Main Article Content

Abstract

This study discusses how the values of Islamic religious education are in the tradition of sea alms. This study aims to describe the values of Islamic Religious Education (PAI) contained in the sea alms tradition in Kedung Malang Village, Kedung District, Jepara Regency. Although this practice contains religious and worship values that should be taught to the community, it is often considered contrary to Islamic teachings. Therefore, this study also focuses on how instilling these values can improve people's understanding of religion. The methodology used in this study is qualitative research with a phenomenological approach. The focus of this study is on the residents of Kedung Malang Village, especially religious leaders and fishermen. To identify information, data collection was carried out through documentation, interviews, and observations. Data analysis was carried out using an interactive model from Miles, Huberman, and Saldana, which includes data reduction, data condensation, data presentation, and conclusion. The results of the study indicate that the sea alms tradition not only reflects local culture, but also contains strong PAI values, including social concern, interpersonal cooperation, and gratitude to God. The instillation of moral principles and character in society, especially among youth and the younger generation, can also be done through this tradition. Thus, this study provides insight into the importance of integrating religious values into local cultural practices that can strengthen the understanding and practice of Islamic teachings in society

Keywords

Culture Islamic Studies Perspective of Sea Charity Social Tradition

Article Details

References

  1. Arlindayanti. (2020). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam budaya sedekah laut di desa Sabuai Pangkalan Bun. 2507(February), 1–9.
  2. Darmalaksana, W. (2022). Hukum Islam suatu tinjauan filosofis. Sentra Publikasi Indonesia.
  3. Darmawan, D., & Makbul, M. (2022). Peran Walisongo dalam mengislamkan tanah Jawa: Perkembangan Islam di tanah Jawa. Wahana Karya Ilmiah Pendidikan, 6(02).
  4. Harmi, H. (2022). Model pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis moderasi beragama. Jrti (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 7(2), 228–234.
  5. Hendra, T., Adzani, S. A. N., & Muslim, K. L. (2023). Dakwah Islam dan kearifan budaya lokal: Konsep dan strategi menyebarkan ajaran Islam. Journal Of Da’wah, 2(1), 65–82.
  6. Hidayah, N. (2024). Pelestarian lingkungan hidup melalui hukum adat tradisi Nyadran (studi empiris di wilayah desa Brongkol Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang). 8(1), 34–50.
  7. Husiyah, N. I., & Imaduddin Ahmad, V. (2022). Tradisi sedekah laut masyarakat Pantura Jawa dalam perspektif pendidikan Islam. Akademika, 16(1), 101–112. Https://Doi.Org/10.30736/Adk.V16i1.914
  8. Kurniawan, A., Mahmud, R., Rahmatika, Z., & Muhammadiah, M. U. (2022). Dasar-dasar ilmu pendidikan. Global Eksekutif Teknologi.
  9. La Hade, M. U. H. S. D. J., Karman, A. S., & Abd Rahman, S. (2021). Ritual Kololi Kie pada masyarakat adat kesultanan Ternate. Etnohistori: Jurnal Ilmiah Kebudayaan Dan Kesejarahan, 8(1), 30–41.
  10. Ma’aruf, A., Lahat, M. A., Lidwan, N., & Maksum, M. (2025). Religious values of the Nisfu Sha’ban tradition in the Pedukuhan Kubang Tegal community. At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Kebudayaan, 12(1), 82–95. Https://Doi.Org/10.32505/Tarbawi.V12i1.9131
  11. Madinah, S. N. (2024). Penanaman nilai–nilai pendidikan agama Islam dalam tradisi sedekah laut di desa Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Universitas Islam Indonesia.
  12. Matondang, M. (2023). Pendidikan agama Islam pada sekolah kurun waktu 2003-2022. Deepublish.
  13. Muttaqin, & Mujadid Qodri Azizi. (2022). Analisis terhadap pelaksanaan larung sesaji pada pesta Lomban di Kota Jepara. Jurnal Budaya Nusantara, 5(2), 116–122. Https://Doi.Org/10.36456/Jbn.Vol5.No2.4829
  14. Nasution, H. S. (2023). Sejarah Islam Asia Tenggara. Pt. Rajagrafindo Persada-Rajawali Pers.
  15. Rodiah, S. (2023). Keseimbangan relasi vertikal dan horizontal dalam manuskrip adab ibadah: BAB Adabu Maba’da Tulu’i Asyamsi Ilazawal. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Daerah, 9(1), 7–15.
  16. Sabardila, A., Vinansih, S. T., Purnomo, E., Asih, M. I., Syaadah, H., Anggraini, D., Ainin, R. N., Prihantari, L., Hida, M. K., & Ash’ari, M. D. (2022). Mengorek masa lalu menggali jati diri: Kajian budaya ke-2. Muhammadiyah University Press.
  17. Saitian, H., & Hidayah, A. (2023). Dimensi religius dalam tradisi mandi Safar di desa Tabarfane Kecamatan Aru Selatan Utara Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku. UIN Raden Mas Said Surakarta.
  18. Sika Nurhasanah, S. N. (2022). Kehidupan ekonomi dan sosial budaya masyarakat Muara Sabak Tahun 1999-2020. Universitas Batanghari.
  19. Situmorang, P. D. J., & Th, M. (2023). Asal-usul, silsilah dan tradisi budaya Batak. Penerbit Andi.
  20. Solikah, A. U., Izzah, A., & Valeria, A. H. (2024). Corak budaya Indonesia dalam bingkai kearifan lokal. Uwais Inspirasi Indonesia.
  21. Supriadi, E. (2023). Islam nelayan; rekonstruksi ritual keislaman dalam bingkai Islam dan budaya lokal masyarakat nelayan Cirebon. Penerbit Lawwana.
  22. Supriyanto, T. (2024). Konsep berhijab dalam pendidikan akhlak (kajian tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an). Online Thesis, 17(2).
  23. Susilo, H. (2022). Sejarah dan perkembangan Islamisasi ilmu pengetahuan. At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Kebudayaan, 9(1), 1–15. Https://Doi.Org/10.32505/Tarbawi.V9i1.3946
  24. Tuturop, A., & Sihotang, H. (2023). Analisis perkembangan karakter dan peningkatan mutu pembelajaran siswa melalui pendidikan etika moral. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(6), 9613–9629.
  25. Widati, S. (2011). Tradisi sedekah laut di Wonokerto Kabupaten Pekalongan: Kajian perubahan bentuk dan fungsi. Jurnal Pp, 1(2), 142–148.