Main Article Content

Abstract

This study aims to analyze the regulatory issues in the supervision of Sharia compliance within the Peer-to-Peer (P2P) Sharia Fintech system, particularly in the implementation of Financial Services Authority Regulation (POJK) Number 10/POJK.05/2022. The contribution of this research includes strengthening Sharia fintech regulations through more specific and collaborative supervisory recommendations between the Financial Services Authority (OJK) and the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI). This article falls under qualitative library research using a normative legal study method. It examines legal rules, regulations, and fatwas while evaluating the effectiveness of Sharia compliance supervision in practice. The findings indicate that the supervision mechanism of Sharia fintech remains weak due to the lack of direct monitoring by OJK and DSN-MUI, the absence of binding supervisory standards, and the reliance on internal reports from fintech platforms. Strengthening OJK's role in establishing stricter Sharia supervision guidelines and implementing a periodic audit system is necessary to ensure compliance with Sharia principles.

Keywords

Compliance Supervision Islamic Fintech Peer to Peer

Article Details

How to Cite
Regita, R. (2025). Problematika Pengawasan Kesyariahan Peer-to-Peer Fintech Syariah: Analisis POJK Nomor 10/POJK.05/2022 dan Peran DSN MUI. Al-Muamalat Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 10(1), 130-145. https://doi.org/10.32505/muamalat.v10i1.10941

References

  1. Adji, Y. B., Muhammad, W. A., Akrabi, A. N. L., & Noerlina, N. (2023). Perkembangan Inovasi Fintech di Indonesia. BECOSS: Business Economic, Communication, and Social Sciences Journal, 5(1), Article 1. https://doi.org/10.21512/becossjournal.v5i1.8675
  2. Astiraga, H. (2023). Tabungan Wadiah pada Bank Syariah Dihubungkan dengan Fatwa DSN No. 2/DSN-MUI/IV/2000. Tahkim: Jurnal Peradaban Dan Hukum Islam, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.29313/tahkim.v6i1.11368
  3. Azfat, F., Iswandi, H., Iswandi, H., & Fauziah. (2024). Optimalisasi Peran Fintech P2P Lending Syariah dalam Memberikan Layanan Pembiayaan kepada Masyarakat Unbankable. BANCO: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.35905/banco.v6i1.8815
  4. Aziz, F. A. (2020). Menakar Kesyariahan Fintech Syariah di Indonesia. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 14(1), 1–18. https://doi.org/10.24090/mnh.v14i1.3567
  5. Djakaria, T. J., Lasmanah, & Setiyawan, S. (2023). Pengaruh Literasi Keuangan, Perilaku Keuangan, dan Penggunaan Fintech terhadap Peran Inklusi Keuangan. Jurnal Riset Manajemen Dan Bisnis, 3(2), 79–85. https://doi.org/10.29313/jrmb.v3i2.2826
  6. Fachrurrazy, M., & Siliwadi, D. N. (2020). Regulasi dan Pengawasan Fintech di Indonesia: Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Al-Syaksshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan, 2(2), Article 2. https://doi.org/10.35673/as-hki.v2i2.928
  7. Fahrunisa, I., & Nafisah, B. (2023). Analisis Fatwa DSN MUI Tentang Murabahah dan Wakalah Bil Ujroh dalam Fintech Dana Syariah. Labatila: Jurnal Ilmu Ekonomi Islam, 7(01), 27–40. https://doi.org/10.33507/lab.v7i01.1195
  8. Firmansyah, A., Fitria, D. U. L., & Suhaimi, A. (2024). Implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 dalam Melayani Korban Pinjaman Online (Studi Kasus Kantor Otoritas Jasa Keuangan Kediri). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Hukum Tata Negara, 2(2), Article 2.
  9. Habibunnajar, R., & Rahmatullah, I. (2020). Problematika Regulasi Pinjam Meminjam Secara Online Berbasis Syariah di Indonesia. Jurnal Legal Reasoning, 2(2), Article 2. https://doi.org/10.35814/jlr.v2i2.2225
  10. Hadrianto, M. S., Angga, L. O., & Fataruba, S. (2022). Pelaksanaan Fatwa Dewan Syariah Nasional tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah Pada Perusahaan Fintech Syariah. TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum, 1(12), 1196–1214. https://doi.org/10.47268/tatohi.v1i12.876
  11. Hidayah, F. N., Nugroho, B. S., Ardiati, A. R., Tsaqyfa, M. N., Hakim, M. A., & Ridlwan, A. A. (2023). Meneropong Maraknya Pinjaman Online di Kalangan Mahasiswa: Motif dan Dampak terhadap Perilaku Konsumtif. Jurnal Ilmu Manajemen, 11(4), 821–832. https://doi.org/10.26740/jim.v11n4.p821-832
  12. Hidayati, T., Wagianto, R., & Hikmiyah, H. H. (2022). Praktik Utang Piutang melalui Aplikasi Peer to Peer Lending Kredit Pintar dalam Perspektif Fatwa Dsn-MUI. Rechtenstudent, 3(3), Article 3. https://doi.org/10.35719/rch.v3i3.182
  13. Laboure, M., & Deffrennes, N. (2022). Democratizing Finance: The Radical Promise of Fintech. Harvard University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctv2bndf28
  14. Maharani, S. M. S., & Shara, M. C. P. (2025). Perlindungan Hukum terhadap Nasabah pada Layanan Transaksi Pinjol Berdasarkan POJK Nomor 10/POJK.05/2022. Kertha Negara: Jurnal Ilmu Hukum, 12(05), 573–585.
  15. Malie, A. M., Sathya, T. A., Refiananda, A., & Anbiya, N. I. (2023). Urgensi Penyelesaian Non Litigasi Online dalam Sengketa Bisnis Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. UNES Law Review, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.801
  16. Matondang, K. A., Aini, L., & Saajidah, A. (2025). Inovasi Teknologi dan Prinsip Keadilan Dalam Bisnis Syariah: Studi Implementasi dan Implikasi. Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.52431/minhaj.v6i1.3190
  17. Muhlis. (2022). Pemanfaatan Fintech Peer to Peer Syariah: Perspektif Fiqih Muamalah. Malia: Jurnal Ekonomi Islam, 13(2), Article 2. https://doi.org/10.35891/ml.v13i2.3265
  18. Rangga Suganda, S. H. (2023). Tinjauan Yuridis POJK No. 10/POJK.05/2022 terhadap Debitur Gagal Bayar Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi [Masters, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://doi.org/10/POJK.05/2022
  19. Saputri, S. R. A., Mukti, R. P., Genias, K. V., Muhcti, N., Hidayat, N. R., & Ben, A. (2024). Tanggung Jawab Otoritas Jasa Keuangan sebagai Regulator dalam Menjamin Perlindungan Hukum Pemberi Dana (Lender) pada Transaksi Peer-to-Peer Lending di Indonesia Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 2(11), Article 11.
  20. Siagian, F. G., & Suti, M. Z. (2025). Keunggulan Tabungan Wadiah dan Mudharabah dalam Perbankan Syariah untuk Menarik Minat Nasabah Berbasis Syariah. Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-Commerce, 4(1), 127–136. https://doi.org/10.30640/digital.v4i1.3856
  21. Sugiarto, I., & Disemadi, H. S. (2020). Consumers’ Spiritual Rights in Indonesia: A Legal Study of Sharia Fintech Implementation in the Consumer Protection Perspective. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 8(3), Article 3. https://doi.org/10.29303/ius.v8i3.766
  22. Wati, A., Padilah, U., & Setiawan, D. (2024). Analisis Hukum Islam tentang Perkembangan Financial Technology (Fintech). JHSY: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 3(1), 109–116. https://doi.org/10.37968/jhesy.v3i1.896