Main Article Content

Abstract

This study aims to analyze legal protection and investment risks in Sharia Securities Crowdfunding (SCF) using the perspective of maslahah mursalah as the basis for assessment. The methodology employed is qualitative library research with a normative legal study approach, utilizing primary sources in the form of legislation, DSN-MUI fatwas, and OJK regulations, as well as secondary sources in the form of relevant academic journals and books published within the last ten years. The findings indicate that legal protection for investors in Sharia SCF already has a normative foundation through OJK Regulation No. 57/POJK.04/2020 and DSN-MUI Fatwa No. 140/DSN-MUI/VII/2021, but its implementation still faces challenges in terms of supervision, information transparency, and the effectiveness of dispute resolution mechanisms. The maslahah mursalah analysis affirms that Sharia SCF is permissible as long as it upholds the principles of justice, trustworthiness, and benefit, thereby necessitating strengthened regulations and oversight to optimally achieve the goal of investor protection.

Keywords

Legal Protection Investment Risk Maslahah Mursalah

Article Details

How to Cite
Sholatiah, L., Rosidah, A., & Rahman, T. (2025). Perlindungan Hukum dan Risiko Investasi pada Securities Crowdfunding Syariah: Analisis Maslahah Mursalah. Al-Muamalat Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 10(2), 105-119. https://doi.org/10.32505/muamalat.v10i2.10721

References

  1. Achmad Badarus Syamsi, G. W. (2020). Perlindungan hukum perjanjian bagi hasil petani garam di Kabupaten Pamekasan dalam perspektif hukum Islam dan hukum perdata. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 14(1), 19–34. https://doi.org/10.24090/mnh.v14i1.3580
  2. Alhadiansyah, A., Djun’astuti, E., Susila, S., Marnita, M., & Aprilsesa, T. D. (2023). The Sharia Funding Risk Issues in Fintech Securities Crowdfunding: Realization of Legal Certainty in the Shari’ah Perspective. SASI, 29(4), 777–789. https://doi.org/10.47268/sasi.v29i4.1733
  3. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2020). Fatwa Nomor 137/DSN-MUI/2020 tentang sukuk.
  4. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2021). Fatwa Nomor 140/DSN-MUI/2021 tentang penawaran efek syariah melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi berdasarkan prinsip syariah.
  5. Fachruddin, M. R., Tajrid, A., & Heradhyaksa, B. (2024). Regulation of Investor Protection of Information Technology-Based Shari’ah Crowdfunding Services in Indonesia from the Perspective of Shari’ah Economic Law. Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology, 5(2), 13–21. https://doi.org/10.33122/ejeset.v5i2.194
  6. Fahrunisa, I., & Nafisah, B. (2023). Analisis fatwa DSN MUI tentang murabahah dan wakalah bil ujroh dalam fintech Dana Syariah. Labatila: Jurnal Ilmu Ekonomi Islam, 7(01), 27–40. https://doi.org/10.33507/lab.v7i01.1195
  7. Hadjon, P. M. (2007). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia. Peradaban.
  8. Hapsari, R. A., & Riska, A. S. (2021). Studi yuridis perlindungan hukum pada lembaga layanan urunan dana (securities crowdfunding) berbasis digital (Studi pada Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung). Innovative: Journal of Social Science Research, 1(2), 355–362. https://doi.org/10.31004/innovative.v1i2.3025
  9. Hidayah, Y. W., Prakoso, B., & Istiana. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Investor dalam Layanan Platform Securities Crowdfunding Sebagai Pendanaan Umkm di Indonesia. CLEAR: Criminal Law Review, 1(2), 1–16.
  10. Kambali, M. (2018). Relevansi pemikiran ekonomi Muhammad Baqir Ash-Sadr. JES (Jurnal Ekonomi Syariah), 3(1), 49–58. https://doi.org/10.30736/jesa.v3i1.35
  11. Kholil, M. (1955). Kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah. Bulan Bintang.
  12. Komisioner, D., & Otoritas Jasa Keuangan. (2021). POJK 16/POJK.04/2021 tentang perubahan atas POJK 57/POJK.04/2020 tentang penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi.
  13. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. (2022). Modul securities crowdfunding (SCF) syariah untuk investor.
  14. Muliana, N., Nurbaiti, & Muhammad Ikhsan Harahap. (2023). Analisis pengembangan fintech securities crowdfunding (SCF) syariah menurut pandangan maqasid syariah menggunakan metode Nvivo. Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah, 6(2), 233–246. https://doi.org/10.25299/syarikat.2023.vol6(2).14116
  15. Mutiara, Y., Kurniawan, W., & Mentari, N. (2024). Securities crowdfunding: Kajian regulasi pasar modal di Indonesia. JIL: Journal of Indonesian Law, 5(1), 38–60. https://doi.org/10.18326/jil.v5i1.1855
  16. Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Peraturan OJK No. 57/POJK.04/2020 tentang penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi.
  17. Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Risiko investasi pada securities crowdfunding.
  18. Raharjo, S. (2014). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.
  19. Ryan Yusuf Pradana. (2023). Perspektif maslahah mursalah penggunaan fintech syariah dalam investasi. Qawãnïn Journal of Economic Syaria Law, 7(2), 205–217. https://doi.org/10.30762/qaw.v7i2.367
  20. Satriyanto, A., Widyaastuti, M., & Santoso, D. (2022). Perlindungan hukum bagi pelaku usaha dalam perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan hukum Islam (Studi kasus sewa kamera Metro 83). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1), 1–19.
  21. Siti Anisah. (2021). Perlindungan hukum terhadap pemodal atas risiko securities crowdfunding. In Hukum dan prinsip syariah. Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.
  22. Suryanto, D. (2024). Fintech securities crowdfunding solusi permodalan UMKM dan daya tarik investasi masyarakat. In Pengembangan program kemasyarakatan di bidang ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan. Nas Media Pustaka.
  23. Syamsuri, S., Jakiyudin, A. H., & Wicaksono, M. B. (2023). Securities crowdfunding (SCF) syariah berbasis sukuk sebagai solusi permodalan UMK halal di Indonesia. Al-Tijary, 8(2), 127–138. https://doi.org/10.21093/at.v8i2.4931
  24. Zahra, S., & Janwari, Y. (2023). Konsep pemikiran ekonomi Islam Imam Al-Ghazali. Eco-Iqtshadi, 4(2), 87–96.