Main Article Content

Abstract

The basic concept of fatwa in its position of binding law is legal opinion in Indonesia. But in certain cases fatwa has a legal binding which is must be obeyed by people. This article demonstrate how fatwa has a legal binding in the context of Indonesia. The objects of research specifically is banking sharia act in which it is said Islamic economy activities must be appropriate  with the fatwa of national sharia council. As concluding remark, this article show the development of fatwa from legal opinion to legal binding through the constitution as represent by sharia banking act.   

Keywords

Fatwa, Legal Opinion, Legal Binding, Sharia Banking Act.

Article Details

How to Cite
Muhammad, W. I. (2019). KEBERANJAKAN FATWA DARI LEGAL OPINION MENJADI LEGAL BINDING: (Studi Kasus Fatwa DSN MUI Tentang Perbankan Syariah). Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan, Ekonomi Islam, 11(2), 146-163. https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v11i2.996

References

  1. Ibnu Manzur, Lisan al-‘Arab. Beirut: Dar al-Sadr. 1993.
  2. Asfahani, Abu al-Qasim bin Husain al-. al-Mufradat fi Gharib al-Quran. Damaskus: Dar al-Qalam. 1412.
  3. Qarafi, Shihab al-Din al-. Al-Zakirah. Beirut: Dar al-Gharb al-Islamy. 1994.
  4. Ibn Hamdan, Ahmad. Sifat al-Mufti wa al-Mustafti. Beirut: Al-Maktab al-Islami. 1397.
  5. Qardawi, Yusuf al-. al-Fatwa bain al-Indibat wa al-Tasayyub. Kairo: Dar al-Shahwah li al-Nashr. 1988.
  6. Ibrahim, Muhammad Yusri. al-Fatwa Ahammiyatuha Dawabituha Asaruha. Kairo: Dar al-Yusr. 2007.
  7. Kaptein, Nico J.G. “The Voice of Ulama: Fatwas and Religious Authority in Indonesia”, Archives de Sciences Sociales des Religions No. 125. 2004.
  8. Hutagalung, Mura P. Hukum Islam dalam Era Pembangunan. Jakarta: Ind Hill. 1985.
  9. Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo. 1995.
  10. Asril, “Eksistensi Kompilasi Hukum Islam Menurut UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Perundang-Undangan”, Hukum Islam Vol. XV No. 1. Juni 2015.
  11. Nelli, Junni. “Kritik Terhadap Kompilasi Hukum Islam Tentang Pasal Sahnya Perkawinan dan Pencatatan Perkawinan”, Jurnal Hukum dan HAM Vol. 1, No. 1. 2012.
  12. Mudzhar, M. Atho. Fatwa-Fatwa Majelis Ulama Indonesia: Sebuah Studi Tentang Pemikiran Hukum Islam di Indonesia 1975-1988. Jakarta: INIS, 1993.
  13. Noer, Deliar The Administration of Islam in Indonesia. New York: Cornell Modern Indonesian Project, 1978.
  14. Tobroni, Faiq. “Kawin Beda Agama dalam Legislasi Hukum Perkawinan Indonesia Perspektif HAM,” Al-Mawarid, Vol. XI, No. 2. Januari 2011.
  15. Arifin, Bustanul. “Fatwa dan Demokrasi: Studi Terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia”, At-Tahdzib Vol. 3, No. 1. 2014.
  16. Kumkelo, Mujaid. “Kedududkan Majelis Ulama Indonesia dan Komisi Fatwanya dalam Sistem Hukum Tata Negara”, El-Qudwah Vol. 10. 2010.
  17. Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur, Pedoman Penyelenggaraan Oganisasi Majelis Ulama Indonesia. Surabaya: MUI Jatim. 2013.
  18. Ichwan, Moch Nur. “The Local Politics of Ortodoxy: The Majelis Ulama Indonesia in Post-New Order Banten”, Journal of Indonesian Islam Vol. 6, No.1. 2012.
  19. Chapra, M. Umer. “The Nature of Riba in Islam”, Jurnal Studi Agama: Millah Vol 8, No 1. 2008.
  20. Tim PKES, Perbankan Syariah. Jakarta: PKES Publishing. 2005.
  21. Yasin, Mohamad Nur. “Argumen-Argumen Kemunculan Awal Perbankan Syariah di Indonesia”, De Jure: Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 2 No. 1.Juni 2010.
  22. Nurohman, Dede. Undang-Undang Perbankan Syariah; Makna, Implikasi, dan Tantangan”, La_Riba Vol. II, No. 2. Desember 2008.
  23. Suwandi dan Khorul Hidayah, “Prinsip Ibahah Sebagai Solusi Hukum Terhadap Kelemahan Prinsip Wadi’ah dan Mudarabah Dalam Undang Undang Perbankan Syariah”, Asy-Syir’ah Vol. 48, No. 1. Juni 2014.
  24. Zulpawati, “Optimalisasi Fungsi Pengawasan Pada Perbankan Syariah”, Iqtishaduna Vol. III, No. 1. Juni 2012.
  25. Faozan, Akhmad. “Optimalisasi Peran Dewan Pengawas Syariah Pada Lembaga Keuangan Syariah”, El-Jizya Vol. 2, No. 1. Juni 2014.

DB Error: Unknown column 'Array' in 'where clause'