Main Article Content

Abstract

Secara nash, kata jihad itu sendiri disebutkan dalam Alquran yang tersebar di beberapa surat. Kata jihad ini dengan derivasinya terulang sebanyak empat puluh satu kali dalam berbagai bentuknya. Diskursus mengenai jihad merupakan bagian dari berbagai wacana ke-Islaman hingga saat ini, bahkan menjadi salah satu isu sensitif yang menjadi perdebatan menarik di kalangan para ulama, intelektual Islam dan juga intelektual Barat, baik dalam kaitannya dengan doktrin fikih maupun dalam konteks politik. Mereka banyak melakukan kajian dan analisa mengenai jihad ini, baik menyangkut ruang lingkupnya, pembahasan maupun pro-kontra mengenai maknanya. Salah satu contoh yaitu munculnya pemahaman yang ketat, di mana jihad dipahami sebagai suatu perang fisik melawan sesuatu yang dianggap batil dan menyimpang dari syariat Islam. Akhirnya ini kemudian dipraktikkan, umumnya terorganisir dalam suatu wadah atau organisasi tertentu. Muncullah kasus-kasus peledakan dan bom bunuh diri dengan sengaja dilakukan di tempat-tempat umum yang dianggap sebagai tempat maksiat dan tempat-tempat yang dipandang sebagai saham dan produk Barat (kafir). Di sini, jihad diartikan sebagai suatu perang suci melawan orang-orang kafir yang memang menurut mereka halal darahnya dan bahkan wajib diperangi. Artikel ini mengulas pemahaman jihad yang sesuai aturan Islam dengan mengkomparasikan dua pemahaman penafsir yang berbeda sudut pandang dan zaman. Sayyid Qutb dan Muhammad Quraish Shihab adalah dua tokoh ulama tafsir yang sangat terkenal sehingga dengan menganalisis dan mengkomparasikan dua pemahaman ahli tafsir ini dapat menjembatani pemahaman-pemahaman yang dianggap melenceng dan kembali kepada pemahaman syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Keywords

Jihad Pemikiran Sayyid Qutb Pemikiran Quraish Shihab

Article Details

Author Biography

Syarifah Mudrika

Secara nash, kata jihad itu sendiri disebutkan dalam Alquran yang tersebar di beberapa surat. Kata jihad ini dengan derivasinya terulang sebanyak empat puluh satu kali dalam berbagai bentuknya. Diskursus mengenai jihad merupakan bagian dari berbagai wacana ke-Islaman hingga saat ini, bahkan menjadi salah satu isu sensitif yang menjadi perdebatan menarik di kalangan para ulama, intelektual Islam dan juga intelektual Barat, baik dalam kaitannya dengan doktrin fikih maupun dalam konteks politik. Mereka banyak melakukan kajian dan analisa mengenai jihad ini, baik menyangkut ruang lingkupnya, pembahasan maupun pro-kontra mengenai maknanya. Salah satu contoh yaitu munculnya pemahaman yang ketat, di mana jihad dipahami sebagai suatu perang fisik melawan sesuatu yang dianggap batil dan menyimpang dari syariat Islam. Akhirnya ini kemudian dipraktikkan, umumnya terorganisir dalam suatu wadah atau organisasi tertentu. Muncullah kasus-kasus peledakan dan bom bunuh diri dengan sengaja dilakukan di tempat-tempat umum yang dianggap sebagai tempat maksiat dan tempat-tempat yang dipandang sebagai saham dan produk Barat (kafir). Di sini, jihad diartikan sebagai suatu perang suci melawan orang-orang kafir yang memang menurut mereka halal darahnya dan bahkan wajib diperangi. Artikel ini mengulas pemahaman jihad yang sesuai aturan Islam dengan mengkomparasikan dua pemahaman penafsir yang berbeda sudut pandang dan zaman. Sayyid Qutb dan Muhammad Quraish Shihab adalah dua tokoh ulama tafsir yang sangat terkenal sehingga dengan menganalisis dan mengkomparasikan dua pemahaman ahli tafsir ini dapat menjembatani pemahaman-pemahaman yang dianggap melenceng dan kembali kepada pemahaman syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw.

How to Cite
Mudrika, S. (2017). KONSEP JIHAD (Studi Komparatif Terhadap Pemikiran Sayyid Qutb Dan M. Quraish Shihab). Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an Dan Tafsir , 2(1), 55 - 75. https://doi.org/10.32505/at-tibyan.v2i1.252