Main Article Content

Abstract

Broken home adalah sebuah keluarga yang telah mengalami perpecahan atau tidak utuh nya sebuah keluarga. Adapun keluarga akan berdampak terhadap perkembangan psikis anak yang bisa berpengaruh pada pendidikan anak. Kepercayaan diri anak di dasari dengan pendidikan yang terdapat pada keluarga, dimana meliputi interaksi sosial anak kepada orang tua dan masyarakat sekitar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak broken home terhadap kepercayaan diri anak di desa Delitua Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dampak broken home terhadap kepercayaan diri anak yaitu 1) masalah pendidikan dimana anak yang mengalami broken home menjadi orang yang malas belajar, serta tidak bersemangat dan tidak berprestasi dalam pendidikan. Anak yang mengalami broken home tumbuh menjadi anak yang secara pertumbuhan mental sangat terganggu. Mereka tumbuh menjadi remaja yang terbelakang baik secara pendidikan formal, agama dan bahkan kebanyakan dari mereka memiliki rasa kepercayaan diri yang buruk dan berakibat sulitnya mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar. 2) Masalah prilaku yaitu anak yang kurang perhatian dan pendidikan dari orang tua membuat anak tumbuh menjadi remaja yang hancur secara psikis, emosi yang tidak stabil, liar dan bahkan kurang memiliki rasa percaya diri, anak korban broken home menjadi anak yang memiliki sikap kasar, masa bodoh, memiliki kebiasaan merusak, seperti merokok, minum-minuman keras, judi, dan lari ke tempat hiburan malam dan lain sebagainya.

Keywords

Broken Home Kepercayaan Diri

Article Details

How to Cite
Dinda. (2016). Broken Home dan Kepercayaan Diri. Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1), 48-60. Retrieved from https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/ikhtibar/article/view/3184

References

  1. Abdul Latif, Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan, (Jakarta: PT Bina Ilmu, 2017)
  2. Afifah Aprilia, Studi Komparasi Tingkat Kepercayaan Diri (Self Confidence) Siswa Antara Kelas Homogen Dengan Kelas Heterogen, Jurnal Hapoines, Vol. 3, No. 1, 2019
  3. Aliwanto, Analisis Aktivitas Belajar Siswa, Jurnal Konseling, Vol. 3, No. 1, 2017
  4. Andayani Budi, Konsep Diri, Harga Diri dan Kepercayaan Diri Remaja, Jurnal Psikologi, Vol. 1, No. 2, 2016
  5. Anggraini Ria, Dampak Broken Home Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMP Negeri 8 Langsa, Skripsi yang tidak diterbitkan, IAIN Langsa, 2018.
  6. Dagun, Psiikologi Keluarga, (Jakarta: Grasindo, 2016)
  7. Dewi Danti Marta, Kepercayaan Diri Ditinjau dari Pola Asuh Orang tua, Jurnal Bimbingan dan Konseling, Vol. 2, No. 4, 2013
  8. Fatchurrahman M., Kepercayaan Diri, Kematangan Emosi, Pola Asuh Orang Tua Demokratis dan Kenakalan Remaja, Jurnal Psikologi, Vol. 1, No. 2, 2017
  9. Ginarsa, S.D, Yulia, Psikologi Perawatan, (Jakarta: Gramedia, 2015)
  10. Jannah Miftahul, Komunikasi Anak Broken Home Pasca Perceraian di Kecamatan Peurlak Barat, Skripsi yang tidak diterbitkan, IAIN Langsa, 2015.
  11. Lestari Sri, Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga, (Jakarta: Kencana, 2013)
  12. Massa Nurtia, Dampak Keluarga Broken Home Tehadap Kepribadian Anak, Jurnal Jambura, Vol. 1, No. 1, 2020.
  13. Mizwar, Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan, (Jakarta: Grasindo, 2018)