Main Article Content

Abstract

Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, tidak hanya menghancurkan infrastruktur tetapi juga memicu tekanan psikologis serta krisis pangan bergizi. Pada masa transisi pascabencana, pemenuhan nutrisi sering kali terabaikan, padahal asupan gizi yang tepat merupakan fondasi utama pemulihan fisik dan mental dari fase post-traumatic stress. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memulihkan energi fisik sekaligus memberikan dukungan psikososial melalui distribusi pangan bergizi seimbang. Kegiatan terdiri dari empat tahapan: identifikasi dan koordinasi, persiapan dan pengolahan pangan, distribusi langsung, serta evaluasi melalui observasi partisipatif dan dialog humanis. Menu yang dipilih adalah bubur kacang hijau, ayam goreng (kentucky), dan donat, yang dirancang berdasarkan pertimbangan nutrisi dan psikologis. Distribusi bubur kacang hijau terbukti efektif sebagai sumber energi dan pemulihan sistem saraf melalui kandungan vitamin B kompleks. Sementara itu, penyajian ayam goreng dan donat berfungsi sebagai "food therapy" yang menciptakan sense of normalcy dan kegembiraan, terutama bagi anak-anak. Sinergi antara pemenuhan gizi dan interaksi sosial yang humanis menjadi kunci dalam mempercepat proses bangkitnya optimisme warga terdampak.

Keywords

Pascabencana, Nutrisi, Terapi Pangan

Article Details