At-Tafkir https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at <div style="text-align: justify;">Jurnal At-Tafkir is published by Center for Research and Community Services (LP2M) State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa. This Journal emphasizes specifications in the discourse of educational, law and socio-religious that published periodically twice a year. The Publication of this academic Journal is intended to improve the academic abilities of lecturers, practitioners and scientists in writing scientific works in accordance with the accredited system of journal rules.&nbsp; <br><strong>P-<strong>ISSN : 1979-9357&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</strong>E-ISSN : 2620-5858</strong></div> Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa en-US At-Tafkir 1979-9357 PROFIL IMAM MALIK SEBAGAI MUHADDITS DAN FAQIH DALAM SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN ISLAM https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/788 <p><em>Imam Malik is a knowlegeable and very famous character. In the past he was viewed an educated and religious person, and also a priest of the people in education. So that he is best known as Imam Dar Athjrat ( Imam of Madina). Imam Malik is the founder and builder of maliki madhhab, whose thought and madhhab depend on the sunnah of the prophet and his companions. Many of his opuses are recognized and well-known, one of them is the book of hadith and fiqh al-muwattha (well-trodden path).</em></p> dinasril amir amir Copyright (c) 2019 At-Tafkir 2019-08-08 2019-08-08 12 1 1 10 10.32505/at.v12i1.788 PERBANKAN ISLAM VS PERBANKAN KONVENSIONAL PADA MASA PENGUMUMAN BREXIT https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/884 <p><strong>Abstrac</strong></p> <p><em>On 22nd February 2016, the Prime Minister of the United Kingdom, David Cameron, announced there would be a referendum on whether the UK should remain within the European Union or not. The referendum took place on Thursday 23rd June. Confirmation of the result came on Friday 24th June and was in favour of Brexit. The aim of this research is to review the stability between Islamic banking and conventional banking in the face of global crisis period during the Brexit is announced. This research is based on financial data from three conventional banks and three Islamic banks as representatives that will be measured using the event study method, which is the observation of stock prices during the observation period. Analysis emphasizes the importance of the institutional and economic environment, as well as the targeted profitability of the Bank and the method by which international Banks acquire share ownership, as a significant determinant of Abnormal returns. By measuring stock movements during the Brexit announcement period, we can find out whether the crisis during Brexit affects Islamic banking stability or vice versa. For this reason, the writer also applied the research hypothesis which was carried out with a Student t-test that could help to see the current condition of the Bank's performance compared to past performance.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keywords: Islamic Banking, Conventional Banking, Brexit</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Tujuan dari studi ini adalah meninjau kestabilan antara perbankan Islam dan perbankan konvensioanal dalam menghadapi masa krisis global yaitu pada masa Brexit diumumkan. Penelitian ini berdasarkan data keuangan dari tiga Bank konvensional dan tiga Bank Islam sebagai representatif yang akan diukur dengan menggunakan metode studi even study (Identifikasi Peristiwa) yaitu pengamatan harga saham pada periode pengamatan. Analisa menegaskan pentingnya lingkungan kelembagaan dan ekonomi, serta profitabilitas Bank yang ditargetkan dan metode di mana Bank-Bank internasional memperoleh kepemilikan saham, sebagai penentu signifikan dari return tidak normal (Abnormal return)<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><strong>[1]</strong></a>. Dengan mengukur pergerakan saham pada masa pengumuman Brexit, kita dapat mengetahui apakah krisis pada masa Brexit diumumkan ini mempengaruhi kestabilan perbankan Islam ataupun sebaliknya. Untuk itu, peneliti juga menerapkan hipotesis penelitian yang dilakukan dengan Student t-test yang dapat membantu melihat kondisi kinerja Bank saat ini dibandingkan kinerja masa lalu.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Kata Kunci: Perbankan Islam, Perbankan Konvenional, Brexit</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"></a>*Penulis adalah dosen Perbankan Syariah IAIN Lhokseumawe, Aceh, Email: yoesrizal@iainlhokseumawe.ac.id</p> <p>[1] Abnormal return adalah selisih antara tingkat keuntungan yang sebenarnya dengan tingkat keuntungan yang diharapkan.</p> yoesrizal muhammad yoesoef Copyright (c) 2019 At-Tafkir 2019-08-08 2019-08-08 12 1 11 26 DARI WUJUDIYAH KE MA’RIFAH: GENEOLOGI TASAWUF HAMZAH FANSURI https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/591 <p><em>Secara umum, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri disebut sebagai ajaran Wuj</em><em>ǔ</em><em>diyah.</em><em> Secara geneologi, kata wuj</em><em>ǔ</em><em>diyah </em><em>tidak ditemukan dalam karya-karya Hamzah Fansuri. Kata tersebut justru pertama sekali disebutkan dalam tulisan-tulisan </em><em>N</em><em>ũ</em><em>r Al-D</em><em>î</em><em>n Al-R</em><em>â</em><em>n</em><em>i</em><em>rî</em><em> sebagai “tudingan sesat” atas ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Secara ontologi, kata wuj</em><em>ǔ</em><em>diyah</em><em> justru sering dikaitkan dengan ajaran </em><em>wa</em><em>ḥ</em><em>datul wujúd</em><em>-nya Ibnu Arabi. Terakhir, kata wuj</em><em>ǔ</em><em>diyah</em><em> kemudian menjadi “terma baku” yang digunakan oleh para pengkaji Hamzah Fansuri, baik yang mendukung maupun yang menolak ajarannya. Hanya saja dalam artikel ini penulis mencoba menolak menyematkan kata wuj</em><em>ǔ</em><em>diyah</em><em> dan menawarkan kata ma’rifah bagi ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Menurut penulis, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri lebih layak disebut sebagai ma’rifah, daripada wuj</em><em>ǔ</em><em>diyah. </em><em>Karena kata wuj</em><em>ǔ</em><em>diyah </em><em>tidak ditemukan basis geneologi, maupun terma ontologi, epistemologi dan aksiologi-nya dalam ajaran tasawuf Hamzah Fansuri.</em></p> Ramli Cibro Copyright (c) 2019 At-Tafkir 2019-08-08 2019-08-08 12 1 27 44 10.32505/at.v12i1.591 MUHAMMAD SAW PADA PERIODE MEKAH https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/806 <p>Abstrak</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Dakwah Rasulullah saw., pada periode Mekah merupakan tonggak sejarah bagi penyebaran Islam di seluruh Jazirah Arab dan daerah lainnya. Meskipun pada periode ini Islam belum begitu menyebar, namun penanaman akidah dan karakteristik yang kokoh terhadap para sahabat, plus ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi tekanan dan ancaman dari kaum kafir Quraisy yang begitu dahsyat bisa dihadapi dan diambil hikmahnya secara baik, menjadikan komunitas Muslim periode awal ini dirasa mampu dan layak dalam menyongsong sebuah peradaban baru di permukaan bumi. Makalah ini menjelaskan tentang sejarah Rasulullah saw pada periode Mekah dengan tinjauan dari berbagai aspeknya, seperti ekonomi dan perdagangan, sosial kemasyarakatan, kegamaan dan hukum.</em></p> Heri Firmansyah Copyright (c) 2019 At-Tafkir 2019-08-08 2019-08-08 12 1 55 77 10.32505/at.v12i1.806 ISLAMISASI DI KUPULAUAN MELAYU NUSANTARA https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/1001 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Tulisan ini menguak tentang pandangan Syed Muhammad Naquib Al-Attas terhadap bagaimana Islamisasi di Kepulauan Melayu Nusantara.</em><em> Dalam ini</em><em>&nbsp; Al-Attas</em><em> melakukan studi kritis</em> <em>terhadap </em><em>sarjana Barat</em><em> yang</em><em> cenderung mempersempit peranan Islam, dan sebaliknya menonjolkan signifikansi Hinduisme dan Buddhisme dalam sejarah dan kebudayaan</em><em> Islam di</em><em> Melayu</em><em> Nusantara</em><em>.</em> <em>Para sarjana Barat tersebut lebih mengunggulkan Hindu-Buddha sebagai agama yang sangat berpengaruh di dunia Melayu Nusantara dibandingkan pengaruh Islam. Argumentasi para sarjana tersebut terkesan sangat melemahkan peranan Islam sebagai agama terbesar yang dianut oleh masyarakat Nusantara selama berabad-abad. Beberapa sarjana Barat yang akan diklarifikasi pandanganya oleh al-Attas adalah Van Leur, Schrike, Snouck Hurgronje, dan Winstedt</em><em>. Perlu ditegaskan di sini bahwa Islamisasi merupakan sebuah teori yang digagas oleh al-Attas untuk mempertegas pengaruh Islam di Kepulauan Melayu Nusantara</em><em> melalui</em><em> konsep</em><em> metafisika sufisme</em><em>. </em></p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Kata Kunci: Islamisasi, Melayu Nusantara, Hindu, Buddha, Syed Muhammad Naquib Al-Attas.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTACT</strong></p> <p>This paper discusses the outlook Syed Muhammad Naquib Al-Attas of the Islamization of the Malay Archipelago. Al-Attas argue that most Western scholars tend to narrow the role of Islam, and instead highlight the significance of Hinduism and Buddhism in the history and culture of the Malays. Western scholars are more favor Hindu-Buddhism as a religion is very influential in the world than the Malay Archipelago Islamic influence. This view was impressed greatly weaken the role of Islam as a religion that is embraced by the community's largest archipelago for centuries. Some Western scholars that the consideration to be clarified by al-Attas was Van Leur, Schrike, Snouck, and Winstedt. It should be emphasized here that Islamization is a theory that was initiated by al-Attas to reinforce the influence of Islam with metafisic of slamic sufism in Malay Archipelago.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Kay Word: Islamization, Malay Archipelago, Hinduism, Buddhism, Syed Muhammad Naquib Al-Attas.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Mul ya di Copyright (c) 2019 At-Tafkir 2019-08-08 2019-08-08 12 1 100 117 10.32505/at.v12i1.1001 EKSISTENSI AMIL ZAKAT DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS SUMATERA UTARA https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/1044 <p><em>Zakat dalam konsep ajaran Islam, selain sebagai suatu kewajiban bagi umat Islam yang kaya, juga merupakan sebagai salah satu bagian dari aturan jaminan sosial dalam Islam. Dalam rangka mewujudkan konsep tersebut, ajaran Islam menetapkan satu perangkat pengelola yang harus bertindak secara profesional yang diberi nama dengan Amil Zakat. Di Mesjid Ikhlashiyah telah terbentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah terkategori profesional sebab legalitasnya dari pejabat yang berwenang. Pada saat penelitian ini dilakukan </em><em>tahun 2016 Jumlah muzakki yang menjadi penyedia modal bagi kegiatan pengentasan kemiskinan dalam istilah penelitian ini adalah berjumlah sebanyak 398 KK dengan jumlah personalnya sebanyak 1.605 orang. Jumlah dana zakat yang terhimpun dalam bentuk beras sebanyak 1.987,20 kg dan dalam bentuk uang sebesar Rp. 37.718.300,-. </em><em>Jumlah asnaf zakat yang tercatat dalam catatan Amil Zakat sebanyak 159 orang, 133 orang di antaranya mustahik dalam kategori fakir dan miskin. Masing-masing fakir dan miskin memperoleh bagian dalam bentuk uang sebesar Rp. 237.250,- yang digenapkan dari jumlah sebelumnya Rp. 237.222,-. Sedangkan&nbsp; dalam bentuk beras masing-masing memperoleh sebesar 12,50 Kg. Dampak ekonomi dari pengelolaan zakat oleh Amil Zakat Masjid Ikhlashiyah bagi para asnaf zakat yang tergabung di dalam kelompok fakir dan miskin dengan bagian yang diperoleh oleh masing-masing mereka adalah dibagi kepada dua. Pertama, bagi fakir dan miskin yang tidak punya kegiatan dagang melainkan hanya sebagai konsumer saja, dapat membantu untuk keperluan berhari raya keluarganya ditambah dengan penambah bagi persediaan pangan mereka. Kedua, bagi fakir dan miskin yang memiliki usaha dagang kecil-kecilan, bagian zakat mereka itu dapat dipergunakan untuk menambah modal untuk memajukan usahanya dan karenanya meningkat kesejahteraan ekonominya.</em></p> Pangeran Harahap Copyright (c) 2019 At-Tafkir 2019-08-14 2019-08-14 12 1 78 99 10.32505/at.v12i1.1044 MENUNDUKKAN HANTU SCOPUS https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/1049 <p><em>Artikel ini bertujuan mengulas strategi menulis artikel untuk jurnal internasional bereputasi. Dewasa ini, menulis artikel untuk jurnal internasional bereputasi menjadi momok bagi sebagian dosen. Tetapi hal itu merupakan bagian yang dikekankan bagi para dosen sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi untuk bidang peneitian. Artikel tersebut juga menjadi prasyarat kenaikan pangkat untuk jenjang tertentu, khususnya menjagi Guru Besar (Profesor). Artikel ini ditulis dengan gaya deskriptif berdasarkan pengalaman yang penilis terima dari pelatihan penulisan artikel internasional bereputasi yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga penelitian di Jakarta. Adapun temuan kajian ini adalah penekanan pada wawasan literature, akurasi dan keunikan temuan data, penguasaan teori, pemahaman gaya selingkung jurnal, dan beberapa etika penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional bereputasi (terindeks Scopus).</em></p> Miswari Miswari Copyright (c) 2019 At-Tafkir 2019-08-20 2019-08-20 12 1 45 54 10.32505/at.v12i1.1049