https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/issue/feed Al - Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah 2022-01-21T16:39:18+07:00 Anizar, MA anizar_ma2000@yahoo.com Open Journal Systems <p>Al - Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah merupakan jurnal yang memfokuskan pada kajian Ilmu Hukum dan Ekonomi Syariah, berupaya menjadi forum kajian Ilmiah baik teori maupun praktik dalam ranah Kajian Ilmu Hukum dan Ekonomi Syariah.</p> https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/article/view/2847 Analisis Kredit Macet Dan Penanganannya: Prespektif Hukum Ekonomi Syariah 2022-01-21T16:38:45+07:00 Alfina Rahmatun Nida alfinarahma26.arn@gmail.com <p>Credit in banking is an agreement for borrowing money by the customer and then the customer pays the debt gradually every month according to the time agreed by both parties. Customers who have obtained credit facilities from the bank are not fully able to return their debts smoothly according to the previously agreed upon maturity. As a result of customers who are unable to pay their debts, their credit becomes suspended or becomes bad. If you are late in paying installments, there is a fine so that you will be trapped in a debt containing usury which is haram.</p> 2021-12-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Al - Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/article/view/3015 Management of Zakat Fitrah During The Pandemic Period In Boalemo, Gorontalo 2022-01-21T16:38:12+07:00 Dian Adi Perdana dianadiperdana@iaingorontalo.ac.id Ayulinda Djufri ayulindadjufri107@gmail.com <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Zakat fitrah must be paid by every Muslim, both young and old as a form of cleansing himself from all the traits and behaviors that have been done during the month of Ramadan and before. Not only that, zakat fitrah helps brothers who are in trouble in welcoming the victory day at the end of the month of Ramadan, those who are poor, poor people, amil zakat, people in debt, riqob, people who struggle with fi sabilillah, converts and ibn sabil are entitled to help. Indonesia, which is the largest Muslim country, of course always finds basic social problems. One of them is the empowerment of zakat fitrah for the poor. This research examines the management of zakat fitrah in Diloato Village, Boalemo Regency during the outbreak, namely covid-19 which encourages everyone to carry out activities without ignoring health protocols. This study uses a qualitative method that focuses on social analysis according to the realities of people's lives, which then collects data by producing descriptive data from the speakers as well as observing people's behavior, namely muzakki, amil and mustahiq. The data is analyzed so that it can be presented optimally and can draw conclusions according to the problems found. The results of this study show that the Covid-19 pandemic is not an obstacle and an obstacle for amil zakat to collect zakat fitrah from muzakki and distributed to mustahiqs in various ways while still promoting health protocols, because social needs need more attention by all parties without exception.</p> <p><strong>Keywords:</strong><em>&nbsp; </em><em>Management, Zakat, Zakat Fitrah</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Zakat fitrah wajib dibayarkan oleh setiap muslim baik tua maupun muda sebagai bentuk pembersihan diri dari segala sifat dan perilaku yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan dan sebelumnya. Bukan sampai di situ, zakat fitrah membantu saudara-saudara yang kesusahan dalam menyambut hari kemenangan di penghujung bulan Ramadhan, mereka yang termasuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, orang yang berhutang, <em>riqob</em>, orang yang berjuang <em>fi sabilillah</em>, mualaf dan ibnu sabil berhak mendapatkan bantuan. Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar, tentu selalu ditemukan permasalahan sosial yang mendasar. Salah satunya pemberdayaan zakat fitrah bagi masyarakat miskin. Penelitian ini mengulik tentang pengelolaan zakat fitrah di Desa Diloato, Kabupaten Boalemo di masa wabah yang sedang merebak ini yakni covid-19 yang menganjurkan setiap orang untuk melaksanakan kegiatan tanpa mengacuhkan protokol kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang fokus pada analisis sosial sesuai realita dalam kehidupan masyarakat, yang kemudian mengumpulkan data-data dengan menghasilkan data deskriptif dari para narasumber sekaligus mengamati perilaku masyarakat yakni muzakki, amil dan mustahiq. Data-data tersebut dianalisis agar dapat disajikan dengan maksimal dan dapat menarik kesimpulan sesuai permasalahan yang ditemukan. Hasil penelitian ini bahwa pandemik covid-19 bukan menjadi halangan dan hambatan bagi amil zakat untuk menghimpun zakat fitrah dari para muzakki dan didistribusikan kepada para mustahiq dengan berbagai cara dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, karena kebutuhan sosial perlu lebih diperhatikan oleh semua pihak tanpa terkecuali.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong><em>&nbsp; Manajemen, Zakat, Zakat Fitrah</em></p> 2021-12-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Al - Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/article/view/2858 Ligitimasi Hukum Abitrase Syariah Dalam Penyelesaian Sengketa Keuangan Syariah di Indonesia 2022-01-21T16:38:28+07:00 Herman Efendi kumayankaskara1@gmail.com Abd Rahman abdrahman0290@gmail.com Faizatul Fitriyah faizahabeladel@gmail.com Homaidi Homaidi miedyaee@gmail.com Lu’lu’ Nurul Qomariyah luluqomaria96@gmail.com <p>Menjadi sebuah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dipungkuri, perkembangan lembaga keuangan syariah (LKS) menjamur di Indonesia sejak awal tahun 90-an: yaitu dengan lahirnya Bank Muammalat. Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim menjadi ladang yang sangat hijau untuk dijajakin. Apalagi dengan stigma bank konvensional yang disinyalir mangandung riba tidak sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Maka semakin memunculkan resiko sengketa dalam setiap proses terlaksananya prinsip syariah dalam lembaga keuangan syariah (LKS). Lembaga peradilan umum maupun agama tidak legitimed untuk menyelesai perkara yang didalam dalam terdapat prinsip syariah. Sebagai jawabannya, Badan Atbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) untuk memgakomodirnya. Dalam penelitan ini menggunakan pendedekatan perspektif yang menekankan pada metode normatif. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan dengan menggunakan content analysis dengan logika deduktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Basyarnas merupakan lembaga arbitrase yang secara formal diakui. Artinya, Basyarnas memiliki ligitimasi dalam Alternatif Penyelesaian Sengketa di Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Hukum, Arbitrase, Syariah</em></p> 2021-12-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Al - Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/article/view/2595 Pola Ijtihad dalam Konstruksi Pembaharuan Hukum Wakaf di Indonesia 2022-01-21T16:39:01+07:00 Athoillah Islamy athoillahislamy@yahoo.co.id Alfiandri Setiawan setiawanandi963@gmail.com Nuryasni Yazid nuryasniyazid79@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola ijtihad dalam pembaharuan hukum wakaf di Indonesia yang termaktub dalam Undang-undang No.41 Tahun 2004. Fokus objek penelitian ini pada Pasal 1 terkait eksistensi wakaf, Pasal 16 tentang benda wakaf, dan Pasal 40 tentang perubahan status harta benda wakaf. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berupa kajian pustaka. Jenis penelitian hukum Islam ini masuk kategori penelitian hukum normatif filosofis. Teori analisis yang digunakan, yakni tipologi ijtihad kontemporer yang dicetuskan Yusuf al-Qaradawi. Penelitian ini menyimpulkan &nbsp;kontruksi pembaharuan hukum wakaf dalam Pasal 1 terkait eksistensi wakaf, Pasal 16 terkait objek wakaf, dan Pasal 40 terkait perubahan status harta benda wakaf cenderung menggunakan pendekatan <em>ijtihad intiqa’i</em>, yakni memilih pendapat hukum mazhab fikih klasik yang relevan dengan kondisi perkembangan dan kebutuhan masyarakat modern. Namun dalam pasal 40, penulis memandang terdapat pemilihan pendapat hukum dari mazhab fikih yang tidak membolehkan untuk menjual atau mengganti benda wakaf akan dapat menimbulkan problem dalam aplikasinya. Hal demikian disebabkan benda wakaf dalam kondisi tertentu dapat mengalami kerusakan dan hilangnya kemanfaatan. Oleh sebab itu, konstruksi hukum dalam pasal 40 dapat dikoreksi kembali.</p> 2021-12-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Al - Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/article/view/1155 Pendekatan Sadd Adz-Dzari’ah Dalam Studi Islam 2022-01-21T16:39:18+07:00 Intan Arafah Intanarafah9@gmail.com <p>Sadd adz-Dzariah merupakan metode yang dihasilkan oleh para ulama Ushul Fiqh terdahulu dalam upaya proteksi dan menjaga jangan sampai manusia sebagai Mukallaf jatuh atau pada kerusakan atau Mafsadah, dengan cara menutup dan memblokir semua sarana, alat dan wasilah yang akan digunakan untuk suatu perbuatan. Setiap perbuatan mengandung dua sisi: Sisi yang mendorong untuk berbuat dan Sasaran atau tujuan yang menjadi natijah (kesimpulan/akibat) dari perbuatan itu. Menurut natijahnya, perbuatan itu ada 2 bentuk: Natijahnya baik, maka segala sesuatu yang mengarah kepadanya adalah baik dan oleh karenanya dituntut untuk mengerjakannya. Kedua Natijahnya buruk, maka segala sesuatu yang mendorong kepadanya adalah juga buruk, dan karenannya dilarang. Untuk menetapkan hukum jalan (sarana) yang mengharamkan kepada tujuan, dalam sadd adz-Dzari’ah, ada tiga hal yang perlu dipehatikan: Pertama Tujuan. Jika tujuannya dilarang, maka jalannya pun dilarang dan jika tujuannya wajib, maka jalannya pun diwajibkan. Kedua Niat (Motif), jika niatnya untuk mencapai yang halal, maka hukum sarananya halal, dan jika niat yang ingin dicapai haram, maka sarananya pun haram. Ketiga Akibat dari suatu perbuatan.</p> 2021-12-14T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Al - Muamalat: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah