Main Article Content

Abstract

Mawah and cater are part of local wisdom in Aceh which is a cooperative practice between asset owners and managers/ sharecropper. In the field of agriculture with rice fields as assets, mawah and cater are practiced with the provisions of local customs. This means that the implementation will have a difference in each place, however, the difference in the model of cooperation mawah and cater does not guarantee the proportional and fair benefits for both parties, so that it will impact on their welfare. This study aims to analyze various models of mawah and cater practices that exist in the farming community of Ulim Sub-district of Pidie Jaya Regency and to analyze the impacts on improving the welfare of local farmers. This is a kind of field research with qualitative approach. As a result, this research concludes that there are six models of mawah and one cater model which is practiced in Ulim Sub-district of Pidie Jaya Regency. This study also confirmed the contribution of both cooperations in improving the welfare of local farmers.

Keywords

Cooperative Practice , Mawah Cater Farmer’s walfare

Article Details

How to Cite
fasya, fasya. (2018). MAWAH & CATER DI ACEH STUDI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI ULIM –KAB. PIDIE JAYA. Al-Muamalat Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 2(II), 135-153. Retrieved from http://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/article/view/626

References

  1. Abdurrahman, Masduha. Pengantar Dan Asas-Asas Hukum Perdata Islam: Fiqh Muamalah. Surabaya, Central Media, 1992.
  2. Ali, Faisal. Identitas Aceh Dalam Perspektif Syariat Dan Adat. Banda Aceh, Badan Arsip Dan Perpustakaan Aceh, 2013.
  3. Al-Jaziri, Abdurrahman. Kitab Al-Fiqh ‘ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, juz 3. Beirut: Dar Al-Fikr, tanpa tahun.
  4. Al-Kasani, ‘Alauddin. Badai’ Ash-Shanai fi Tartib Asy-Syarai’, juz 6, cet. 1. Beirut: Dar Al-Fikr, 1996.
  5. Anis, Ibrahim, et.al. Al-Mu’jam Al-Wasith, juz 1, cet. II. Kairo: Dar Ihya’ At-Turats Al-Arabiy, 1972.
  6. Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. “Analisis Sosial Ekonomi Petani Aceh: Analisis Hasil Survei Pendapatan Petani Sensus Pertanian 2016”. www.aceh.bps.go.id, diakses tanggal 02 Februari 2017.
  7. Badan Pusat Statistik, Kabupaten Pidie Jaya dalam angka 2016. Meureudu: Badan Pusat Statistik Kabupaten Pidie Jaya, 2016.
  8. ___________, Nilai Tukar Petani Provinsi Aceh 2016. Banda Aceh: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh, 2016.
  9. Bakar, Abu, et. al. Kamus Bahasa Aceh-Indonesia 2, cet. 2. Jakarta: Balai Pustaka, 2008.
  10. Berita Resmi Statistik, Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh, Keadaan ketenagakerjaan Agustus 2016, No.53/11/TH.XIX, 7 November 2016.
  11. Chapra, Umer. Masa Depan Ilmu Ekonomi: Sebuah Tinjauan Islam. Jakarta: Gema Insani Press, 2001.
  12. Daud, Syamsuddin. Adat Meugoe: Adat Bersawah. Banda Aceh: Indatu BookStore, 2009.
  13. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Pola Penguasaan, Pemilikan Dan Penggunaan Tanah Secara Tradisional Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Banda Aceh: Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, 1984.
  14. Harsono, Boedi. Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan, 2008.
  15. Hurgronje, Snouck. The Achehnese, terj. Ng. Singarimbun, S. Maimoen, Kustiniyati Mochtar. Jakarta: Yayasan Soko Guru, 1985.
  16. Ibrahim, Azharsyah. “Praktik Ekonomi Masyarakat Aceh Dalam Konteks Ekonomi Islam: Kajian Terhadap Sistem Mawah Dan Gala,” Proceeding of the Aceh Development International Conference, IIUM, 2012.
  17. Ibrahim, Mahmud dan Hakim Aman Pinan. Syari’at Dan Adat Istiadat. Takengon, Yayasan Maqaman Mahmuda Takengon, 2005.
  18. International Development Law Organization, “Peran Mediator Dalam Penyelesaian Sengketa (Tinjauan Dalam Adat Aceh)”, www.idlo.int/English/Eksternal/IPacehnews.asp, diakses tanggal 02 Februari 2017.
  19. Ismail, Badruzzaman. Sistem Budaya Adat Aceh Dalam Membangun Kesejahteraan: Nilai Sejarah Dan Dinamika Kekinian. Banda Aceh: CV. Boebon Jaya, 2002.
  20. Jongejans, J. Negeri Dan Rakyat Aceh Dahulu Dan Sekarang, terj. Rusdi Sufi. Banda Aceh: Pemerintah Provinsi NAD Badan arsip dan perpustakaan, 2008.
  21. Khalidin, Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman, Balai Benih Keumala untuk wilayah Pidie Jaya, wawancara di Gampong Gelanggang, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, tanggal 02 Februari 2017.
  22. Marsudi, Edy. “Identifikasi Sistem Kerjasama Petani Penggarap dan Pemilik Tanah Dalam Kaitannya Dengan Pemerataan Pendapatan Petani Padi Sawah Beririgasi: Suatu Studi Terhadap Kelembagaan Petani Pada Wilayah Jaringan Sekunder Irigasi Dayah Daboh dan Lamcot, Kabupaten Aceh Besar,” dalam Agrisep, vol. 12, no. 1, 2011.
  23. Muhammad, Bushar. Asas-Asas Hukum Adat: Suatu Pengantar, cet. 13. Jakarta: Pradnya Paramita, 1996.
  24. Mulyana, Edy. Aceh Menembus Batas. Banda Aceh: Badan Perpustakaan NAD, 2007.
  25. Muslich, Ahmad Wardi. Fiqh Muamalat, cet. 2. Jakarta: Amzah, 2013.
  26. Muslim, Imam, Kitab Sembilan Imam Hadis, Lidwa pusaka i-software.
  27. Nazamuddin. “Economic Modernization And Its Influence On The Social System In Aceh,” in Graf, A, “Aceh: History, Politics and Culture,” Institute of Southeast Asian Studies, Singapore, 2013.
  28. Pasaribu, Chairuman. Hukum Perjanjian dalam Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 1994.
  29. Pha, Nyak, Lembaga Adat sebagai Lembaga Penyelesaian Sengketa, www.idlo.int/docNews/213DOC.pdf, diakses pada tanggal 01 maret 2017
  30. Priyadi, Unggul, dan Jannahar Saddam Ash-Shadiqie. “Pelaksanaan Perjanjian Bagi Hasil Pertanian Lahan Sawah: Studi di Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta,” dalam Millah, vol. XV, no.1, Agustus 2015.
  31. Qanun Aceh No. 10 Tahun 2008 Tentang Lembaga Adat, www.bphn.go.id diakses tanggal 1 Maret 2017.
  32. Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunnah, terj. Kamaluddin A. Marzuki. Bandung: Al Ma’arif, 1987.
  33. Soepomo, R. Bab-Bab Tentang Hukum Adat. Jakarta: Pradnya Paramita, 1996.
  34. Su’ud, M. Hasan. Sumber Daya Alam Dalam Kancah Tindakan Ekonomi, cet. 3 Rev (Banda Aceh: t.p., 2004.
  35. Subekti. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa, 1995.
  36. Suma, Muhammad Amin. Himpunan Undang-Undang Perdata Islam Dan Peraturan Pelaksanaan Lainnya Di Negara Hukum Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004.
  37. Undang-Undang Nomor 56 Prp. Tahun 1960 Tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian, www.hukumonline.com, diakses tanggal 23 Februari 2017.
  38. Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh Al-Islamiy wa Adillatuh, juz 5, cet. III. Damaskus: Dar Al-Fikr, 1989.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>