https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/issue/feedJurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi2026-01-13T12:45:47+08:00Faisalfaisal@iainlangsa.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi</strong> <a title="P-ISSN : 2579-9185" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1493956893&1&&" target="_blank" rel="noopener">P-ISSN:2579-9185</a> ; <a title="E-ISSN : 2656-0852" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1548208475&1&&2019" target="_blank" rel="noopener">E-ISSN:2656-0852</a> is a peer-reviewed scholarly, open-access journal that is online published by Mathematics Education Department of IAIN Langsa. JAQ is published twice in a year : <em>June and December</em>.</p>https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/12872Analisis Soal Latihan Transformasi Linier Dalam Buku Ajar Aljabar Linier Berdasarkan Teori Prakseologi2025-12-31T08:39:32+08:00Ponco Sujatmikoponcosujatmiko@staff.uns.ac.idDyah Ratri Aryunadyahratri@staff.uns.ac.idIkrar Pramudyaikrarpramudya@staff.uns.ac.idMardiyana Mardiyanamardiyana@staff.uns.ac.idRubono Setiawanrubonosetiawan@staff.uns.ac.id<p>Undergraduate students often struggle to shift froam procedural to conceptual understanding when learning linear transformation. They tend to focus on mechanical procedures while neglecting the underlying concepts. Textbooks play a crucial role in developing conceptual understanding through well-structured and meaningful exercises. Praxeological theory, which maps the relationship among mathematical tasks, techniques, supporting technologies, and underlying theories, provides a comprehensive framework for such analysis. This study aims to analyze linear transformation exercises in Elementary Linear Algebras (11<sup>th</sup> edition) by Howard Anton and Chris Rorres using a qualitative content analysis based on the praxeological framework. The findings reveal that most exercises have the potential to foster deep conceptual understanding, particularly when learning activities do not stop at the technical stage. Practically, the study offers insights for lecturers and textbook developers in designing exercises that balance procedural demands and conceptual reasoning, thereby enhancing meaningful learning of linear algebra in higher education.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Ponco Sujatmiko, Dyah Ratri Aryuna, Ikrar Pramudya, Mardiyana Mardiyana, Rubono Setiawanhttps://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/11974Integrasi Literasi Matematika dan Pemikiran Komputasi: Strategi Penguatan Kompetensi Digital Dalam Pendidikan Abad Ke-212025-12-31T08:39:33+08:00Andi Ariqandiariq973@gmail.comNursalamnursalam_ftk@uin-alauddin.ac.idSri Sulasterisri.sulasteri@uin-alauddin.ac.idAndi Kusumayantiandi.kusumayanti@uin-alauddin.ac.id<p>The digital revolution has profoundly transformed economic, social, and cultural structures, demanding the emergence of new competencies such as mathematical literacy and computational thinking as essential foundations of 21st-century education. This study aims to analyze the conceptual interrelation and pedagogical implications of integrating these competencies within the context of learning in the digital economy era. Employing a qualitative exploratory approach through a systematic literature review, data were obtained from scholarly publications over the past decade that address the integration of mathematical literacy and computational thinking. The findings reveal that their integration enhances logical reasoning, problem-solving, and data-driven decision-making skills, while the adoption of artificial intelligence (AI) technologies further supports adaptive and reflective learning environments. Nevertheless, the success of this integration requires a holistic pedagogical framework grounded in humanistic values to prevent the decline of students’ critical and independent thinking abilities. Therefore, the integration of mathematical literacy and computational thinking can be viewed as a strategic transformation in education to cultivate digitally literate, creative, and adaptive generations prepared for the challenges of a knowledge-based economy.</p>2025-12-30T02:28:10+08:00Copyright (c) 2025 Andi Ariq, Nursalam, Sri Sulasteri, Andi Kusumayantihttps://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/10984Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS)2025-12-31T08:39:34+08:00Sintia Khairanisintia.khairani26@gmail.comAndi Susantoandisusanto@uinib.ac.idFitria Mardikafitriamardika@uinib.ac.id<p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik melalui model pembelajaran <em>Search, Solve, Create, dan Share</em> (SSCS) pada kelas VIII di MTsN 1 Pesisir Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain <em>quasi-eksperimental</em> dengan <em>randomized control group only design</em>. Sampling acak digunakan untuk memilih sampel, dengan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan VIII A sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini adalah tes pemahaman konsep matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman konsep matematika kelas eksperimen (81,25) lebih baik daripada kelas kontrol (71,88). Pengujian statistik menggunakan uji t pada taraf signifikansi 0,05 menunjukkan bahwa lebih besar dari . Berdasarkan hasil ini, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Akibatnya, model SSCS terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik dibandingkan dengan model ekspositori. Oleh karena itu, diharapkan dari hasil ini pendidik dapat memutuskan untuk menggunakan SSCS sebagai model pembelajaran alternatif.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Model SSCS, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis.</p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research aimed to analyze students' mathematical concept comprehension abilities through the Search, Solve, Create, and Share (SSCS) learning model in grade VIII at MTsN 1 Pesisir Selatan. The method used in this study was a quasi-experimental design with a randomized control group only design. Random sampling was used to select the sample, with class VIII B as the experimental class and VIII A as the control class. The research instrument was a mathematical concept comprehension test. The results showed that the average mathematical concept comprehension score of the experimental class (81.25) was better than that of the control class (71.88). Statistical testing using a t-test at a significance level of 0.05 showed that the </em> <em> was greater than the t-table. Based on these results, there was a significant difference between the two classes. As a result, the SSCS model proved to be more effective in improving students' mathematical concept comprehension than the expository model. Therefore, it is hoped that based on these results, teachers can decide to use SSCS as an alternative learning model.</em></p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>SSCS Model, Mathematical Concept Understanding Ability.</em></p>2025-12-30T02:37:58+08:00Copyright (c) 2025 sintia Khairani, Andi Susanto, Fitria Mardikahttps://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/13100Analisis Kemandirian Belajar Siswa MTs YPKS Padang Sidimpuan Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII2025-12-31T08:39:34+08:00Rizki Harahaprizkiharahap282@uinsyahada.ac.idMariam Nasutionmariam@uinsyahada.ac.idAlmira Amiralmiraamir@uinsyahada.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk kemandirian belajar siswa MTs YPKS Padangsidimpuan pada pembelajaran matematika di kelas VIII melalui pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah MTs YPKS Padangsidimpuan. Subjek yang digunakan pada penelitian ini merupakan siswa kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik survei dengan menggunakan instrument non-tes berupa angket pertanyaan yang dibagikan langsung kepada siswa dan wawancara. Hasil Penelitian diperoleh dalam penelitian ini yaitu indikator kemandirian belajar siswa dengan kategori cukup baik meliputi inisiatif belajar, mendiagnosis kebutuhan belajar, mencari dan memanfaatkan sumber belajar yang relevan, memilih dan menerapkan strategi belajar, dan <em>self-efficacy</em>/konsep diri/kemampuan diri, sedangkan indikator lainnya seperti menetapkan tujuan/target belajar, memandang kesulitan sebagai tantangan, dan mengevaluasi proses dan hasil belajar dapat digolongkan dalam kategori baik. Dengan demikian, analisis kemandirian belajar siswa kelas VIII MTs YPKS Padangsidimpuan menunjukkan sebagian besar siswa memiliki kemandirian belajar sebesar 74,22% dan dikategorikan cukup baik. Oleh karna itu, guru harus dapat menumbuhkan maupun mendorong kemandirian belajar siswa baik itu dengan media pembelajaran dan bahan ajar dan sebagainya yang dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa.</p>2025-12-31T01:17:59+08:00Copyright (c) 2025 Rizki Harahap, Mariam Nasution, Almira Amirhttps://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/13094Pengembangan Modul Pembelajaran Interaktif Berbasis Etnomatematika Pada Materi Koordinat Kartesius SMP Kelas VII2026-01-12T13:17:31+08:00Washila Nur Azizah Putrisilaputri310323@gmail.comNur Wiji Sholikinnur.wiji.s.002@gmail.com<p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p>Hasil analisis kebutuhan memperlihatkan bahwa proses pembelajaran koordinat kartesius belum optimal karena siswa masih mengalami hambatan dalam menentukan posisi titik, terutama pada koordinat bernilai negatif dan identifikasi kuadran. Permasalahan tersebut diperparah oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional sehingga minat serta pemahaman siswa menjadi kurang. Pengembangan modul ini bertujuan menyediakan media pembelajaran interaktif berbasis etnomatematika yang memadukan unsur budaya Topeng Malangan agar materi lebih kontekstual dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) melalui penyusunan modul digital yang divalidasi oleh para ahli dan diuji cobakan kepada peserta didik. Hasil akhir menunjukkan bahwa modul ini mampu meningkatkan pemaahaman siswa melalui pengembangan media pembelajaran mengenai koordinat kartesius.</p>2025-12-31T01:20:33+08:00Copyright (c) 2025 Washila Nur Azizah Putri Silahttps://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/13050Pengaruh Media Pembelajaran Kahoot Berbasis Game Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Ditinjau Dari Gaya Belajar Impulsif dan Reflektif2025-12-31T08:39:36+08:00Puja Puja Suci Emilyapujaemilya3@gmail.com<p>lThis studyl aimsl to analyze lthe effectiveness lof using lKahoot lgame-basedl learningl media lin increasingl lstudents' mathematicsl learning motivation viewed from impulsive and reflective learning styles of grade VIII students at MTsN 1 Kerinci. This researchl employed lan experimentall method withl la Control Group Post Test-Only lDesign. lThe research samplel consisted lof 41 students divided into experimental classl (VIII A, 20 students) and control class (VIII D, 21 students) selectedl through lrandom lsampling. Research instrumentsl included llearning motivationl questionnaires and impulsive-reflective learning style questionnaires. Datal were analyzedl using independentl t-testl and ltwo-way lANOVA. The resultls showed significant differences in learning motivation between experimental and control groups (t_count = 4.523 > t_table = 2.023; p < 0.05). Students with impulsive learning styles demonstrated higher motivation improvement (mean = 78.45) compared to reflective students (mean = 74.32) when using Kahoot. Therel was al significant linteraction effectl between llearning medial land learning style (F = 6.847; p < 0.05). lThis study lconcludes that lKahoot is leffective in lincreasing mathematics llearning motivation, especially for students with impulsive learning styles.</p>2025-12-31T01:23:05+08:00Copyright (c) 2025 Puja Puja Suci Emilyahttps://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/12443Guided Discovery Learning: Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP/Mts2025-12-31T08:39:36+08:00Maisarah Maimaisarahbukhari298@gmail.comSusantisusanti@ar-raniry.ac.id<p>Kemampuan siswa dalam mencapai hasil belajar menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan suatu proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika dengan model <em>Guided Discovery Learning</em> dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX MTsS Babun Najah dengan metode eksperimen kuantitatif. Instrumen utama berupa <em>pretest</em> dan <em>posttest.</em> Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang relevan. Berdasarkan hasil <em>output</em> uji hipotesis dengan menggunakan <em>independent sample t-test</em> SPSS versi 23 diketahui nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000. Hasil analisis data yang diperoleh dari nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, terlihat bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan antara kedua kelompok. Hal ini karena menandakan bahwa penerapan model pembelajaran <em>Guided Discovery Learning</em> bersifat aktif, berpusat pada siswa, dan menekankan pada proses penemuan konsep secara mandiri mampu memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman dan kemampuan berpikir kritis siswa.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Hasil Belajar Matematika, <em>Guided Discovery Learning</em>.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Students' ability to achieve learning outcomes is an important indicator in assessing the success of a learning process. The purpose of this study was to determine the differences in mathematics learning outcomes between the Guided Discovery Learning model and conventional learning. This study was conducted on ninth-grade students of MTsS Babun Najah using a quantitative experimental method. The main instruments were pretests and posttests. Data analysis was carried out using relevant statistical tests. Based on the results of the hypothesis test output using independent sample t-test SPSS version 23, a significance value of 0.000 was obtained. The results of data analysis obtained from the pretest and posttest scores in the experimental and control classes showed that there was a significant difference in learning outcomes between the two groups. This indicates that the application of the Guided Discovery Learning model is active, student-centered, and emphasizes the process of independent concept discovery, which can have a positive influence on students' understanding and critical thinking skills</em><em>.</em></p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Mathematics Learning Outcomes, Guided Discovery Learning.</em></p>2025-12-31T01:29:54+08:00Copyright (c) 2025 maisarah mai, Susantihttps://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/12983Problem Based Learning Terintegrasi Nilai Islam (Ta'awun) Berbantuan Media Stik Terhadap Hasil Belajar Matematika2025-12-31T08:39:37+08:00Widya Nita Sariwnitasaridya@gmail.comUsman Yudiwnitasaridya@gmail.comAning Wida Yantiwnitasaridya@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model <em>pembelajaran Problem Based Learning</em> (PBL) berbantuan media stik es krim terintegrasi nilai Islam ta’awun untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Hasil belajar matematika siswa rendah karena kurangnya variasi model dan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan <em>one-group pretest–posttest design </em>dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah 31 siswa kelas VII di SMP Negeri 13 Surabaya. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar siswa yang terdiri dari 10 soal uraian (essay). Soal-soal ini mencakup materi Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV). Implementasi nilai Islam dijelaskan secara terukur melalui fokus pada nilai ta’awun (tolong-menolong dalam kebaikan), khususnya dalam kerja sama kelompok. Keterlibatan siswa dalam kerja kelompok, yang mencerminkan nilai ta’awun, diamati selama tahap pelaksanaan PBL. PBL dilaksanakan dalam lima tahap. Hasil penelitian menemukan peningkatan nilai <em>pretest</em> terhadap <em>posttest</em> siswa berdasarkan hasil uji N-Gain sejumlah 0,5535. Nilai ini tergolong dalam kategori sedang dan bernilai positif, menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran PBL berbantuan stik es krim terintegrasi nilai Islam.</p>2025-12-31T01:25:20+08:00Copyright (c) 2025 Widya Nita sari, Usman Yudi, Aning Wida Yantihttps://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/12984Pengembangan Modul Ajar Untuk Melatih Kemampuan Pemecahan Masalah Dengan Strategi Heuristik Di Madrasah Aliyah2026-01-13T12:45:47+08:00Suwarnos_warno@uinkhas.ac.idWiji Dwistya Pratiwiwikitiwi17@gmail.com<p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p>Pengembangan modul ajar adalah salah satu alat pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses mengajar di dalam kelas. Salah satu kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa dalam belajar matematika adalah kemampuan dalam memecahkan masalah. Karena itu, untuk membantu guru dalam mengajar secara efektif dengan menggunakan strategi tertentu. Salah satu strategi yang bisa digunakan dalam proses belajar matematika adalah strategi heuristik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari modul ajar yang menggunakan strategi heuristik untuk melatih kemampuan memecahkan masalah pada materi persamaan dan fungsi kuadrat kelas X di MA Al Qodiri Jember. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi dari ahli materi, ahli pembelajaran, angket respons dari guru dan siswa, serta tes pemecahan masalah. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Hasil penelitian validator materi sebesar 90%. validator ahli perangkat pembelajaran sebesar 96,36%. Kemudian diperoleh rata-rata sebesar 93,18% dikatakan Sangat Valid. analisis kepraktisan diperoleh dari angket respon peserta didik sebesar 82,97% dan angket respon guru sebesar 84%. rata-rata sebesar 83,48% praktis. Hasil analisis data uji efektifitas didapatkan dari test menunjukkan nilai dengan presentase 80,95%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Modul Ajar dengan Strategi Heuristik untuk mengajarkan kemampuan pemecahan masalah pada pokok materi persamaan dan fungsi kuadrat efektif.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Modul Ajar, Strategi Heuristik, Kemampuan Pemecahan Masalah, Persamaan dan Fungsi Kuadrat.</p> <p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p>The development of teaching modules is one of the learning tools used by teachers in the teaching process in the classroom. One of the important skills that students must have in learning mathematics is the ability to solve problems. Therefore, to help teachers teach effectively using certain strategies, one strategy that can be used in the mathematics learning process is the heuristic strategy. The purpose of this study was to determine the validity, practicality, and effectiveness of teaching modules that use heuristic strategies to train problem-solving skills in quadratic equations and functions for 10th grade students at MA Al Qodiri Jember. Data collection techniques were carried out using validation questionnaires from subject matter experts, learning experts, response questionnaires from teachers and students, and problem-solving tests. This type of research is Research and Development (R&D) using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model. Translated with DeepL.com (free version). The results of the material validator were 90%.The learning tool expert validator was 96.36%. Then, anaverage of 93.18% was obtained, which is considered Very Valid. The practicality analysis was obtained from the student response questionnaire, which was 82.97%, and the teacher response questionnaire, which was84%. The average was 83.48%, which is practical. The results of the effectiveness test data analysisobtained from the test showed a value of 80.95%. From this data, it can be concluded Translated with DeepL.com (free version)</p> <p><strong>Keywords:</strong> Teaching Module, Heuristic Strategies, Problem-Solving Skills, Quadratic Equations and Functions.</p>2025-12-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Suwarno, wiji dwistya pratiwihttps://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qalasadi/article/view/13648Model Project Based Learning dalam Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa SMP : A Quasi Experimental Study2025-12-31T08:39:39+08:00Indah Elvinaindahelvina69@gmail.comSrimuliati Srimuliatisrimuliati@iainlangsa.ac.idM Zaiyarm.zaiyar@iainlangsa.ac.id<p>Literasi numerasi sebenarnya dapat membantu seseorang mengatasi masalah-masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, tingkat literasi numerasi seseorang belum sepenuhnya diperoleh, karena sebagian kecil dari mereka memanfaatkannya, sama seperti konsep dasar perhitungan yang sebagian besar dapat diatasi. Namun, dalam menerapkan konsep-konsep matematika dasar di kehidupan masih dengan masalah yang tidak terstruktur dan bahkan cenderung diabaikan. Sehingga, kurang pemahaman dalam mendapatkan informasi yang disajikan dalam bentuk grafik, bagan, dan tabel. Literasi numerasi bukan hanya di dapat di sekolah saja, melainkan peristiwa di sekitar rumah. Untuk penguatan literasi numerasi dapat dilakukan pembiasaan di sekolah agar bisa meningkatkan literasi numerasi itu. Tujuannya apakah model <em>PjBL </em>dapat meningkatkan literasi numerasi siswa? dan bagaiamana<em> PjBL</em> dapat meningkatkan literasi numerasi siswa di SMP Negeri 1 Langsa?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian ini adalah tes literasi numerasi <em>(post-test)</em> dengan desain yang berbeda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 1 Langsa yang terdiri dari 10 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.D, berjumlah 32 orang. Pemilihan sampel menggunakan teknik <em>simple random sampling. </em>Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes literasi numerasi sebanyak 5 soal berbentuk soal uraian/Esai, pilihan ganda, dan menjodohkan benar atau salah. Analisis data ini menggunakan <em>IBM SPSS 26. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan literasi numerasi siswa dengan menggunakan model <em>PjBL</em> di SMP Negeri 1 Langsa, dan adapun dalam penerapannya, <em>PjBL</em> dalam meningkatkan literasi numerasi siswa yaitu melalui satu tahapan dari kegiatan <em>PJBL, </em>kegiatan siswa dalam membuat project tersebut, literasi numerasi siswa tumbuh secara alamiah. Hal ini dilihat dari hasil tes numerasi siswa dengan nilai rata-rata 80,69, berada pada kategori baik. </p>2025-12-31T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Indah Elvina, Srimuliati Srimuliati, M Zaiyar