Main Article Content

Abstract

Tafseer was issued from the desire of mufaseer in revealing the content of Qur'an which aims to answer various problems of life. In this effort, some commentators forced the Qur'an to legitimize opinions and groups. In order for its purpose to be achieved, the mufaseer interpretate (ta’wil) the verses in order to fit the groups and schools followed.

Keywords

Subjectivity Tafseer Sectarian

Article Details

How to Cite
Mawardi, M. (2018). SUBJEKTIVITAS DALAM PENAFSIRAN AL-QURAN: FENOMENA TAFSIR BERCORAK SEKTARIAN. At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an Dan Tafsir, 3(1), 125 - 138. https://doi.org/10.32505/tibyan.v3i1.483

References

  1. Abdul Mustaqim, Aliran-aliran Tafsir dari Periode Klasik hingga Kotemporer, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2005
  2. Abdul Razak & Rosihan Anwar, Ilmu Kalam, Bandung: Pustaka Pelajar, 2006
  3. Abu Al-'Ala al-Mawdudi, Mabadi' Asasiyyat li Fah Alquran, terj. Khalil Ahmad al-Hamidi, cet. Ke-2, Jakarta: Al-Majlis al-'Ala al-Indunisi li al-Da'wat al-Islamiyyat, 1999
  4. Al-Mahalli, Jalaluddin dan Jalaluddin As-Suyuti, Tafsir Jalalain, Semarang: Toha Putra, t.th
  5. Bagus Takwin, Akar-akar Ideologi, Pengantar Kajian Konsep Ideologi Dari Plato Hingga Bourdieu, Yogyakarta: Jalasutra, 2003
  6. Harus Nasution, Teologi Islam, Jakarta: UI Press, 1986
  7. Hasan Hanafi, Metode Tafsir dan Kemaslahatan Umat, Yogyakarta: Nawesea, 2007
  8. Ignaz Goldziher, Mazhab Tafsir; dari Klasik hingga Modern, Terj. M. Alaika Salamullah, dkk., Yogyakarta: eLSAQ Press, 2006
  9. Ignaz Goldziher, Mazhab-mazhab Tafsir, terj. M. Alaika Salamullah, dkk, Yogyakarta:Elsaq, 2006
  10. Juliandi, Budi dan Herlambang, Saifuddun, “Menggugat Tafsir Tekstual”, Jurnal At-Tibyan, Vol. I Nomor 1 (Juni 2016)
  11. Muhammad Husain al-Zahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun, jilid 2, Kairo: Maktabah Wahbah, t.th
  12. Muhammad Yusuf,ddk., Studi Kitab Tafsir (Menyuarakan Teks yang bisu), Yogyakarta: Teras, 2004
  13. Nashr Hamid Abu Zayd, Kritik Wacana Agama, Terj. Khoiron Nadhiyyin, Yogyakarta: LKiS, 2003
  14. Nashruddin Baidan, Wawasan Baru Ilmu Tafsir, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005
  15. Tim Prima Pena, Kamus Ilmiah Populer, Jakarta: Gramedia,