Main Article Content

Abstract

Artikel ini berfokos pada pemaksaan seksual dalam rumah tangga dilihat dari kemaslahatan dan kemudharatan menurut Hukum Pidan Islam, dalam Islam dalam sebuah perkawinan yang sah perlu kita sadari yang bahwa sek bukanlah eritas yang terlarang dalam syariat Islam akan tetapi sebuah rutinitas yang dianjurkan. Namun demikian ketika hendak melakukan hubungan jangan menempuh jalan-jlan yang tidak diridhai oleh Allah, artinya dengan paksaan, kekerasan akan tetapi dengan cara yang lemah lembut dan bijak sana yang dianjur oleh Nabi Muhammad SAW. Demi prokreasi penciptaan bani Adam ialah menelusuri aktifitas hubungan seksual dan tidak ada konsep Dosa yang diletakkan padanya hubungan seksual dianggab kepentingan atau hajat antara suami isteri. Dalam Undang-Undang No 23 Thn 2004 sudah sanagat bijak yang diakomodir bagi pelaku pemaksaan hubungan seksual begitu juga yang diatur sanksi pidana penjara dan pidana perdata sudah diatur dalam pasal 8 bagi pelaku pemaksaan hubungan seksual sementara dalam hukum pidana Islam pemaksaan seksul dalam rumh tangga hukuman bagi pelaku jarimah ta’zir.

Article Details

How to Cite
Rasyidin, R. (2021). PEMAKSAAN SEKSUAL DALAM RUMAH TANGGA DILIHAT DARI KEMASLAHATAN DAN KEMUDHARATAN MENURUT HUKUM PIDANA ISLAM. Legalite : Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam, 6(1), 24-44. https://doi.org/10.32505/legalite.v6i1.2919