Main Article Content

Abstract

Civil servant lecturers are required to fulfil the Tri Dharma of Higher Education, including community engagement, which may take the form of providing legal assistance. In practice, this obligation encounters a legal barrier because Article 3 paragraph (1)(c) and Article 20 paragraph (2) of Law Number 18 of 2003 on Advocates prohibit civil servants from practising as advocates. This restriction has triggered debate over whether law lecturers, as civil servants, may exercise their constitutional rights to participate in advocacy work. This study seeks to examine the Constitutional Court’s legal reasoning in Decision Number 150/PUU-XXII/2024, which authorises civil servant lecturers to act as advocates within certain limits, and to assess the relevance of this decision through the lens of siyasah qadhaiyyah. Employing a qualitative research design supported by a statute approach and analytical approach, the study analyses pertinent primary and secondary legal sources. The findings reveal that the Constitutional Court issued a conditionally unconstitutional ruling on the contested provisions of the Advocate Law, clarifying that civil servant lecturers may undertake advocacy activities solely for pro bono services through university legal aid institutions. This ruling affirms the protection of constitutional rights guaranteed in Articles 28C and 28D of the 1945 Constitution and resonates with principles of substantive justice in siyasah qadhaiyyah, particularly the pursuit of the public good (maslahah ammah) through the involvement of legal scholars. The study concludes that constitutional justice and Islamic legal ethics can be synergised to balance individual rights with the professional responsibilities inherent to state officials.

Keywords

Advocates Civil Servant Lecturers Siyasah Qadhaiyyah

Article Details

References

  1. Abduh, Rachmad, dan Faisal Riza. “Pemberian Bantuan Hukum Kepada Masyarakat Miskin yang Mengajukan Gugatan Melalui Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama.” EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial 4, no. 2 (2018). https://doi.org/10.30596/edutech.v4i2.2274.
  2. Afandi, Aan, Beni Ahmad Saebani, dan Nas Nasrudin. “Tinjauan Siyasah Qadhaiyyah Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 Mengenai Ketentuan Tambahan Pengalaman Menjabat Kepala Daerah dan Syarat Usia Minimal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.” UNES Law Review 7, no. 1 (2024): 297–306. https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1.2275.
  3. Agusti, Arma. “Pandangan Siyasah Qadhaiyyah Terhadap Kepastian Hukum Kewenangan Constitutional Complaint.” Jurnal Kewarganegaraan 8, no. 1 (2024): 1367–73. https://doi.org/10.31316/jk.v8i1.1589.
  4. Ali, Zainuddin. Metode Penelitian Hukum. Sinar Grafika, 2021.
  5. Alwin, Mhd, Ahmad Irpan, dan Fauziah Lubis. “Urgensi Kode Etik Profesi Advokat.” El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 3, no. 3 (2023): 716–21. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v3i3.2929.
  6. Amalia, Nur. “Tridharma Perguruan Tinggi untuk Membangun Akademik dan Masyarakat Berpradaban.” Karimah Tauhid 3, no. 4 (2024): 4654–63. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i4.12886.
  7. Angga, Angga, dan Ridwan Arifin. “Penerapan Bantuan Hukum bagi Masyarakat Kurang Mampu di Indonesia.” DIVERSI: Jurnal Hukum 4, no. 2 (2019): 218–36. https://doi.org/10.32503/diversi.v4i2.374.
  8. Aqilah, Adinda Salma, Ronald Febrian, Imam Kurniawan, Abdul Kholik, Luqmanul Hakim, dan Nova Winda. “Analisis Pengelolaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Bidang Penelitian.” AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora 1, no. 3 (2023): 206–10.
  9. Ariawan, I. Gusti Ketut. “Metode Penelitian Hukum Normatif.” Kertha Widya 1, no. 1 (2013): 21–30. https://doi.org/10.37637/kw.v1i1.419.
  10. Benuf, Kornelius, dan Muhamad Azhar. “Metodologi Penelitian Hukum sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer.” Gema Keadilan 7, no. 1 (2020): 20–33. https://doi.org/10.14710/gk.2020.7504.
  11. Chudzaifah, Ibnu, Afroh Nailil Hikmah, dan Auliya Pramudiani. “Tridharma Perguruan Tinggi: Sinergitas Akademisi dan Masyarakat dalam Membangun Peradaban.” Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat 1, no. 1 (2021): 79–93. https://doi.org/10.47945/al-khidmah.v1i1.384.
  12. Dewi, Serafina Shinta. “Pengaturan Disiplin PNS dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.” WICARANA 1, no. 2 (2022): 105–18. https://doi.org/10.57123/wicarana.v1i2.22.
  13. Endira, Bramedika Kris, Muhammad Junaidi, Diah Sulistyani Ratna Sediati, dan Amri Panahatan Sihotang. “Kedudukan dan Peran Organisasi Profesi Advokat terhadap Advokat yang Berhadapan dengan Hukum.” Jurnal USM Law Review 5, no. 1 (2022): 389–400. https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4841.
  14. Hidayati, Hidayati, Martin Saur Madison, Syafiuddin, dan M. Adib el Fikri. “Perlindungan Hukum Guru Honorer dalam Kasus Pemukulan Berdasarkan UU Guru dan Dosen 2005.” Jurnal Hukum Indonesia 4, no. 1 (2025): 28–42. https://doi.org/10.58344/jhi.v4i1.1626.
  15. Kelanit, Eusebius Petrus Tino. “Pengaturan Rangkap Profesi Dosen PNS sebagai Advokat.” Seminar Nasional Konservasi, 2 Oktober 2025, 98–104.
  16. Mth, Asmuni. “Eksistensi Pengacara dalam Perspektif Islam.” Al-Mawarid: Jurnal Hukum Islam 12 (2004). https://journal.uii.ac.id/JHI/article/view/2794.
  17. Novita, Melda, dan Prima Yulianti. “Pengaruh Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional terhadap Penilaian Kinerja Dosen Universitas Dharma Andalas Padang.” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas 22, no. 2 (2020): 241–54. https://doi.org/10.47233/jebd.v22i2.137.
  18. Pambudi, Mbareb Slamat, dan Ichsan Anwary. “Kepastian Hukum Status Dosen PNS yang Boleh Menjadi Advokat dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 150/PUU-XXII/2024.” Jurnal Kolaboratif Sains 8, no. 6 (2025): 3675–93. https://doi.org/10.56338/jks.v8i6.7889.
  19. Pramita, Kadek Sista Pradnya, dan Devi Marlita Martana. “Interdependensi Dosen Pegawai Negeri Sipil dalam Menjawat Profesi Advokat Guna Kepentingan Justiciabelen.” Jurnal Media Akademik (JMA) 3, no. 10 (2025). https://doi.org/10.62281/6rj1ms69.
  20. Purba, Ahmad Rusly. “Fungsi Mahkamah Konstitusi dalam Penegakan Hukum Tata Negara.” Jurnal Darma Agung 32, no. 6 (2024): 348–54. https://doi.org/10.46930/ojsuda.v32i6.5093.
  21. Ramadhani, Arie. “Analisa Hukum Dosen yang Melakukan Rangkap Profesi sebagai Advokat.” JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) 6, no. 1 (2021): 68–78. https://doi.org/10.36526/jppkn.v6i2.1660.
  22. Ramadhani, Arie, dan Wageyono. “Advocate That Conduct as a Permanent Lecturer (Case Study No. 47/Pdt.Sus-Phi/2016/Pn.Pdg).” Proceeding Humanities: Teacher Training and Education 4, no. 1 (2022): 14–21.
  23. Rinanda, Teja, dan Dina Hastalona. “Analisis Peran Kebijakan Pemerintah terhadap Tingkat Kesejahteraan Dosen di Indonesia.” All Fields of Science Journal Liaison Academia and Society 3, no. 2 (2023): 25–34. https://doi.org/10.58939/afosj-las.v3i2.420.
  24. Rizky, Ghina Aulia, Muhammad Afriza Rifandy, Muhammad Ferdy Hasan, dan Lisnawati. “Kaidah-Kaidah Khusus Siyasah Qadhaiyyah.” TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah 2, no. 2 (2025): 20–31. https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i2.106.
  25. Rizky, Muchammad Catur, Rohman Hakim, Miftakhul Anam, Moch Nur Alim, dan Wahyu Suhartatik. “Implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen terhadap Kesejahteraan Dosen Profesional di Universitas Sunan Giri Surabaya.” Jurnal Kolaboratif Sains 5, no. 8 (2022): 561–69. https://doi.org/10.56338/jks.v5i8.2734.
  26. S, Laurensius Arliman, Maria Margareta Hutajulu, Gokma Toni Parlindungan S, dkk. Bantuan Hukum. CV. Gita Lentera, 2025.
  27. Salamor, Yonna Beatrix. “Pemberian Bantuan Hukum kepada Masyarakat Kurang Mampu di Kota Ambon.” Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni 2, no. 1 (2018): 277–83. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v2i1.1681.
  28. Saputra, Muhammad Febri Eka, Miswardi, Nurkhairat Ihsan, Nadya Fransiska, dan Rahmi Surya Safitri. “Reconstruction of Constitutional Court Decision on Presidential and Vice Presidential Age Limit from Siyasah Qadhaiyyah Perspective.” Hakamain: Journal of Sharia and Law Studies 4, no. 1 (2025): 26–36. https://doi.org/10.57255/hakamain.v4i1.1305.
  29. Sihombing, Eka N. A. M. “Eksistensi Paralegal dalam Pemberian Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin.” Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum 6, no. 1 (2019): 70–77. https://doi.org/10.31289/jiph.v6i1.2287.
  30. Subagja, Rakha Elwansyah Giri, Bambang Heriyanto, dan Herli Antoni. “Analisis Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 150/PUU-XXII/2024 Terkait Uji Materiil Pasal 3 Ayat (1) Huruf C Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.” QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora 3, no. 3 (2025): 1091–97. https://doi.org/10.61104/jq.v3i3.1869.
  31. Sutarsih, Eti, dan M. Misbah. “Konsep Pendidikan Profesional Perspektif Undang-Undang tentang Guru dan Dosen.” Jurnal Kependidikan 9, no. 1 (2021): 69–82. https://doi.org/10.24090/jk.v9i1.4762.
  32. Syachputra, M. Raihan, Teguh Andi Nugraha, Septian Maulana, Anggya Syahrallya Nissa, dan Nisrina Marsha Rizqia. “Pemberlakuan Prinsip-Prinsip Dasar dalam Masalah Profesi Kode Etik Advokat.” Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat 3, no. 01 (2025). https://journal.forikami.com/index.php/dassollen/article/view/849.
  33. Taryoto, Andin H. “Analisis Karya Ilmiah sebagai Komponen Tri Darma Perguruan Tinggi.” Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan 9, no. 1 (2015): 1–11. https://doi.org/10.33378/jppik.v9i1.54.
  34. Wijaya, Rangga. “Fungsi Mahkamah Konstitusi dalam Pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945.” IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research 1, no. 1 (2023): 23–27. https://doi.org/10.60153/ijolares.v1i1.5.
  35. Yuliawati, Sri. “Kajian Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai Fenomena Pendidikan Tinggi di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Widya 29, no. 318 (2012): 218712.
  36. Zatadini, Nabila, dan Syamsuri. “Konsep Maqashid Syariah menurut Al-Syatibi dan Kontribusinya dalam Kebijakan Fiskal.” AL-FALAH: Journal of Islamic Economics 3, no. 2 (2018): 1–16. https://doi.org/10.29240/alfalah.v3i2.587.