Main Article Content

Abstract

Persentuhan kaum muslimin dengan buku-buku yang bersumber dari Barat setelah upaya penerjemahan menimbulkan upaya penafsiran yang bernuansa sains (tafsir saintifik/’ilmi). Sebagian cendekiawan/ulama Muslim menganggap seluruh ilmu yang ada bersumber dari al-Quran. Ada upaya justifikasi bahwa al-Quran memuat segala ilmu; agama dan umum. Ulama tafsir juga mengambil bagian dalam upaya penafsiran menggunakan pendekatan ilmiah. Artikel ini mengulas dasar kemunculan tafsir ’ilmi, Tantawi al-Jauhari sebagai salah satu tokoh mufasir  yang paling fanatik menggunakan nuansa ’ilmi dalam tafsirnya Al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim serta metodologi penafsiran dan pandangan-pandangan para pakar terkait pendekatan ilmiah. Sejatinya penafsiran secara ilmiah tidak diperlukan bila dimaksudkan untuk melegitimasi teori-teori ilmu pengetahuan yang sifatnya relatif dan nisbi. Ilmu manusia yang bersifat temporal dan berubah-ubah berdasarkan eksperimen tidak mungkin dihukumkan pada al-Quran yang sudah final dan permanen.

Keywords

tafsir ’ilmi ilmiah i‘jaz ‘ilmi Tantawi Jauhari Tafsir al-Jawahir fi Tafsir al-Qur’an al-Karim

Article Details

How to Cite
Armainingsih, A. (2017). Studi Tafsir Saintifik: Al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Karya Syeikh Tantawi Jauhari. At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an Dan Tafsir, 1(1), 94-117. Retrieved from https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/tibyan/article/view/34