Main Article Content

Abstract

Sadd adz-Dzariah merupakan metode yang dihasilkan oleh para ulama Ushul Fiqh terdahulu dalam upaya proteksi dan menjaga jangan sampai manusia sebagai Mukallaf jatuh atau pada kerusakan atau Mafsadah, dengan cara menutup dan memblokir semua sarana, alat dan wasilah yang akan digunakan untuk suatu perbuatan. Setiap perbuatan mengandung dua sisi: Sisi yang mendorong untuk berbuat dan Sasaran atau tujuan yang menjadi natijah (kesimpulan/akibat) dari perbuatan itu. Menurut natijahnya, perbuatan itu ada 2 bentuk: Natijahnya baik, maka segala sesuatu yang mengarah kepadanya adalah baik dan oleh karenanya dituntut untuk mengerjakannya. Kedua Natijahnya buruk, maka segala sesuatu yang mendorong kepadanya adalah juga buruk, dan karenannya dilarang. Untuk menetapkan hukum jalan (sarana) yang mengharamkan kepada tujuan, dalam sadd adz-Dzari’ah, ada tiga hal yang perlu dipehatikan: Pertama Tujuan. Jika tujuannya dilarang, maka jalannya pun dilarang dan jika tujuannya wajib, maka jalannya pun diwajibkan. Kedua Niat (Motif), jika niatnya untuk mencapai yang halal, maka hukum sarananya halal, dan jika niat yang ingin dicapai haram, maka sarananya pun haram. Ketiga Akibat dari suatu perbuatan.

Keywords

Sadd Adz-Dzari’ah Studi Islam

Article Details

How to Cite
Arafah, I. (2021). Pendekatan Sadd Adz-Dzari’ah Dalam Studi Islam. Al - Muamalat: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 6(2), 60-74. https://doi.org/10.32505/muamalat.v6i2.1155

References

  1. Ash-Shiddieqy, T.M. Hasbi. 1993. Falsafah Hukum Islam. Jakarta: PT. Bulan Bintang
  2. Dzajuli, A. 2011. Kaidah-Kaidah Fiqh. Jakarta: Kencana
  3. Effendi, Satria. 2005. Ushul Fiqh. Jakarta: Prenada Media
  4. Haroen, Nasrun. 1997. Ushul Fiqh I, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu
  5. Khallaf, Abdul Wahab. 1994. Ilmu Ushul Fiqh. Semarang: Dina Utama
  6. Ma’luf, Louis. 1986. Al-Munjid fi Al-Lughah wa Al-A’lam. Beirut: Dar al-Masyriq
  7. Maulidi. 2015. “Paradigma Progresif dan Maqashid Syariah:Manhaj Baru Menemukan Hukum Responsif ”, dalam Jurnal Asy-Syir’ah, Volume 49, No 1 Bulan Juni
  8. Mudjib, Abdul. Kaidah-Kaidah Ilmu Fiqh
  9. Nawawi, Muhyiddin Yahya Bin Syaraf. 2010. Hadis Arba’in Nawawiyah, alih bahasa Abdullah Haidhir. Riyadh: Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
  10. Sanusi, Ahmad. 2017. Ushul Fiqh. Jakarta: Rajawali Pers
  11. Syafe’I, Rachmat. 2007. Ilmu Ushul Fiqih. Bandung: Pustaka Setia
  12. Syukur, Syarmin. 1993. Sumber-sumber Hukum Islam. Surabaya: Al-Ikhlas
  13. Zuhaili, Wahbah. 1986. Ushul al-Fiqh al-Islami, Juz II. Beirut: Dar al-Fikri alMuasir