Hak-Hak yang Memberi Jaminan dalam Prespektif Hukum Positif dan Hukum Islam: Analisis Perbandingan

Authors

  • Zeinaful Jannah Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia
  • Siti Solifah Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia
  • Akmalurrozi Akmalurrozi Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia
  • Ahmad Musadad Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia
  • Yusuf Maulana Imron Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32505/muamalat.v10i2.11096

Keywords:

Guarantee Rights, Islamic Law, Positive Law

Abstract

This article aims to analyze and compare the concept of rights that provide guarantees from the perspectives of positive law and Islamic law, as well as to examine the potential for integrating both within the framework of a plural national legal system. The methodology used is qualitative library research with a normative approach, utilizing primary sources such as statutory regulations and classical and contemporary Islamic jurisprudence literature, along with secondary sources including scholarly journals and books published within the last ten years. The results of the study indicate that both legal systems equally recognize the importance of guarantee rights as instruments of justice and legal certainty, albeit through different approaches: positive law emphasizes juridical-administrative aspects, while Islamic law highlights moral values and social responsibility. Although there is potential for harmonious integration, implementation still faces structural and cultural challenges, thereby necessitating institutional reform and capacity building within society to realize a fair and adaptive legal system in the context of national legal pluralism.

References

Alexander, O., Fauzi, M., Yani, A., & Siswoyo, S. (2023). Konsep rahn (gadai) dalam Islam dan peraturan perundang-undangan Indonesia: Kajian fikih muamalah. Hutanasyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 2(1), 41–54. https://doi.org/10.37092/hutanasyah.v2i1.639

Andhika Mopeng. (2011). Hak-hak kebendaan yang bersifat jaminan ditinjau dari aspek hukum perdata. Lex Crimen, 6(10), 168–172.

Asril, J. (2020). Beberapa permasalahan terkait hak tanggungan sebagai lembaga jaminan atas tanah. JIMEA: Jurnal Ilmiah MEA, 4(2), 492–510.

Azhar, A., Fikri, N., S. (2024). Analisis perbandingan sistem hukum Islam dan sistem hukum positif. Sinergi: Jurnal Riset Ilmiah, 1(8), 554–565.

Eka, R. (2021). Konsep peralihan jaminan prefensial dalam cessie. Badamai Law Journal, 6(1), 130–149. https://doi.org/10.32801/damai.v6i1.11756

Fedro, A., Bin Lahuri, S., & Ghozali, M. (2019). Legal analysis on the fatwa of sharia national council on rahn: Between legal philosophy and its implementation in Indonesia sharia pawnshop. Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 18(1), 76–116. https://doi.org/10.21093/mj.v18i1.1365

Fratiwi, F. (2022). Aktivitas gadai emas di PT. Pegadaian mengutamakan hak retensi. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(6), 6698–6702.

Hanifa, A. (2023). Konsep kepemilikan individu dalam Islam. JEBESH: Journal of Economics Business Ethic and Science Histories, 1(1), 62–69.

Hidayatullah, M. S., & Fadillah, R. (2022). Economic and legal dimensions of collateral existence in modern mudharabah contracts: Understanding the relationship between risk management, national law, and contemporary fiqh. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 16(2), 223–238. https://doi.org/10.24090/mnh.v16i2.6860

Jadidah, F. (2021). Studi perbandingan hukum positif dan hukum Islam tentang pengikatan jaminan. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 5(1), 64–76. https://doi.org/10.58258/jisip.v5i1.1644

Karina Putri, J., Harahap, I., & Hermila Hasibuan, R. (2023). Konsep dan penerapan akad rahn pada Pegadaian Syariah Kota Langsa. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.47467/elmal.v4i1.1235

Kulsum, S. U., Pangestu, R. A., & Aziz, I. A. (2024). Implementasi penjaminan dan mitigasi risiko. Jurnal of Islamic Economics, 3(2), 98–107.

Lawal, I. M. (2016). The permissibility of security (collateral) in Islamic banking. Journal of Islamic Economics Banking and Finance, 12(1), 98–119. https://doi.org/10.12816/0028314

Ramadhina, E. A. (2015). Penerapan asas jaminan fidusia dan perjanjian pendaftaran fidusia dalam pembiayaan konsumen (Studi putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor: 102/PDT/2015/PT.BDG). Privat Law, 5(1), 24–34.

Rayno Dwi Adityo. (2015). Tipologi jaminan: Perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dan jaminan keperdataan. Jurnal Yuridis, 2(1), 28–42. https://ejournal.upnvj.ac.id/Yuridis/article/view/159

Rozi, A. F., Qomariyah, S., Albatul, L. I., & Nur, L. F. (2023). Analisis konsep, prinsip, dan implementasi hukum jaminan dalam menjamin kepastian dan perlindungan bagi kreditur dan debitur di Indonesia. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(3), 141–146.

Sinaga, N. A. (2019). Implementasi hak dan kewajiban para pihak dalam hukum perjanjian. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 10(1), 1–20.

Siswanto, A. H., & Sofjan, S. (2013). Perbandingan hukum antara perjanjian garansi (indemnity) dengan perjanjian penanggungan hutang ditinjau dari konsep hukum dan pelaksanaannya. Lex Jurnalica, 10(3), 182–188.

Sumarni, I., Efendi, F., Mardianton, M., & Fauzi, M. (2023). Tanggung renteng dalam kelompok simpan pinjam perempuan (SPP) terhadap ketahanan ekonomi keluarga. El Mudhorib: Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah, 4(2), 68–87. https://doi.org/10.53491/elmudhorib.v4i2.889

Vasya Putri, R., Mumtaz, T. (2019). Resume hak privilege hukum kebendaan perdata (Issue 1906385071, pp. 1–10).

Yudha, A. K. (2017). Hukum Islam dan hukum positif: Perbedaan, hubungan, dan pandangan ulama. Jurnal Hukum Novelty, 8(2), 157–172. https://doi.org/10.26555/novelty.v8i2.a7019

Downloads

Published

2025-08-02

How to Cite

Hak-Hak yang Memberi Jaminan dalam Prespektif Hukum Positif dan Hukum Islam: Analisis Perbandingan . (2025). Al-Muamalat Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 10(2), 70-89. https://doi.org/10.32505/muamalat.v10i2.11096

Similar Articles

21-30 of 98

You may also start an advanced similarity search for this article.