Main Article Content
Abstract
Abstract
This study aims to analyze community participation related to the development of the Krajan Cultural Market, as a tourism based on local wisdom. This participation includes the community in Manyarejo Village, Plupuh District, Sragen Regency. The method that researchers use in this study is a qualitative method. The results of this study include the potential of ancient fossils, regional arts as local wisdom including the Buto Balung dance, the Rempeg Balung Buto dance, the art of stringed music made of bamboo, and the klotekan with the name gejog lesung. This study discusses forms of community participation to take advantage of existing potential through the Krajan Cultural Market, using Jim Ife's thoughts on Participation, Jim Ife's Participation through a participatory democracy approach, this approach has four characteristics including decentralization, accountability, education, and obligations. The parties that play a role in the development of the Krajan Cultural Market are the managers as the main stakeholders, the Manyarejo Village government, artists, traders, cultural administrators, and tourists.
Keywords: participation, Tourism, and Local wisdom
Abstrak
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis tentang partisipasi masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan Pasar Budaya Krajan, sebagai sebuah pariwisata yang berbasis kearifan lokal yang dimiliki. Partisipasi tersebut meliputi masyarakat yang ada di Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini meliputi potensi fosil purbakala, kesenian daerah sebagai kearifan lokal diantaranya tari Balung Buto, tari Rempeg Balung Buto, kesenian musik gambus yang terbuat dari bambu, dan klotekan dengan nama gejog lesung. Penelitian ini membahas terkait bentuk partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada melalui Pasar Budaya Krajan, menggunakan pemikiran Jim Ife mengenai Partisipasi, Partisipasi Jim Ife melalui pendekatan demokrasi partisipatif, pendekatan ini memiliki empat karakteristik diantaranya desentralisasi, akuntabilitas, pendidikan, dan kewajiban. Pihak-pihak yang berperan dalam pengembangan Pasar Budaya Krajan ialah pengelola sebagai stakholder utama, pemerintah Desa Manyarejo, Pelaku kesenian, pedagang, pamong budaya, maupun para wisatawan.
Kata Kunci: Partisipasi, Pariwisata, dan Kearifan Lokal
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Author who publishes in the At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan ISSN: 2086-9754 (Print), 2086-9754 (Online) agrees to the following terms:
Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License. License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Read more about the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Licence here: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
References
- Arnstein, R. S. (1969). A ladder of citizen participation.pdf. Journal of American Intsitue of Planners, 216–224.
- Budaya, K. P. (n.d.). Pengembangan pariwisata di kampung wisata Tablanusu kabupaten Jayapura provinsi Papua : 15–32.
- Dana, P., Berbasis, D., Sutanty, M., Purwadinata, S., & Sucihati, R. N. (2022). http://stp-mataram.e-journal.id/JIH. 11(2).
- Ekaprativi, A. S., Arfan, A., & Abbas, I. (2021). Community participation in the development of Ke te Kesu Tourism. 19(3).
- Fareza, D. O., & Subianto, A. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pelestarian cagar budaya di kawasan Ampel Surabaya. 1(2), 1–7.
- Hermawan, D., & Hutagalung, S. S. (2021). Analysis of community participation in development of tourism destination in south lampung. 1, 124–132. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v23i1.24698
- Ife, J., & Tesoriero, F. (2014). Community development: alternatif pengembangan masyarakat di era globalisasi. Pustaka Pelajar.
- Kasus, S., Desa, D. I., & Belimbing, W. (2015). Partisipasi masyarakat lokal dalam pariwisata (studi kasus di desa wisata belimbing, tabanan, bali). 3(1), 45–51.
- Meray, J. G., Takumansang, E. D., Universitas, K., Ratulangi, S., Pengajar, S., Arsitektur, J., Sam, U., Manado, R., Berkelanjutan, P., Kakas, K., Minahasa, K., & Pesona, Y. (n.d.). 1 , 2 , 3 . 1. 47–55.
- Mulyan, A., Moh, L., & Isnaini, Y. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata (Studi di desa Masmas kecamatan Batu Kaliang Utara kabupaten Lombok Tengah). 8(3), 2266–2286. https://doi.org/10.36312/jime.v8i2.3708/http
- Objek, K., Bukit, W., Di, J., & Bungah, K. (1985). View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk. 51–58.
- Rantung, V. V, & Pioh, N. R. (2015). Partisipasi dalam program nasional kelurahan Taas kota Manado.
- Setiadi, E. M., Hakam, K. A., & Effendi, R. (2006). Ilmu sosial budaya dasar. Kencana Prenadamedia Group.
- Singgalen, Y. A., & Kudubun, E. E. (n.d.). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata: Studi kasus kelompok museum pemerhati sejarah perang dunia ke II di kabupaten Pulau Morotai. 199–228.
- Sugiyono. (2014). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.
- Sumangkut, W., Goni, S. Y. V. I., & Mumu, R. (2021). Vol. 14 No. 1/Januari–Maret 2021. 14(1), 1–14.
- Toraja, T. (2021). Tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di desa Pali kecamatan Bittuang. 1(1), 57–67.