Main Article Content
Abstract
The practice of arranged marriage involving young girls in the Bugis community of Mendahara Ulu reflects a complex intersection between cultural authority and religious values. This study explores the mechanisms of power embedded in Bugis arranged marriage traditions by applying Michel Foucault’s theory of power relations in conjunction with Islamic ethical principles. Employing a qualitative case study approach, the research involved Bugis women who had experienced arranged marriages. Data were collected through in-depth interviews and a literature review, then analyzed using critical discourse analysis. The findings reveal that arranged marriage functions not solely as a cultural norm but as a contested arena of power among parents, customary practices, and the women themselves. Key Islamic principles—such as gender justice and mutual consent—are often marginalized or narrowly interpreted. The study argues for a more integrative approach that harmonizes local customs with Islamic values to promote women’s rights and agency. This research offers a nuanced perspective on how cultural and religious discourses shape the practice of arranged marriage in contemporary Muslim contexts.
Keywords
Article Details
References
- Afriani, Y & Sari, R. D. (2022). Dinamika sosial perempuan dalam praktik perjodohan: Studi kasus di masyarakat Bugis Modern. 8(2), 101–115.
- Alwasilah, A. C. (2002). Pokoknya Kualitatif: Dasar-dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. JAkarta: Dunia Pustaka Jaya.
- Andi Bini Fitriani & Mia Siscawati. (2021). Posisi Perempuan Bugis dalam Tradisi, Ritual dan Norma Budaya Siri’. Dharmasmrti Jurnal Ilmu Agama & Kebudayaan, 21(2), 1–14.
- Ayuningtyas, R. (2019). Relasi kuasa dalam novel anak rantau karya ahmad fuadi?: kajian teori michel foucault. Jurnal Ilmiah SARASVATI, 1(1), 73–86.
- Bahri, S. & Damanik, R. (2021). Simbolik kekuasaan dan status sosial dalam perjodohan etnis Bugis. 42(2), 123–137.
- Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage Publications.
- Fitriani, A. B., & Siscawati, M. (t.t.). Posisi perempuan bugis dalam tradisi, ritual dan norma budaya siri’. 21.
- Fitriani, A. B & Siscawati, M. (2021). Posisi perempuan Bugis dalam tradisi, ritual dan norma budaya siri’. 21(2), 1–14.
- Flick, U. (2018). An Introduction to Qualitative Research (6th ed.). Sage.
- Foucault, M. (1977). Discipline and punish: The birth of the prison. Pantheon Books.
- Handayani. (2022). Patriarki dan kontrol sosial terhadap perempuan dalam budaya lokal. 5(1), 55–67.
- Husnatunnisa, Y., Ahmadi, F., Randhy Martadinata, M., & Tamsir. (2021). Tinjauan hukum islam terhadap perkawinan karena dipasiala (perjodohan) dalam masyarakat bugis wajo (Studi Kasus di Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur). Jurnal Wasatiyah: Jurnal Hukum, 2(1), 2723–1038.
- Idris, M, Pancasilawati, A, & Andaryuni, L. (2022). Praktek pemilihan jodoh oleh orang tua pada anak gadisnya dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam. 10(1), 18–27.
- Miles, M.B, Huberman, A. M, & & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
- Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
- Muhammad Idris, Abnan Pancasilawati, L. A. (2022). Praktek pemilihan jodoh oleh orang tua pada anak gadisnya dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam. At Tawazun, 10(1), 18–27.
- Murniati. (2021). Siri’ na pacce dalam konteks gender: Dilema perempuan Bugis. 10(1), 45–59.
- Nurfadilah & Kurniawati. (2021). Psikologis perempuan korban pernikahan paksa: Perspektif gender dan budaya lokal. 6(1), 35–48.
- Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research and Evaluation Methods (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
- Qibtiyah. (2020). Feminisme Islam dan rekonstruksi keadilan gender dalam keluarga Muslim. 18(2), 89–102.
- Raden, A. N. F. A., Fariska, A. F., & Mariana, M. (2021). Peralihan Cara Pandang Masyarakat Terhadap Praktik Pernikahan Dini. ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 15(2), 47–62. https://doi.org/10.15575/adliya.v15i2.13778
- Raden, Fariska, & Mariana. (2021). Peralihan cara pandang masyarakat terhadap praktik pernikahan dini. 15(2), 47–62.
- Rohana & Aini. (2020). Negosiasi antara hukum adat dan hukum Islam dalam pernikahan. 6(1), 33–49.
- Rohman, A. F. & Ishaq, M. (2022). Tradisi Perjodohan Anak dalam Kandungan Perspektif Maqasid Syariah di Kabupaten Sumenep. 3(2), 240–253.
- Suryani, N & & Alawiyah, T. (2023). Gender, seksualitas, dan kontrol atas tubuh perempuan dalam Islam. 8(2), 99–115.
- Syihab, M. Q. (2020). Islam yang saya anut: Keislaman yang inklusif dan membebaskan. Lentera Hati.
- Wicaksana, G. T. (2023). Analisis Kekuasaan dalam Interaksi Badut di Lampu Merah: Pendekatan Teori Kekuasaan Foucault. Harmoni?: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial, 1(1), 46–58.
- Yanuarti Husnatunnisa, Ahmadi, F., Randhy Martadinata, & Tamsir. (2021). Tinjauan Hukum Islam Terhadap PerkawinanKarena Dipasiala (perjodohan) Dalam Masyarakat Bugis Wajo. Vol.2 No. 1.
- Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Sage Publications.
- Zulaikha. (2019). Praktik perjodohan dan kontrol sosial terhadap perempuan di pedesaan Jawa.