Main Article Content

Abstract

This article discusses legal certainty as one of the objectives of Law No. 5 of 1960 concerning Agrarian (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria) Principles and the influence of land rights certificates as a strong means of proof of land registration. The provision of guarantees of legal certainty to holders of land rights is accommodated in Law Number 5 of 1960 concerning Agrarian Principles and further regulated in Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration (Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah). Using a normative legal view, this article refers to regulations on agrarian. The discussion of the article looks at the role of the government in providing opportunities for all citizens to register land with the aim of obtaining legal certainty and minimizing disputes. This article looks at the purpose of issuing certificates in land registration activities so that right-holders can easily prove that they are the right-holders. This is done so that rights holders can obtain legal certainty and legal protection. However, the land rights certificate issued is considered to be still lacking in minimizing disputes and it is assumed that it has not affected the land rights owners to protect their rights.

Keywords

Kajian yuridis Pembuktian hak Pendaftaran tanah

Article Details

How to Cite
Muthallib, A. (2020). PENGARUH SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM MENCAPAI KEPASTIAN HUKUM. Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan, Dan Ekonomi Islam, 12(1), 21-43. https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v12i1.1673

References

  1. Anatami, Darwis. 2017. Tanggung Jawab Siapa, Bila Terjadi Sertifikat Ganda Atas Sebidang Tanah. Jurnal Hukum Samudra Keadilan. 12 (1).
  2. Anonimous. 1999. Himpunan Karya Tulis Pendaftaran Tanah. Jakarta: Badan Pertanahan Nasional.
  3. AP, Parlindungan. 2008. Komentar Atas Undang-Undang Pokok Agraria. Bandung: Mandar Maju.
  4. Florianus, Sangsun SP. 2007. Tata Cara Mengurus Sertifikat Tanah. Jakarta: Visimedia
  5. Harsono, Boedi. 2008. Hukum Agraria Indonesia (Sejarah, Pembentukan, Undang-Undang Pokok Agraria, Isidan Pelaksanaannya). Jakarta: Djambatan
  6. HS, Salim. 2016. Teknik Pembuatan Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  7. Ismail, Ilyas. 2011. Sertifikat Sebagai Alat Bukti Hak Atas Tanah Dalam Proses Peradilan. Kanun Jurnal Ilmu Hukum. 53 (XIII).
  8. Kusmiarto. 2017. Problematika Pembenahan Data Spasial Bidang Tanahdi Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Prosiding Nasional, Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. STPN dan Pusat Studi HukumAgraria-Fakultas Hukum Universitas Trisakti.
  9. Muchsin et.al. 2007. Hukum Agraria Indonesia Dalam Perspektif Sejarah. Bandung: Refika Aditama.
  10. Muhammad, Abdul Kadir. 2000. Hukum Acara Perdata Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bhakti.
  11. Perangin, Effendi. 1986. 401 Pertanyaan dan Jawaban tentang Hukum Agraria ,Cet.I. Jakarta: Rajawali.
  12. Rampi, Eman Chrisna Aldiro. 2017. Kepastian Hukum Terhadap Pelayanan Persertifikasian Tanah Melalui Program Layanan Rakyat Untuk Sertifikat Tanah (LARASITA). Jurnal Hukum Unsrat. 23 (10).
  13. Santoso, Urip. 2010. Pendaftaran dan Peralihan Hak atas Tanah. Jakarta: Kencana
  14. Soerodjo, Irawan. 2003. Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Di Indonesia. Surabaya: Arkola.
  15. Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. 2002. Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajawaliPers
  16. Surawirawan, Irsyad dan Martin Roestamy. 2016. PENGARUH PENERAPAN STELSEL NEGATIF TERHADAP DUPLIKASI KEPEMILIKAN TANAH DIKAITKAN DENGAN PENGEMBANGAN PERUMAHAN BAGI MASYARAKAT. Jurnal Living Law. 8 (1).
  17. Zainuddin & Zaki Ulya. 2018. Domein Verklaring Dalam Pendayagunaan Tanah Di Aceh. Jurnal Hukum Samudra Keadilan. 13 (1).

DB Error: Unknown column 'Array' in 'where clause'