Main Article Content

Abstract

Ideally, in resolving land disputes based on civil law, judges are expected to deliver fair, consistent decisions grounded in objective legal reasoning. However, in reality, there is often a gap in judicial decisions that reflects inconsistencies in the application of the law, which can lead to injustice for the parties involved in the dispute. This study aims to analyze the role of judges in land disputes based on civil law and identify the factors contributing to discrepancies in judicial decisions. The research methodology used is normative legal research, with data sources including legislation and relevant land dispute cases. The research concludes that the role of judges in land disputes is crucial for delivering justice, but it is often influenced by inconsistencies in the application of the law. Therefore, continuous training for judges, the development of more detailed technical guidelines, and strengthening the land information system that is accessible transparently to all relevant parties are necessary.

Keywords

Role of Judges Land Disputes Civil Law

Article Details

How to Cite
Muthallib, A. (2024). Peran Hakim dalam Sengketa Tanah Berbasis Hukum Perdata: Analisis terhadap Kesenjangan Putusan Pengadilan. Al-Muamalat Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 9(2), 1-18. https://doi.org/10.32505/muamalat.v9i2.9885

References

  1. Abramson, S. F., & Carter, D. B. (2016). The Historical Origins of Territorial Disputes. The American Political Science Review, 110(4), 675–698.
  2. Akadol, J., Muchsin, T., & Saliro, S. S. (2020). Kegagalan Mediasi: Sengketa Pertanahan di Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sambas. Jurnal Wawasan Yuridika, 4(2), Article 2. https://doi.org/10.25072/jwy.v4i2.393
  3. Anggita, A. (2024). Penyelesaian Sengketa Konflik Kepemilikan Tanah dengan Pendekatan Litigasi di Pengadilan Tata Usaha Negara. Savana: Indonesian Journal of Natural Resources and Environmental Law, 1(01), Article 01. https://doi.org/10.25134/savana.v1i01.30
  4. Antari, P. E. D., Negara, I. P. W. Y., Suteja, I. A. D. A. P., & Salvia, M. P. (2023). Mekanisme Penyelesaian Sengketa Sertifikat Hak Atas Tanah Ganda Oleh Kantor ATR/BPN Kabupaten Manggarai Barat. Journal of Law, Society, and Islamic Civilization, 11(1), Article 1. https://doi.org/10.20961/jolsic.v11i1.66947
  5. Ashilah, H., & Setiawan, R. (2024). Perbedaan Pandangan atas Klaim Kepemilikan Lahan Tanah Merah. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(2), Article 2. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i2.9997
  6. Hipan, N., Nur, N. M., & Djanggih, H. (2018). Problematika Penyelesaian Sengketa Tanah di Lokasi Tanjung Sari Kabupaten Banggai. Law Reform, 14(2), 205–219. https://doi.org/10.14710/jab.v%vi%i.20870
  7. Khoirruni’mah, A., Agustiwi, A., & Bidari, A. S. (2022). Efektivitas Penyelesaian Sengketa Pertanahan Melalui Jalur Mediasi Tahun 2019-2021. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(5), 5722–5731. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i5.7075
  8. Komeni, W. H., & Sumanto, L. (2024). Diskresi Hakim dalam Sistem Peradilan Perdata di Indonesia: Antara Kepentingan Umum dan Kepentingan Rakyat dalam Sengketa Agraria. JRPP; Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(2), 4703–4711. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i2.27278
  9. Laturette, A. I. (2021). Penyelesaian Sengketa Hak Ulayat pada Kawasan Hutan. SASI, 27(1), 102–112. https://doi.org/10.47268/sasi.v27i1.504
  10. Lucas, A. (1992). Land Disputes in Indonesia: Some Current Perspectives. Cornell University Press, 53, 79–92. https://doi.org/10.2307/3351117
  11. Nurokhim, N. (2021). Analisa Yuridis Pertimbangan Hakim atas Sengketa Tanah Berdasarkan Putusan Pengadilan Perkara Banding No. 494/Pdt/2016/PT. DKI. Mustika Justice: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), Article 2. https://jurnal.uic.ac.id/mustikajustice/article/view/52
  12. Oktara, R., Zanariyah, S., & Famulia, L. (2023). Penyelesaian Sengketa Tanah Akibat Perbuatan Melawan Hukum. Viva Themis: Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 6(2), Article 2. https://doi.org/10.24967/vt.v6i2.2423
  13. Piantari, N. K. P., Patmawati, N., Sadiah, R. H., Wulandari, D., Saputra, M. A., & Mubarok, A. (2024). Peran Teknologi Informasi dalam Penyelesaian Sengketa Agraria. Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(2), Article 2. https://almufi.com/index.php/ASH/article/view/294
  14. Rafiqoh, A., & Reykasari, Y. (2024). Studi Putusan Hakim Terhadap Belum Dilaksanakan Putusan Pengadilan Negeri Atas Tuntutan Ganti Rugi yang Kadaluwarsa (Putusan No.523/Pdt.G/2001/PN.Jaksel, jo. No.245/Pdt/2003/ PT.DKI, jo. 611K /Pdt/2004, jo. No.64PK /Pdt/2007). Indonesian Journal of Law and Justice, 1(4), 10–10. https://doi.org/10.47134/ijlj.v1i4.2378
  15. Rahmah, A., & Lubis, F. (2024). Analisis Strategi Hukum dalam Mempercepat Pelaksanaan Eksekusi Putusan Hakim Perdata. Judge: Jurnal Hukum, 5(02), Article 02. https://doi.org/10.54209/judge.v5i02.569
  16. Rahman, L. A., & Husein, A. R. (2023). Analisis Peran Pemerintah Daerah dalam Menangani Sengketa Agraria. Court Review: Jurnal Penelitian Hukum, 3(05), Article 05. https://doi.org/10.69957/cr.v3i05.1377
  17. Rayi, Y. H., & Suwondo, D. (2021). Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa Tanah Melalui Mediasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Rembang. Prosiding Konstelasi Ilmiah Mahasiswa Unissula (KIMU) Klaster Hukum, 1(1), Article 1.
  18. Saraswati, C. N., & Winanti, A. (2021). Pembentukan Pengadilan Agraria dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan Di Indonesia. Salam: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-i, 8(1), Article 1. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i1.19475
  19. Sekar N.S, Rr. L., E, N. M., Hanifa, S., Sabila, F. A., Putra, M. P., Hakim, B. A., & G.b, I. S. (2024). Analisis Yuridis Peranan Kantor ATR/BPN terhadap Penyelesaian Permasalahan Sengketa Batas Tanah. Indonesian Journal of Law and Justice, 1(4), 11–11. https://doi.org/10.47134/ijlj.v1i4.2333
  20. Shilva, S. N. (2024). Penyelesaian Sengketa Tanah Melalui Mediasi di Pengadilan Negeri Koto Baru (Studi Kasus Akta Perdamaian Nomor 15/Pdt.G/2022/PN Kbr). Jurnal Sarak Mangato Adat Mamakai, 9(2), Article 2. http://ojs.ummy.ac.id/index.php/sarmada/article/view/552
  21. Sidik, M., Kasim, N. M., & Kamba, S. N. M. (2024). Faktor-Faktor Yang Menghambat Penyelesaian Sengketa Tanah Waris Akibat Pemalsuan Surat Wasiat Melalui Pengadilan Negeri. Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum, 2(1), 64–76. https://doi.org/10.59581/deposisi.v2i1.2212
  22. Siregar, B. P. (2021). Komperasi Putusan Hakim Pengadilan Negeri Nomor: 220/Pid.B/Pn.Sgi/ Pada Putusan Mahkamah Agung dalam Penyerobotan Tanah Secara Tidak Sah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum [JIMHUM], 1(3), Article 3.
  23. Suartini, S., Hidayati, M. N., & Maryam, A. (2023). Pendekatan Restorative Justice Dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan di Indonesia. Binamulia Hukum, 12(2), Article 2. https://doi.org/10.37893/jbh.v12i2.621
  24. Sukma, Z. P. R., & Aminah, A. (2024). Kendala yang Dihadapi oleh Kantor Pertanahan Kota Bandung Sebagai Mediator Para Pihak Dalam Proses Mediasi Penyelesaian Sengketa Batas Tanah. UNES Law Review, 6(3), Article 3. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1845
  25. Ulli, A., & Suryawati, N. (2022). Analisa Yuridis Terhadap Pertimbangan Hakim dalam Putusan yang Berkekuatan Hukum Tetap Mengenai Tanah Eigendom Bekas Milik Belanda (Studi Kasus Ahli Waris dari Frans Hadipurbojo). Jurnal Justitia: Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 9(2), Article 2. https://doi.org/10.31604/justitia.v9i2.736-742
  26. Utama, M. A. R. (2017). Peranan Peradilan Pertanahan Dalam Penyelesaian Dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan. Badamai Law Journal, 2(1), Article 1. https://doi.org/10.32801/damai.v2i1.3391
  27. Wijayanta, T., & Aristya, S. D. F. (2014). Disparitas Putusan Perkara Sengketa Tanah Terkait Penerapan Hukum Formil. Jurnal Yudisial, 7(2), Article 2. https://doi.org/10.29123/jy.v7i2.86
  28. Yudanto, D. C., & Mujiburohman, D. A. (2024). Peningkatan Kualitas Data Spasial sebagai Upaya Penyelesaian Sengketa Pertanahan. Kadaster: Journal of Land Information Technology, 2(1), Article 1. https://doi.org/10.31292/kadaster.v2i1.28
  29. Zainuddin, N. A. (2022). Analisis Surat Edaran ATR/BPN Nomor 5/SE-400.HK.02/II/2022 Terkait Penetapan Hak Dan Pendaftaran Tanah Terhadap Sistem Hukum Ketatanegaraan Indonesia. Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan Dan Ekonomi Islam, 14(2), 209–225. https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v14i2.5100