Main Article Content

Abstract

Kesejahteraan anak sangat berperan penting terhadap kehidupan dan perkembangan anak, individu yang memiliki kesejahteraan yang tinggi akan menunjukkan kehidupan yang baik. Tidak semua anak tinggal bersama keluarga harmonis dan bisa menjadi tempat dalam memenuhi perkembangannya. Terdapat banyak anak yang terlantar dan harus tinggal di panti asuhan, seorang anak akan beranggapan bahwa ia mengalami bentuk penolakan dari lingkungan sekitar karena ditempatkan di panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan hubungan antara social support dengan subjective well-being pada anak panti asuhan. Metode yang digunakan peneliti adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Seratus anak panti dengan karakteristik usia 8-16 tahun dan telah lama tinggal di panti asuhan lebih dari dua tahun menjadi partisipan dalam penelitian ini. Analisis data hasil penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji regresi sederhana yang menunjukkan diterimanya hipotesis yang diajukan. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat hubungan antara social support dengan subjective well-being pada anak panti asuhan. Hal tersebut terlihat dari nilai korelasi antara variabel Subjective Wellbeing dengan Social Support yaitu r = 0,376 dengan nilai R Square = 0,142 dan p = 0,000 dimana p < 0,01. Besarnya sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel Social Support dengan Subjective Wellbeing adalah sebesar 14,2% (R² = 0,142). Penelitian ini membahas pentingnya Social Support untuk meningkatkan Subjective Wellbeing seseorang.

Keywords

child development orphan orphanage social support well-being

Article Details

How to Cite
Wardhani, A. Y., & Arisandy, D. (2024). Children of Islamic orphanage: The social support and subjective well-being. INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research, 5(1), 70-75. https://doi.org/10.32505/inspira.v5i1.8056

References

  1. Abidin, Z., Abidin, F. A., Siregar, J., Joefiani, P., & Purwono, U. (2022). Well-Being: Konsep, Penelitian dan penerapannya di Indonesia (1st ed., Vol. 1). PT Remaja Rosdakarya.
  2. Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik kesejahteraan anak Provinsi Kalimantan Tengah 2022. Badan Pusat Statistik.
  3. Budianto, Y. (2022, October 31). Sengkarut kehidupan anak panti asuhan. Kompas.
  4. Derima Putri, B., Armalita, R., Isrona, L., Maputra, Y., & Sastra Purna, R. (2022). Dukungan sosial orang tua terhadap student well-being pada siswa SMA di Kota Padang. Jurnal Psibernetika, 15(2), 102–109. https://doi.org/10.30813/psibernetika.v15i2.3638
  5. Hastuti, R., Soetikno, N., & Heng, P. H. (2020). Remaja sejahtera remaja nasionalis (R. I. Arhadi, Ed.). Andi.
  6. Hidayat, Z., Suprihatin, T (2021). Hubungan antara dukungan sosial dan optimisme terhadap subjective well-being pada remaja di Panti Asuhan At-Taqwa Tembalang. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kimuhum/article/view/17616
  7. Huang, Z., Zhang, L., Wang, J., Xu, L., Liu, Z., Wang, T., Guo, M., Xu, X., & Lu, H. (2021). Social support and subjective well-being among postgraduate medical students: the mediating role of anxiety and the moderating role of alcohol and tobacco use. Heliyon, 7(12). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e08621
  8. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2022). Profil Anak Indonesia Tahun 2022. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
  9. Mahasneh, A. M. (2022). The relationship between subjective well-being and social support among Jordanian university students. Psychology in Russia, 15(2), 53-64. https://doi.org/10.11621/PIR.2022.0204
  10. Ohara, S., Komarudin, K. & Rohmadani, Z. V. (2021). Hubungan antara dukungan sosial dengan kesejahteraan subjektif remaja yang tinggal di panti asuhan. http://digilib.unisayogya.ac.id/6024/
  11. Pohan, S. N. H. (2023). Hubungan dukungan sosial dengan subjective well being pada siswa di Yayasan Pendidikan Gemilang Bangsa. https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/19859
  12. Setyawati, I., Fahiroh, S. A., Poerwanto, A. & Sutorejo, J. (2022). Hubungan antara dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis pada remaja di UPT PRSMP Surabaya. Archetype: Jurnal Ilmiah Psikologi & Terapan, 5(1), 1-9. https://doi.org/10.3651/aj.v5i1.13835
  13. Suyono. (2018). Analisis regresi untuk penelitian. Deepublish.
  14. Syarah, F. S. (2019). Hubungan social support dengan subjective well-being pada siswa penyandang disabilitas di Banda Aceh. https://www.semanticscholar.org/paper/Hubungan-Social-Support-Dengan-Subjective-Pada-Di-Syarah/35365c1399e2f50942a7e716f76b5e3f40a7c014
  15. Wafa, Z. A. (2016). Kesejahteraan subjektif pada anak yatim di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Purworejo. Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah, 14(2). https://journals.ums.ac.id/index.php/tajdida/article/view/5275/3494
  16. Yatim, M. (2021, August 28). Perbedaan panti asuhan dan panti sosial yang wajib anda tahu. Hari Anak Yatim.