Main Article Content

Abstract

Kejahatan seksual baik dalam bentuk prostitusi maupun dalam bentuk pelecehan seksual semakin meningkat dewasa ini dalam kehidupan masyarakat, hampir setiap saat kita dengar informasi terjadinya kejahatan seksual. Kejahatan ini sangat membahayakan masyarakat secara keseluruhan, karena dampak yang ditimbulkan dari kejahatan seksual ini sungguh luar biasa mengerikan, diantaranya: terganggunya stabilitas kehidupan sosial, maraknya penyakit menular/kelamin (aids), terganggunya ketahanan kehidupan keluarga dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kejahatan seksual ini merupakan masalah besar bagi masyarakat yang harus dicarikan solusinya. Islam memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan besar ini, yaitu melalui jalan dakwah. Untuk itu dakwah harus mampu menjadi solusi agar kejahatan seksuaal ini dapat diminimalisir, kapan perlu dihentikan. Maka dakwah harus mampu mengambil langkah kongkrit, agar setiap perlakuan dan kegiatan yang akan menjerumuskan kepada kejahatan seksual ini bisa di putus matarantainya. Maka dalam artikel ini membahas prostitusi dan pelecehan seksual dalam tinjauan dakwah.

Keywords

Prostitusi Pelecehan Seksual Dakwah Islam

Article Details

Author Biography

Penmardianto, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi, Indonesia

Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Bukittinggi

How to Cite
Penmardianto, & Putra, H. P. (2021). Upaya Preventif Prostitusi dan Pelecehan Seksual Dalam Perspektif Dakwah. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 12(1), 1-13. https://doi.org/10.32505/hikmah.v12i1.2625

References

  1. Ahmad Zaini. (2015). Dakwah Melalui Televisi. At-Tabsyir; Journal of Islamic Broadcasting Communication, 3(1). https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/1642
  2. Amalia, M. (2018). PROSTITUSI DAN PERZINAHAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Tahkim (Jurnal Peradaban Dan Hukum Islam), 1(1), 68–87. https://doi.org/10.29313/tahkim.v1i1.3265
  3. Aziz, A., & Santoso, R. (2020). NAHI MUNGKAR DALAM DAKWAH (Konstruksi Hadis Dakwah Terhadap Pengembangan Dakwah). In TASÂMUH (Vol. 18, Issue 2). https://doi.org/10.20414/TASAMUH.V18I2.2766
  4. Bawengan, G. (1991). Pengantar Psikologi Kriminil. Pradnya Paramita.
  5. Busyro, B., Ananda, A. H., & Adlan, T. S. (2019). Moderasi Islam (Wasathiyyah) di Tengah Pluralisme Agama Indonesia. FUADUNA : Jurnal Kajian Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 3(1), 1. https://doi.org/10.30983/fuaduna.v3i1.1152
  6. Dahlan, M. (1985). Beberapa Pendekatan dalam Penyuluhan (Konseling). Diponegoro.
  7. Departemen Agama RI. (1987). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Toha Putra.
  8. Echols, J. M., & Shadily, H. (1987). Kamus Inggris-Indonesia. Gramedia.
  9. Franzia, E., Pialang, Y. A., & Saidi, A. I. (2015). Representasi Identitas Melalui Komunikasi Visual Dalam Komunitas Virtual Palanta Urang Awak Minangkabau. Panggung, 25(4). https://doi.org/10.26742/panggung.v25i4.45
  10. Hafidhuddin, D. (1998). Dakwah Aktual. Gema Insani Press.
  11. Hasan, W. R., & Abdullah, M. F. R. (2020). Menangani Masalah Zina menurut Perspektif al-Quran dan Sunnah. The Sultan Alauddin Sulaiman Shah Journal (JSASS), 7(1), 49–63. http://jsass.kuis.edu.my/index.php/jsass/article/view/13
  12. Hasanah, H., & Salmi, S. (2017). NILAI EDUKASI KASIH SAYANG DALAM KEHIDUPAN RUMAH TANGGA RASULULLAH SAW. Jurnal Dedikasi Pendidikan, 1(2), 184–191. http://103.52.61.43/index.php/dedikasi/article/view/82
  13. Kartono, K. (1992). Patologi Sosial Jilid 1. Rajawali Press.
  14. Kertamukti, R., Nugroho, H., & Wahyono, S. B. (2018). Komunikasi Visual: Fantasi Tubuh Wanita Kelas Menengah di Instagram. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(2), 231. https://doi.org/10.24198/jkk.v6i2.17925
  15. Kosmawijaya, T. (2019). Da’i Diskotik: Dakwah Gus Miftah di tempat Hiburan Malam Yogyakarta. UIN Sunan Ampel.
  16. Mahmud, M. (1986). Menangkap Isyarat Alquran (Tim Pustaka Firdaus (ed.); Terjemahan). Pustaka Firdaus.
  17. Muslimin Ritonga, & Dewi Sartina. (2020). Komunikasi Dakwah Gus Miftah di Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta. Al-Munzir, 13(2), 273–294. https://doi.org/10.31332/AM.V13I2.2051
  18. Nurbani, M. (2019). Urgensi Pembahasan Taubat dalam Perspektif Hadis. Holistic Al-Hadis, 5(1), 25. https://doi.org/10.32678/holistic.v5i1.3231
  19. Purwadinata, W. (1982). Kamus Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
  20. Quick, J. C., & McFadyen, M. A. (2017). Sexual harassment: Have we made any progress? Journal of Occupational Health Psychology, 22(3), 286–298. https://doi.org/10.1037/ocp0000054
  21. Quthub, S. (1992). Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Juz II (Terjemahan). Gema Insani Press.
  22. Rais, A. (1991). Cakrawala Islam. Mizan.
  23. Rezi, M. (2018). Ilmu Allah Berbanding Ilmu Manusia (Studi Deskriptif Ayat-ayat Alquran). TAJDID : Jurnal Ilmu Keislaman Dan Ushuluddin, 21, 37–44. https://doi.org/10.15548/tajdid.v21i2.219
  24. Rezi, M. (2020). Al-Tafsîr Al-Kabîr: Penafsiran Maudhu’i Ibnu Taymiyyah Dalam Balutan Tahliliy. Jurnal Ulunnuha, 9(2), 155–167. http://ejournal.iainbukittinggi.ac.id/index.php/a
  25. Shaleh, R. (1977). Manajemen Da’wah Islam. Bulan Bintang.
  26. Simanjuntak, B. (1985). Patologi Sosial. Tarsito.
  27. Soejono, D. (1970). Pathologi Sosial. Alumni.
  28. Soekanto. (1997). Pengantar Sosiologi. Rajawali Press.
  29. Soerdjono, D. (1985). Bungai Rampai Kriminologi. Amrico.
  30. Soesilo, R. (1976). Kitab Undang-Undang Pidana dan Komentar-Komentarnya. Politea.
  31. Subet, M. F., & Daud, M. Z. (2019). Makna Denotatif dan Konotatif dalam Slanga Pelacur. MIRJO, 3(1).
  32. Sudarsono. (1998). Kamus Filsafat dan Psikologi. Rineka Cipta.
  33. Suherijo, H. (1980). Pokok-pokok Kriminologi. Aksara Baru.
  34. Sukmana, O., & Sari, R. (2017). JARINGAN SOSIAL PRAKTEK PROSTITUSI TERSELUBUNG DI KAWASAN WISATA KOTA BATU. Sosio Konsepsia, 6(2), 155–166. https://doi.org/10.33007/ska.v6i2.481
  35. Sunarto. (2013). Kiai Prostitusi: Pendekatan Dakwah K.H. Khoiron Syu’aib di Lokalisasi Kota Surabaya - Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya. Jaudar. http://digilib.uinsby.ac.id/34087/
  36. Tong, R. (1984). Women, Sex and the Law. Rowman Publisher.
  37. Winarsih, S., & Putri, D. M. (2017). REPRESENTASI FEMINISME DALAM MEDIA UNTUK PRIA TALKMEN.COM. Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication, 4(1), 72–91. https://doi.org/10.36782/JCS.V4I1.1772
  38. Yani, F., & Ihsan, M. (2020). Peran Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Muhammadiyah Dalam Pencegahan Prostitusi Terselubung di Kecamatan Medan Belawan. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 7(2), 117–125. https://doi.org/10.31289/JIPH.V7I2.4163
  39. Yusmiati, E. I. (2020). Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Upaya Penanganan Kasus Pelecehan Seksual Anak. JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN, 2(1), 1–8. http://www.ejournal-jp3.com/index.php/Pendidikan/article/view/89
  40. Zimbardo, P., Wilson, G., & Coulombe, N. (2016). How porn is messing with your manhood. Skeptic (Altadena, CA), 21(3), 22–27. https://go.gale.com/ps/i.do?p=AONE&sw=w&issn=10639330&v=2.1&it=r&id=GALE%7CA464244381&sid=googleScholar&linkaccess=fulltext