Main Article Content
Abstract
Islam, which fundamentally promotes unity and tolerance, has historically accommodated a plurality of Islamic jurisprudential schools (mazhab) formed through scholarly legal reasoning (ijtihad). However, contemporary Muslim societies increasingly experience school-based fanaticism, manifested in rigid allegiance to a particular school of thought and the delegitimization of alternative interpretations. Despite its prevalence, this phenomenon remains insufficiently examined within the framework of contemporary Islamic jurisprudence. This study aims to conceptualize school-based fanaticism and to analyze its dimensions, characteristics, underlying causes, and socio-religious impacts. Employing a qualitative library-based research design, this study systematically examines classical and contemporary Islamic legal sources using a comparative and analytical approach. The findings demonstrate that school-based fanaticism operates at both individual and collective levels and is characterized by epistemic rigidity, absolutist truth claims, and tendencies toward social fragmentation. The study identifies several contributing factors, including limited engagement with authoritative Islamic scholarship, the amplifying role of unregulated digital media, and political instrumentalization of jurisprudential differences. While its impacts are predominantly negative—such as heightened sectarian tension and weakened communal cohesion—this study also acknowledges a constructive potential when school adherence is grounded in ethical scholarship and intellectual discipline. Overall, the study emphasizes the importance of strengthening religious literacy, promoting jurisprudential moderation (wasatiyyah), and fostering respect for interpretive diversity as strategic responses to school-based fanaticism in contemporary Islamic societies.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
- Abdul Syatar, A., Rahman, A., & Yusran, R. (2020). Darurat moderasi beragama di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 13(1), 1–15. Makassar: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.
- Adawiah, A., Khasyiin, K., & Hafidzi, H. (2021). Strategi antisipasi gerakan fanatisme mazhab melalui moderasi beragama dalam pendidikan di UIN Antasari Banjarmasin. Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 145–160. Banjarmasin: UIN Antasari.
- Adam, M. (2010). Dinamika perbandingan mazhab. Bandung: Makrifat Media Utama.
- Ash Shiddieqy, T. M. Hasbi. (2017). Sejarah pertumbuhan dan perkembangan hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
- Hanafi, A. (2017). Pengantar dan sejarah hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
- Hanafi, I. (2018). Agama dalam bayang-bayang fanatisme: Sebuah upaya mengelola konflik agama. Toleransi: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 10(1), 1–15. Yogyakarta: Pusat Studi Kerukunan Umat Beragama.
- Idrus, A. M., Mustafa, A., & Asti, M. J. (2022). Pengembangan moderasi mazhab di kalangan mahasiswa perbandingan mazhab dan hukum UIN Alauddin Makassar: Relevansi pemikiran Islam moderat. Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 15(1), 45–60. Makassar: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.
- Karimuddin, M. Z. (2019). Kedudukan mazhab, taklid, dan ijtihad dalam Islam. Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan, 6(1), 25–38. Jakarta: Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah.
- Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi ke-5). Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Mustofa, I. (2013). Relevansi bermazhab: Reorientasi dari bermazhab qauli menuju bermazhab manhaji. Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 12(1), 55–70. Jambi: IAIN Sultan Thaha Saifuddin.
- Nursain, M. R. R., & Musyahid, A. M. (2020). Fenomena ikhtilaf di kalangan masyarakat Islam Kota Makassar: Studi perbandingan antara Nahdlatul Ulama dan Wahdah Islamiyah. Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab, 2(2), 112–128. Makassar: UIN Alauddin Makassar.
- Riswa, R., & Sabir, M. (2020). Bermazhab dalam pandangan hadis Nabi. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 1(2), 89–104. Makassar: UIN Alauddin Makassar.
- Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-9). Bandung: Alfabeta.