Main Article Content

Abstract

Saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami keterpurukan karena diterpa krisis multi dimensional, mulai dari krisis kepercayaan (amanah), krisis moral, ekonomi, sampai krisis sosial politik dan budaya. Semua itu terjadi diawali dari krisis nilai-nilai insani, keringnya nilai-nilai spiritual, terjadinya perubahan dalam kehidupan sosial keagamaan dan juga dalam kehidupan tradisional pada kehidupan modern. Untuk itu sangat dibutuhkan perubahan gerakan dakwah yang tidak boleh ditunda-tunda dalam rangka untuk menghadapi tantangan dan krisis multi dimensional. Dakwah harus dilakukan secara terencana, memiliki konsep yang jelas, terukur, terorganisir, dapat dievaluasi, harus tampil secara aktual, faktual dan kontekstual, haruslah disampaikan dengan cara yang baik, bijak, penuh dengan hikmah, penuh perhatian, keseriusan, niat yang ikhlas karena Allah, dan yang tidak kalah pentingnya adalah dengan tetap memperhatikan psikologi Auidens agar pesan dan nilai-nilai luhur ajaran agama yang disampaikan dalam dakwah dapat diterima dengan efektif.

Keywords

Psikologi Audiens Dakwah

Article Details

How to Cite
Junaidi. (2020). Memahami Psikologi Audiens Dalam Dakwah. AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Budaya, 11(1), 12-19. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i1.1827

References

  1. Ali, B. (2012). Prinsip-prinsip Dakwah Antarbudaya. Tabligh: Media Pengkajian Dakwah dan Komunikasi Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, XXV.
  2. Aliyudin, E. (2009). Dasar-dasar Ilmu Dakwah. Widya Padjadjaran.
  3. Amin, S.M. (2008). Rekontruksi Pemikiran Dakwah Islam. Amzah.
  4. Annida. (2004). Dakwah Kekinian tentang Masyarakat, Budaya Pop, Etnik dan Teknologi”. Majalah Ilmiah. Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah. Fakultas Dakwah IAIN Sunan Gunung Djati.
  5. Aripudin, A. & S.S. (2007). Dakwah Damai: Pengantar Dakwah Antarbudaya. Remaja Rosdakarya.
  6. AS, E. (2008). Smart Dakwah: Proses Dakwah Sesuai dengan Aspek Psikologi Mad’u. Jurnal Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies. Fakultas Dakwah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IV.
  7. Attarmizi, Y. A. & M. Y. K. (1999). KH. Moh. Ilyas Ruhiat: Ajengan Santun dari Cipasung. Remaja Rosdakarya.
  8. DW, R. (2002). Masjid dan Dakwah: Merencanakan, Membangun dan Mengelola Masjid Mengemas Sbstansi Dakwah Upaya Pemecahan Krisis Moral dan Spiritual. Almawardi Prima.
  9. Effendi, F. & L. M. (2006). Psikologi Dakwah. Kencana.
  10. Fairld, M. (2005). Cahaya Ukhuwah. Iktiar Publishing.
  11. Ghazali, M.B. (1997). Dakwah Komunikatif: Membangun Kerangka Dasar Ilmu Komunikasi Dakwah. Pedoman Ilmu Jaya.
  12. Izmddin, I. (2009). Hukum dan Etika Dakwah. Jurnal Hukum Islam “Al- Hurriyah” P3M STAIN Sjech Djamil Jambek-Bukit Tinggi, X.
  13. Ilahi, W. (2009). Dakwah Sebagai Solusi Perdamaian Global. Fak. Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya Bekerjasama Dengan APDI/Asosiasi Profesi Dakwah Islam Indonesia.
  14. Mubarok, A. (2008a). Psikologi Dakwah (Cetakan ke). Pustaka Firdaus.
  15. Mubarok, A. (2008b). Psikologi Dakwah (4th ed.). Pustaka Firdaus.
  16. Munir, S. (2008). Rekontruksi Pemikiran Dakwah Islam (`). Amzah.
  17. Puteh, M. J. (2006). Dakwah di Era Globalisasi: Strategi Menghadapi Perubahan Sosial (tiga). Ak. Group.
  18. Rosyidi. (2009). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Dakwah Aktif Partisipatif. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam “Komunitas”, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) IAIN Raden Intan Bandar Lampung, 27.
  19. Suparta, M. & H. H. (Ed.). (2006). Metode Dakwah (2nd ed.). Kencana.
  20. Zainuddin. (2007). Dakwah Transformative (Studi tentang Amar Makmur Nahi Munkar dalam Surat Ali Imran Ayat 110). Jurnal PMI., IV Nomor 2, 167.