Main Article Content
Abstract
Kitab kuning merupakan kitab yang dijadikan sumber belajar di pesantren dan lembaga pendidikan tradisional. Dalam tradisi pesantren, kitab kuning merupakan ciri dan identitas yang tidak dapat dilepaskan. Sebagai lembaga kajian dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman, pesantren menjadikan kitab kuning sebagai identitas yang inheren dengan pesantren Abudin Nata menambahkan bahwa kita kuning merupakan hasil karya tulis Arab yang disusun oleh para sarjana muslim abad pertengahan, sekitar abad 16-18. Ciri umum kitab kuning sebagai berikut: al-kitab yang ditulis bertulisan Arab, (2)umumnya ditulis tanpa baris, bahkan tanpa tanda baca dan koma, (3)berisika ilmu keislaman, (4)metode penulisannya dinilai kuno, (5)dicetak di atas kertas yang berwarna kuning, (6)lazimnya dipelajari di pondok pesantren. Sejak awal mula berdirinya pesantren, tradisi membaca, mempelajari kitab klasik menjadi hal yang penting, bahkan menjadi sesuatu yang inheren di pesantren. Keberadaan kitab kuning ini menjadi kajian utama disebabkan pada masa itu pesantrenhanya mempelajari ilmu-ilmu keislaman saja, dan kitab-kitab klasik menjadi pilihan pang tepat serta akurat untuk dapat menggali keilmuan tentang Islam.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
- Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam (Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 2002)
- Azyumardi Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Millenium Baru (Jakarta : Logos, 1999)
- Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Logos, 1997)
- ----------------, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: PT. Grafindo Widya Sarana Indonesia, 2002)
- Amin Haedari, Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Kompesitas Global (Jakarta: IRD Press, 2005)
- Aya Sofia, Pedoman Penyelenggaraan Pust Informasi Pesantren, (Jakarta: Depag, 1985)
- Departemen Pendidikan Nasional, Suplemen Ensiklopedi Islam (Jakarta: PT. Ictiar Baru Van Hoeve, 2002)
- Haidar PutraDaulay, Historitas dan Eksistensi Pesantren, Sekolah, dan Madrasah (Yogyakarta: Tiara Wacana Kencana, 2001)
- Haidar Putra Daulay, Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Penndidikan Islam di Indonesia (Yogyakarta: Cita Pustaka Media, 200)
- Martin van Bruinessen, Kitab Kuning: Pesantren dan Tarekat (Bandung: Mizan, 1999)
- Mujamil Qomar, Pesantren dari Transformasi Metodologi Menuju Demikratisasi Instansi (Jakarta: Erlangga, 2005)
- Mastuhu, Prinsip Pendidikan Pesantren (Jakararta: P3M, 1988)