, R. B. A., Ahmad, A. B., & Jais, S. M. (2013). The development of a group guidance module for student selfdevelopment based on gestalt theory. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 84, 1310–1316.
  6. Aulia, F. (2014). Kuesioner Checklist Masalah Santri dan Layanan Bimbingan Konseling yang Dibutuhkan (Studi di SMP Muhammadiyah Boarding School). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  7. Ayyub, B. J. M. (2011). Effects of Group Guidance Programme on Managing Transition in a Secondary School. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 30, 1286–1290.
  8. Azizah, N., & Hidayati, F. (2019). Penyesuaian Sosial Santri Putri Ditinjau dari Religiusitas dan Dukungan Sosial Teman Sebaya. Jurnal Empati, 8(1), 105–110.
  9. Annisa, A., Erawati, D., & Faz, G. O. (2023). Gambaran penyesuaian diri siswa baru kelas x MA Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin Kota Palangka Raya. Jurnal Bimbingan dan Konseling), 8(1), 161-167.
  10. Bukhori, I., & Cikusin, Y. (2023). Adaptation of Santri in the Islamic Religious Educational Culture. Journal Education Multicultural of Islamic Society, 3(1), 19–41.
  11. Cook, R. (2020). Student mental health: Strategies and intervention. Journal of College Counseling, 23(2),113-128.
  12. Fitri, R., & Ondeng, S. (2022). Pesantren di Indonesia: Lembaga Pembentukan Karakter. Al-Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 42–54.
  13. Hidayat, F., Maba, A. P., & Hernisawati, H. (2018). Perspektif bimbingan dan konseling sensitif budaya. Jurnal Konseling Komprehensif: Kajian Teori Dan Praktik Bimbingan Dan Konseling, 5(1), 31-41.
  14. Handayani, P. (2017). Upaya peningkatan keterampilan sosial siswa melalui permainan tradisional congklak pada mata pelajaran IPS. Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 7(01), 39-46.
  15. Hidayat, A., & Suhendra, Y. (2018). Adaptasi Santri di Pondok Pesantren Modern. Jurnal Sosietas, 8(2), 541–546.
  16. Hidayati, K., & Listyani, E. (2010). Pengembangan instrumen kemandirian belajar mahasiswa. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 14(1).
  17. Informasi Pesantren. (2021). 8+ Pesantren di Kota Palangkaraya Yang Terkenal. https://www.infopesantren.com/2021/04/pesantren-di-palangkaraya.html
  18. Karantina (Studi Analisis Santri Baru Di Pesantren Yanaabii’Ul Qur’an Kudus). Jurnal Pendidikan Agama Islam, 16(2), 203-222.
  19. Laia, Y., Sarumaha, M. S., & Laia, B. (2022). Bimbingan konseling dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMA Negeri 3 Susua tahun pelajaran 2021/2022. Counseling For All (Jurnal Bimbingan dan Konseling), 2(1), 1-12.
  20. Novianti, F., Erawati, D., & Safitri, A. (2023). Peran Guru BK dalam Membantu Penyesuaian Diri Santri Baru di Pondok Pesantren. JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN, 9(2), 179-186.
  21. Nurasla, T., Susanti, S. S., & Hartaty, N. (2021). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Adaptasi Lingkungan Santri. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 5(4).
  22. Rahmah, A., Afiati, E., & Muhibah, S. (2024). Peran Bimbingan Dan Konseling Pada Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Beradaptasi Santri Baru. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 4(2), 344-352.
  23. Samavor, L. (2014). Komunikasi Lintas Budaya. Salemba Humanika: Jakarta
  24. Siregar, M., & Aini, L. N. (2019). Pengembangan Input Santri Baru Berbasis Adaptasi-
  25. Sidiq, U. (2013). Pengembangan Standarisasi Pondok Pesantren. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 71-88.
  26. Syafe'i, I. (2017). Pondok pesantren: Lembaga pendidikan pembentukan karakter. AlTadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 61-82.
  27. Sriani Endang. (2022). Peran Santri Preneur Pondok Pesantren Edi Mancoro Terhadap kemandirian Pesantren dan Masyarkat. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, vol. 8, (4), 93.