Main Article Content

Abstract

Film merupakan salah satu bentuk media komunikasi yang berisikan suatu pesan untuk disampaikan kepada khalayak. Namun penerimaan khalayak terhadap pesan tersebut tentunya akan berbeda sesuai dengan latar belakang masing-masing individu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan khalayak yakni milennials tentang adanya ageisme di dalam film Senior Year. Adapun pada penelitin ini menggunakan metode penelitian berupa analisis resepsi milik Stuart Hall yang membagi penerimaan khalayak menjadi tiga kategori posisi, yakni; dominant hegemonic code, negotiated code dan opposittional code.  Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti berupa wawancara mendalam dengan informan yang telah memenuhi syarat ketentuan yang dibutuhkan di dalam penelitian ini. Dengan mengolah data dan menganalisis hasil wawancara mendalam terhadap penerimaan informan-informan tentang ageisme di dalam film Senior Year, menggunakan teori encoding-decoding milik Stuart Hall dengan keempat informan yang memiliki referensi dan pengalaman yang berbeda. Maka di dapatkan hasil bahwa informan pertama dan ketiga berada pada posisi dominant hegemonic code, informan kedua berada pada posisi negotiated code dan informan keempat berada pada posisis opposittional code.

Keywords

Analisis Resepsi Ageisme Senior Year Film

Article Details

How to Cite
Chumairo, N. A., & Indriastuti, Y. (2022). Analisis Resepsi Milenial Terhadap Ageisme Pada Film Senior Year. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 13(2), 69-78. https://doi.org/10.32505/hikmah.v13i2.5336

References

  1. Agency Of Aging (2022). Sejarah Ageisme; diakses pada 5 Oktober 2022. https://www.aoascc.org/ageism-news/overview-of-ageism/#:~:text=Robert%20Butler%20coined%20the%20term,our%20culture%20has%20not%20changed.
  2. Applewhite,Ashton (2010) This chair Rocks: A Manifesto Against Agesism, New York: Celadon Books.
  3. Ardial (2014) Paradigma dan Model Penelitian Komunikasi, Jakarta: PT BUmi Aksara.
  4. Ardianto,Elvaro (2007) Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisi REvisi, Banding: Refkas Offset.
  5. Ardila,S.N. (2020). GENERASI &SELF HEALING DLAM KARYA MUSIK (Studi Analisis Resepsi Self Healing Generasi Z Dalam ALbum “Mantramantra” Oleh Kunto Aji). Disertasi, S3 Universitas pembangunan “Veteran” Jawa Timur.
  6. Arifin,Anwar (2015) Sistem Komunikasi Indonesia, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
  7. Ayalon,Liat & Romer (2018) Contempory Prespective on Ageism, Switzerland: Spinger INternational Books.
  8. Bungin, Burhan (2001) Metodelogi Penelitian Kualitatif, Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  9. Coomes, Michael D & Robert DeBard (2004) Serving the Millennial Generation, San Francisco: Jossey-Bass.
  10. Deswati, Dias (2021). ANALISIS RESEPSI AGEISME DALAM FILM “MAHASISWA BARU”. Skripsi Jurusan Ilmu KOmunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya
  11. Fakhruroji, M. (2014). Agama dalam Pesan Pendek: Mediatisasi dan Komodifikasi Agama dalam SMS Tauhiid. Disertasi, S3 Kajian Budaya dan Media, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  12. Hall, Stuart,Hibsin, Dorothy, Andrew Lowe & Paul Wiils (2005) Culture,Media Language. New York: Taylor & Francis e-Library.
  13. KBBI (2016). Pengertian Milennials menurut KBBI; diakses pada 5 Oktober 2022. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/milenial
  14. WHO. (2021). Pengertian Ageisme; diakses pada 1 Oktober 2022. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/ageing-ageism