Main Article Content

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini semakin memudahkan kehidupan manusia. Namun disisi lain kemajuan teknologi itu malah menggiring manusia pada ketergantungan secara berlebihan dan hilang kepercayaan diri. Sehingga manusia memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk saling menjatuhkan, menguasai lewat fitnah dan berita bohong. Besarnya pengaruh negative dari kemajuan teknologi tersebut, maka sudah seharusnya pemerintah sebagai pengendali dari kemajuan teknologi melakukan filterisasi. Terutama terhadap berbagai informasi menyimpang dan dapat merusak kebangsaan (hoax). Langkah ini dapat dilakukan oleh pemerintah dengan memanfaatkan jasa para hacker untuk meretas dan membangun banteng pertahanan terhadap informasi hoax dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi tersebut. Selain itu, kita sebagai manusia, juga harus membangun kesadaran diri sebagai mahkluk paling tinggi diatas dunia. Sehingga kemajuan teknologi yang notabanenya dilahirkan oleh manusia, tidak menjadi boomerang yang akhirnya menguasai kehidupan manusia.

Keywords

Teknologi Komunikasi Filterisasi Hoaks Informasi

Article Details

How to Cite
Bahtiar. (2020). Filterisasi Hoax Dari Kemajuan Teknologi Komunikasi dan Informasi. AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Budaya, 11(2), 95-99. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i2.2545

References

  1. Fisher, B. Aubrey (1978). Teori-TeoriKomunikasi, Bandung : Remaja Rosdakarya
  2. Griffin, Emory A (2003). A First Look at Communication Theory, 5th edition, New York : McGraw-Hill
  3. Hanafi, Abdillah. Memahami Komunikasi Antar Manusia. Surabaya: Usaha Nasional, tt. Ishaq bin Ibrahim, Musnad Ishaq bin Ibrahim Rahuyah, Juz: 4 hal: 260
  4. Hughes, James (2003). Rediscovering Utopia. Archived fromthe original on 2007
  5. Jalaluddin (2013). Teologi Pendidikan. Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada
  6. John Hartley (2010). Communication, Cultural & Media Studies, Jalasutra, Yogyakarta