Main Article Content

Abstract

Salah satu hadis Nabi –hadis S|aqalain-, yang diakui shahih oleh semua ulama hadis, telah membuat umat Islam terpecah menjadi dua aliran besar, yaitu Syi‘ah dan Sunni. Perbedaan ini berimplikasi pada pemikiran hadis dari kedua aliran ini. Tulisan ini akan membahas pemikiran hadis perspektif Syi‘ah dari aspek epistemologi, meliputi sumber dan hakikat hadis perspektif Syi‘ah, metodologi kajian hadisnya, serta validitas otentisitas hadis dalam tradisi Syi‘ah. Di akhir pembahasan, penulis juga memberikan salah satu contoh hadis dari kitab hadis Syi‘ah. Ditinjau dari aspek epistemology, sumber utama hadis Syi‘ah tidak hanya dari Nabi saw semata, melainkan diperluas kepada imam-imam yang ma’shum yang berjumlah 12 imam. Metode yang digunakan Syi‘ahdalam memperoleh hadis adalah melalui jalur riwayat. Terkait hal ini, golongan Syi‘ah membagi hadis menjadi dua macam, yaitu mutawatir dan ahad. Cara yang digunkan ulama Syi‘ah dalam validitasi otentisitas hadis adalah memeriksa riwayat yang sanadnya bersambung dengan yang ma’sum, seluruh periwayat dalam sanad bersifat adil dan seluruh periwayat dalam sanad bersifat ḍabit

Keywords

Syi‘ah Hadis Epistemologi

Article Details

How to Cite
Lestari, L. (2019). EPISTEMOLOGI HADIS PERSPEKTIF SYI‘AH. Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis, 2(1), 39-52. https://doi.org/10.32505/al-bukhari.v2i1.1130

References

  1. Aceh, Abu Bakar. Perbandingan Mazhab Syi‘ah Rasionalisme dalam Islam. Semarang: Ramdhani. 1980.
  2. Al-Kulainī.Al-Kāfī. Jilid I. T.t.: t.p., t.th.
  3. al-Airuwāni, Baqīr. Durūs Tamhīdiyah fī al-Qawā’id al-Rijāliyah. T.t.: t.p., 1417 H.
  4. Heriyanto, Husain. Revolusi Saintifik Iran. Jakarta: UI-Press, 2013.
  5. al-Subḥānī, Ja’far. Al-H{adīs\ al-Nabawī. T.t.: t.p., t.th.
  6. Ja’far. Durūs Mūjizah fī ‘Ilmī al-Rijāl wa al-Dirāyah. Jilid III. T.t.: t.p., t.th.
  7. Muḥ{ammad bin ‘Abdillah Abū ‘Abdillah al-Ḥ{ākim al-Naisaburiyyu. Al-Mustadrak ‘Alā al-Ṣ{aḥ{īḥ{ain. Beirūt: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1990.
  8. Muḥ{ammad bin al-Ḥusain al-Ḥar al-‘Āmilī. Al-Fusul al-Muhimmah fi Uṣūl al-Aimmah. Nekin Qum: Muassasah Ma’ārif Islāmī Imām Reza, 1418.
  9. Muh{yi al-Dīn al-Mūsī al-Gharīfī. Qawā’īd al-Ḥadīs. Jilid I. T.t.: t.p., t.th.
  10. Muhammad Alfatih Suryadilaga. Konsep Ilmu Dalam Kitab Hadis, Studi atas Kitab al-Kafi Karya al-Kulaini. Yogyakarta: TERAS, 2009.
  11. Nurani Soyomukti. Pengantar Filsafat Umum: Dari Pendekatan Historis, Pemetaan Cabang-cabang Filsafat, Pertarungan Pemikiran, Memahami Filsafat Cinta, hingga Panduan Berfikir Kritis-Filosofis. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.
  12. Tanpa pengarang. Al-Sayyid al-Murtadha. T.t.: t.p., t.th.
  13. Wahyuni Shifatur Rahmah. Epistemologi Hadis Dalam Pandangan Sunni dan Syi‘ah. Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Quran dan Hadis, Vol. 7, No. 2, Juli 2006.