Section Articles

Legal Reasoning in Resolving Family and Inheritance Cases: A Theoretical and Practical Analysis

Lis Diana Ningsih
lisdianauin@gmail.com (Primary Contact)
Ramdani Wahyu Sururie
Burhanuddin Burhanuddin

Main Article Content

Abstract

Ideally, legal reasoning in family and inheritance cases should be guided by clear, consistent, and harmonized principles across the legal system. However, in reality, disputes often arise within a complex landscape involving overlapping norms, diverse interpretations, and variations in judicial practice. This research aims to analyze both the theoretical foundations and practical applications of legal reasoning used by judges and legal practitioners in resolving family and inheritance cases. Using a qualitative methodology, the study relies on doctrinal analysis, case studies, and comparative review of judicial decisions to understand how legal arguments are constructed and applied in real court settings. The findings show that although legal theory provides structured guidance, the resolution of family and inheritance disputes is largely influenced by contextual considerations such as cultural values, the coexistence of multiple legal systems, and the discretionary reasoning of judges. This dynamic interaction often leads to outcomes that balance normative frameworks with pragmatic socio-cultural realities.

Keywords

Legal Reasoning Inheritance Cases Family Law

Article Details

How to Cite
Ningsih, L. D., Wahyu Sururie, R., & Burhanuddin, B. (2026). Legal Reasoning in Resolving Family and Inheritance Cases: A Theoretical and Practical Analysis. Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan Dan Ekonomi Islam, 18(1), 1-17. https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v18i1.13302

References

  1. Agustin, F., Hasuri, H., & Najmudin, N. (2022). Kedudukan hukum Islam dalam pelaksanaan waris di Indonesia. Mizan: Journal of Islamic Law, 6(1), 109. https://doi.org/10.32507/mizan.v6i1.1211
  2. Ali, A., & Heryani, W. (2012). Asas-asas hukum pembuktian perdata. Kencana.
  3. Ariyanto, D., Anggraeni, G., Ansori, M. A., & Nurjannah, A. (2021). Pewarisan dalam sistem hukum di Indonesia. Jurnal Al-Naqdu: Kajian Keislaman, 2(2), 1–12.
  4. Sutiyoso, B. (2012). Pemihakan hakim terhadap keadilan substantif dalam penyelesaian sengketa pemilikan tanah (Kajian Putusan Nomor 44/Pdt/2011/PTY). Jurnal Yudisial, 5(3), 298–315.
  5. Dahwal, S. (2019). Hubungan hukum keluarga dan hukum kewarisan Islam dalam masyarakat modern Indonesia. Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum, 28(1), 17–32. https://doi.org/10.33369/jsh.28.1.17-32
  6. Leleang, A. T., Yusuf, M., Muspira, & Qisman, M. (2023). Pertimbangan hakim dalam penyelesaian sengketa waris (Studi kasus Pengadilan Agama Kolaka). Jurnal Ilmu Hukum Pengayoman, 1(April).
  7. Mandasari, P. A., Djanuardi, & Supriyani, R. (2022). Penyelesaian sengketa waris melalui litigasi dan nonlitigasi dalam perspektif sistem pewarisan Islam. Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 6(1), 144–158.
  8. Nanda, P., & Sirait, S. (2024). Analisis pertimbangan hakim dalam menyimpangi hukum waris adat yang menganut sistem kekerabatan patrilineal. [Nama jurnal], 12(2), 12–22.
  9. Nugroho, B. D. (2016). Hukum adat dan kearifan lokal. UNPAD Press.
  10. Prawiro, A. M. B. (2017). Harmonisasi hukum adat dan hukum Islam bagi pengembangan hukum nasional. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 3(6), 369–376.
  11. http://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/am/article/view/151/149
  12. Prayogo, F. A. (2022). Analisis yuridis tentang putusan hakim dalam sengketa waris di Pengadilan Agama Surakarta (Studi analisis Putusan Nomor 957/Pdt.G/2018/PA.Ska).
  13. http://eprints.ums.ac.id/103775/
  14. Rahmatika, R. (2021). Kedudukan ahli waris atas pembagian harta peninggalan dalam perkawinan menurut perspektif hukum positif (Studi kasus Putusan Nomor 239/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Pst). Otentik’s: Jurnal Hukum Kenotariatan, 3(1), 18–35. https://doi.org/10.35814/otentik.v3i1.2124
  15. Rika, O., & Yanti, A. (2023). Pluralisme hukum di Indonesia. Jurnal Cerdas Hukum, 2(1), 52–58.
  16. Rivanie, S. S., Muchtar, S., Muin, A. M., Prasetya, A. M. D., & Rizky, A. (2022). Perkembangan teori-teori tujuan pemidanaan. Halu Oleo Law Review, 6(2), 176–188. https://doi.org/10.33561/holrev.v6i2.4
  17. Santoso, T. P. W. (2016). Proses penyelesaian sengketa pembagian harta waris. [Nama jurnal], 1–15.
  18. http://eprints.ums.ac.id/47355/
  19. Siregar, G. H. P., & Handoko, W. (2022). Kajian studi kasus hukum waris Putusan Mahkamah Agung Nomor 784 K/Pdt/2014 terhadap ketentuan hukum waris Barat. Notarius, 15(2), 607–615. https://doi.org/10.14710/nts.v15i2.36976
  20. Soekanto. (2014). Meninjau hukum adat Indonesia. CV Rajawali.
  21. Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  22. Syamsudin, M. (2012). Keadilan substantif yang terabaikan dalam sengketa sita jaminan (Kajian Putusan Nomor 42/PDT/2011/PT.Y). Jurnal Yudisial, 5(1), 36–50.
  23. Yasser, M., & Desiandri, Y. S. (2024). Konsep hak asasi manusia dalam konstitusi Indonesia. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 4, 164–172.
  24. Yulianingsih, S., & Listyanrini, D. (2023). Pengantar ilmu hukum. Yayasan Prima Agus Teknik.