Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemberitaan pada media cetak Serambi Indonesia dan Harian Rakyat Aceh mengenai pemilukada Aceh tahun 2017 terhadap pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis terhadap pemberitaan pemilukada gubernur/wakil gubernur provinsi Aceh tahun 2017. Sedangkan teknik pengumpulan data melalui analisis teks, wawancara terstruktur dengan beberapa narasumber dan informan serta dokumentasi. Pada pemilukada gubernur/wakil gubernur provinsi Aceh, ada beberapa pasangan calon yang memanfaatkan keberadaan media massa untuk menarik suara masyarakat melalui visi, misi dan program kerja (komunikasi organisasi). Pemanfaatan media massa dilakukan sebagai bagian dari strategi membangun branded image terhadap pasangang calon tersebut. Selama pelaksanaan pemilukada, agenda media digantikan dengan agenda khalayak dikarenakan beberapa hal: masyarakat telah menentukan pilihannya tanpa adanya pengaruh pemberitaan dari media massa, masyarakat telah mempraktekan kedewasaan dalam berpolitik, adanya tawaran program-program unggulan yang diusung oleh masing-masing pasangan calon. Selain sosok calon peserta pemilukada, masyarakat juga mencermati rekam jejak (track record) dari masing-masing pasangan calon dan Pasangan calon peserta pemilukada tidak memiliki dosa sejarah masa lalu seperti tidak terlibat dalam kasus korupsi, penyalahgunaan kewenangan dan lain-lain. Agenda khalayak memiliki bargaining position dengan agenda media sehingga pemberitaan pemilukada pada media massa harus berimbang (check and recheck). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Media massa memiliki agenda media yang bertujuan mengiring pembaca untuk melihat dan mengomentari pemberitaan yang dipublikasikan pada media massa terutama tentang Pemilukada.

Keywords

Pemilukada Media Massa Wacana Agenda Khalayak

Article Details

How to Cite
Zulkarnain. (2020). Pemberitaan Media Massa Cetak dan Agenda Khalayak Terhadap Pemilukada Aceh Tahun 2017. AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Budaya, 11(1), 1-11. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i1.1825

References

  1. Baksin, A. (2006). Jurnalistik Televisi: Teori dan Praktik. Bandung:Simbiosa Rekatama Media.
  2. Baran, S & Dennis KD. (2010). Teori Dasar Komunikasi Massa. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
  3. Boyd, A. (2001). Broadcast Journalism: Techniques of Radio and Television News 5th edition. Focal Press.
  4. Chion, M. (1994). Audio-Vision: Sound on Screen. New York: Columbia University Press.
  5. Creswell, J. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  6. Daymon, C. & Immy, H. (2008). Metode-Metode Riset Kualitatif Dalam Public Relation dan Marketing Communication. Jogjakarta: Bentang.
  7. Eide, El & Risto, K. (2008). Transnational Media Events: The Mohammed Cartoons and The Imagined Clash of Civilizations. Swedia: Nordicom.
  8. Eriyanto. (2002). Analisis Farming, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: Penerbit Obor.
  9. Fairclough, N. (1989). Language and Power :Language In Social Life. London: Longman.
  10. Gerungan,W.A. (1991). Psikologi Sosial. Bandung: PT. Eresco.
  11. Hamad, Ibnu. (2004). Rekonstruksi Realitas Politik dalam Media Massa, Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-Berita Politik. Jakarta: Granit.
  12. Kovach, B. & Thomas, R. (2004) Elemen-Elemen Jurnalisme: Apa yang Seharusnya Diketahui Wartawan dan yang Diharapkan Publik. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi.
  13. Kriyantono, R. (2009). Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Media Group.
  14. Law, S. & Glover, D. (2000) Educational Leadership and Learning. London: Open University Press.
  15. Marsetio, D. (1982). Manajemen dalam Pengertian dan Pendidikan Berpikir. Surabaya: Usaha Nasional.
  16. McQuail, D. (2000). Mass Communication Theory, 4th Ed. Sage Publication.
  17. McQuail, D. (2005). Mass Communication Theory, 5th Ed. Sage Publication.
  18. Morissan, M.A. (2010). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Penerbit Ghalia Universitas Indonesia.
  19. Neuman, L. (2006). Social Research Methods Sixth Edition. Boston: Perason Education.
  20. Oteng, S, (1983). Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional, Cet.1 (Bandung: Angkasa.
  21. Paletz, D. L. & Alex, P.S. (1991). Terrorism and the Media. Newbury Park, California: Sage.
  22. Poerwandari, E.K. (2007). Pendekatan Kualitatif Untuk Penelitian Perilaku Manusia. Kampus UI Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3).
  23. Santana, S. (2004). Jurnalisme Investigasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
  24. Selby, K. & Ron, C. (1995), How to study television. London:MacMillan Press.
  25. Shelley E. T. (2009). Psikologi Sosial, Edisi Kedua Belas. Jakarta: Kencana Media Group.
  26. Shoemaker, P. J. & Stephen D. R. (1996). Mediating the message theories of influence on mass media content. New Yok: Longman Publisher.
  27. Sobur, A. (2002). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: enerbit Rosdakarya.
  28. Stephen W. L. & Karen A. F. (2005). Theories of Human Communication, 8th Ed. Thomson Wadsworth.
  29. Sudibyo, A. (2001). Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta: Penerbit Obor.
  30. Syafaruddin, (2005). Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, Cet.1. Jakarta: Ciputat Press.
  31. Tischer, S. (2009). Metode Analisis Teks dan Wacana (Abdul Sukur, Penerjemah). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  32. West, R & Lynn H. T. (2007). Introducing communication theory analysis and application 3rd edition. New York: McGraw-Hill.