Main Article Content

Abstract

Efektivitas komunikasi antarbudaya dalam menyelesaikan konflik di dalam rumah tangga di Kantor Urusan Agama (KUA) Lhoksukon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi antarbudaya masyarakat dalam menyelesaikan konflik tersebut di KUA Lhoksukon Aceh Utara dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran komunikasi budaya masyarakat dalam menyelesaikan konflik rumah tangga di KUA Lhoksukon. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konflik dimotivasi oleh perbedaan karakteristik yang dibawa oleh individu dalam suatu budaya dan kebiasaan yang tidak dipahami oleh pasangan karena kebiasaan satu keluarga dengan keluarga lain selalu berbeda sehingga sikap pasangan akan menyebabkan kesalahpahaman, disebabkan karena perbedaan budaya. Budaya dan norma yang berbeda perlu diperhatikan dan dihargai dengan menghargai norma budaya yang berbeda dapat menghindari kesalahpahaman di antara mayarakat yang ada di wilayah KUA Lhoksukon. Adat Istiadat adalah salah satu penyebab perbedaan budaya. Mencegah konflik perbedaan adat istiadat diharapkan kepada masyarakat untuk saling menghormati. Perbedaan kebiasaan, budaya, adat istiadat terlihat pada kegiatan pesta, seperti pernikahan, khitanan, ucapan syukur, tahlilan acara atau samadiah dan lain-lain. Faktor kebiasaan adalah faktor yang dipengaruhi oleh apakah orang tersebut melakukan suatu kebiasaan atau tidak. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi antarbudaya masyarakat dalam menyelesaikan konflik dengan saling menghormati perbedaan, kelompok, antar individu, budaya, minat, sosial, fungsi hukum dan kesadaran publik.

Keywords

Peran Komunikasi Budaya Konflik

Article Details

How to Cite
Al Azhar. (2018). Efektivitas Komunikasi Antarbudaya Dalam Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga Di Wilayah KUA Lhoksukon. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 9(1), 69-80. https://doi.org/10.32505/hikmah.v9i1.1727

References

  1. Alijoyo, Antonius & Subarto Zaini, Komisaris Independen: Penggerak Praktik GCG di perusahaan, Jakarta : PT. Indeks, 2004.
  2. Anugrah, Dadan, Komunikasi Antarbudaya. Jakarta: Jala Permata. A. 2007.
  3. Cangara, Hafied, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007.
  4. Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
  5. Liliwei, Alo, Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta, PT. Pustaka Pelajar, 2002.
  6. Mulyana, Dedy, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.
  7. Soekanto, Soerjono, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007.
  8. Stewart L. Tubbs-Sylvia Moss, Human Communication. Bandung : Remaja rosda karya, 2001.
  9. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D, Bandung: lfabeta, 2007.
  10. Wirawan, Konflik dan Manajemen Konflik (Teori, Aplikasi, dan Penelitian). Jakarta: Salemba Humanika, 2010.