Main Article Content

Abstract

Kampung Budaya Betawi Setu Babakan merupakan destinasi pariwisata yang didirikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya Betawi secara berkelanjutan. Tergesernya penduduk asli Jakarta akibat bertambahnya jumlah penduduk dan dengan akulturasi budaya pendatang, membuat budaya Betawi mulai dilupakan. Hal inilah yang mendorong Pemerintah untuk menciptakan wadah pelestarian budaya Betawi agar tetap eksis dan berkembang. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penulis berusaha mengidentifikasi potensi Kawasan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai destinasi Wisata Edukasi Berkelanjutan. Dari penelitian ditemukan bahwa beragam aktivitas wisata yang terdapat di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan menunjukkan bahwa daerah ini berpotensi untuk dikembangkan dan layak untuk dijadikan sebagai destinasi wisata edukasi berkelanjutan di wilayah Jakarta.

Keywords

Potensi Wisata Budaya Betawi Setu Babakan Wisata Edukasi Berkelanjutan

Article Details

How to Cite
Irwan, Tahir, R., Suryadana, M. L., & Khadijah, U. L. (2020). Identifikasi Potensi Kampung Budaya Betawi Setu Babakan Sebagai Destinasi Wisata Pendidikan Yang Berkelanjutan. AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Budaya, 11(2), 62-67. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i2.2221

References

  1. Benur, A. M., & Bramwell, B. (2015). Tourism product development and product diversification in destinations. Tourism Management, 50, 213–224.
  2. Bodger, D. (1998). Leisure, Learning, and Travel. Journal of Physical Education, Recreation & Dance, 69(4), 28–31. https://doi.org/10.1080/07303084.1998.10605532
  3. Creswell, J. W. (2016). Research design: pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Pustaka Pelajar.
  4. Gil Arroyo, C., Barbieri, C., & Rozier Rich, S. (2013). Defining agritourism: A comparative study of stakeholders’ perceptions in Missouri and North Carolina. Tourism Management, 37. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2012.12.007
  5. Maryetti, Sulistyadi, Y., Damanik, H. D., & Nurhidayati, F. X. (2016). Pengembangan Berkelanjutan Kampung Budaya Setu Babakan Sebagai Daya Tarik Wisata. Jurnal Destinasi Kepariwisataan Indonesia, 1(1).
  6. Ngwira, C., & Kankhuni, Z. (2018). What attracts tourists to a destination? Is it attractions. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 7(1), 1–19.
  7. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (2011). Portal Resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. https://jakarta.go.id/artikel/konten/2739/betawi-suku123
  8. Pramusita, A., & Sarinastiti, E. N. (2018). Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal dalam Pengelolaan Desa Wisata Pantai Trisik, Kulonprogo. Jurnal Pariwisata Terapan, 2(1), 14. https://doi.org/10.22146/jpt.35378
  9. Rosmalia, D., Dewi, E. P., & Putri, R. I. (2019). Potensi Ruang Wisata Budaya Betawi Di Jakarta. IKRA-ITH TEKNOLOGI : Jurnal Sains & Teknologi, 3(2), 1–10. https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-teknologi/article/
  10. Santoso, U., Gardjito, M., & Harmayani, E. (2019). Makanan Tradisional Indonesia Makanan Tradisional yang Populer (Sup, Mi, Set Menu Nasi, Nasi Goreng, dan Makanan Berbasis Sayur). Gadjah Mada University Press.
  11. Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill building approach. John Wiley & Sons, Ltd.
  12. Spillane, J. J. (2003). Indonesian tourism: Economic and cultural engineering strategy. Kanisius.