Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat citra modernitas dalam pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris di pondok pesantren Madrasah Ulumul Quran. Penelitian ini dilakukan karena meskipun kedua bahasa asing (Arab dan Inggris) itu diajarkan secara seimbang namun para santri cenderung untuk mendalami salah satu bahasa asing itu. Adapun yang menjadi pembahasannya adalah bagaimana bahasa Arab dan Inggris menggambarkan identitas dan citra modernisasi dalam pembelajaran bahasa asing di kalangan santri di Madrasah Ulumul Quran di Langsa Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah santri putra dan putri yang telah duduk di Madrasah Aliyah. Pemilihan subjek penelitian ini dengan menggunakan purposive sampling method karena santri yang duduk di kelas Aliyah telah lebih lama terekspose dengan kedua bahasa asing tersebut. Dari hasil penelitian, beberapa faktor yang menentukan kecenderungan memilih menggunakan salah satu bahasa, yaitu faktor lingkungan. Santri memilih untuk mendalami bahasa Arab karena tidak banyak yang mampu menggunakan bahasa tersebut. Selain itu teknologi juga memberikan warna baru terhadap pemilihan salah satu bahasa. Bagi santri Madrasah Ulumul Quran, keberadaan alumni juga mendorong para santri untuk mengeksplorasikan keahlian mereka dalam menggunakan bahasa yang lebih baik.

Keywords

Modernitas Bahasa Arab Bahasa Inggris

Article Details

How to Cite
Meutia, C. I. (2018). CITRA MODERNITAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DI MADRASAH ULUMUL QURAN. JL3T (Journal of Linguistics, Literature and Language Teaching), 3(1), 141-160. https://doi.org/10.32505/jl3t.v3i1.338

References

  1. Al-Attas, S. M. N. (1990). Islam dalam sejarah dan kebudayaan Melayu. Bandung: Penerbit Mizan.
  2. Atkinson, R. L., et al. (2009). Introduction to psychology. Jakarta: Erlangga.
  3. Berger,P. L., Berger, B., & Keliner, H. (1992). Pikiran kembara: Modernisasi dan kesadaran manusia.Yogyakarta: Kanisius.
  4. Coleman, H. (2011).Allocating resources for English: The case of Indonesia‟s English medium International Standard Schools. In Coleman, H. (Ed.), Dreams and realities: Developing countries and the English Language (pp.89-113).London: British Council Retrieved from www.teachingenglish.org.uk/transform/books/dreams-realitiesdeveloping-countries-english-language
  5. Djiwandono,S. E. W. (2006). Psikologi pendidikan. Jakarta: Grasindo.
  6. Faiqoh. (2003). Pondok pesantren dan madrasah diniyah Pertumbuhan dan perkembangannya. Jakarta: Departemen Agama RI, DIRJEN Kelembagaan Agama Islam.
  7. Faizin, L. (2012, June 29). Modernitas dan pergeseran makna pendidikan di Indonesia. Retrieved from http://lukman-ffpsi09.web.unair.ac.id/artikel_detail-49367-UmumModernitas%20dan%20.Pergeseran%20Makna%20Pendidikan%20di%20Indonesia.html.,akses
  8. Gultom, S. (2009, Maret 10). Reposisi pendidikan bahasa. Koran Waspada.
  9. hoff,M. (2006). Introducing sociolinguistics. New York: Routledge.
  10. Lamb, M.,&Coleman, H. (2008). Literacy in English and transformation of self and society in post Soeharto Indonesia. Leeds: University of Leeds.
  11. Mahmazar. (2010). Sebuah Thesis: Pembelajaran berbasis Kitab Kuning pada Lembaga Pendidikan Islam Non Formal di kecamatan Percut Sei Tuan kabupaten Deli Serdang. (Unpublished Thesis).
  12. McMillan,J. H. (2008). Educational research: Fundamental for the Consumer.Boston: Pearson Inc.
  13. Meyerhoff , M. (2006). Introducing sociolinguistics. New York: Routledge.
  14. Muntasir,R., &Munir, M.(2004). Filsafat ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hlm. 71.
  15. Muslich, M. (2010). Bahasa Indonesia pada era globalisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
  16. Nurudin. (2008). Sistem komunikasi Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada,
  17. Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2007). Human development. New York: McGraw –Hill.
  18. Phillipson, R. (1997). Realities and myths of linguistic imperialism. Journal of Multilingual and Multicultural Development, 18(3), 239. Retrieved from http://http://lenguasvivas.org/campus/files/0_30/lingimperialism.pdf/
  19. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1978). Depdikbud, kedudukan danfungsi Bahasa Minangkabau di Sumatra Barat. Jakarta: Depdikbud.
  20. Rakhmad, J.(2007). Psikologi komunikasi.Bandung: Remaja Rosdakarya.
  21. Ritzer, G., & Douglas J. G.(2008). Teori sosiologi modern. Kencana Prenada Media Group.
  22. Schorl, J.W. (1982). Modernisasi, pengantar sosiologi pembangunan negara-negara sedang berkembang.Jakarta: PT. Gramedia.
  23. Shadry, A. R. (1980). Nilai pengajaran bahasa Arab dan sejarah perkembangannya (1st ed.). Bandung: Bina Cipta.
  24. Sobur, A. (2003). Psikologi umum dalam lintasan sejarah. Bandung: Pustaka Setia.
  25. Soeprapto, R. (2006). Interaksionisme simbolik; perspektif sosiologi modern. Malang: Averroes Press.
  26. Soeprapto, R.(2002).Interaksionisme simbolik: Perspektif sosiologi modern. Malang: Averroes Press.
  27. Tubbs, S. L., & Moss,S. (2008). Human communication. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  28. Yasmadi. (2005). Modernisasi Pesantren: Kritik Nurcholish Madjid terhadap pendidikan Islam tradisional. Ciputat: Quantum Teaching.
  29. Zacharias, N. T. (2010). Issues of Teyl in Indonesian and what parent can do about it. Indonesian Journal of English Language Teaching,6(2). Retrieved from http://ojs.atmajaya.ac.id/index.php/ijelt/article/view/168